
Bel masuk berbunyi semua bersiap melanjutkan pelajaran selanjutnya Veranda yang masih berada di UKS bersial untuk ke kelasnya.
"TOK TOK TOK"
"Masuk" Sahut guru dalam kelas
Veranda maju melangkah ke kelas
"Darimana kamu Veranda? " Tanya sang guru
"Dari UKS Bu tadi saya sempat pingsan" Ucap Veranda
"Yaudah silahkan duduk kamu" Ucap guru tersebut
"Baik makasih Bu" Ucap Veranda
Veranda duduk di bangkunya dan melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda.
"Lo gak papa kan Ver? "Tanya Fiona
"Pusing kepala gue sempet pingsan tadi" Ucap Veranda
"Sekarang gimana kondisi lo kenapa gak pulang aja" Ucap Fiona dengan gaya cerewetnya
"Gak perlu gue gak papa" Ucap Veranda sambil tersenyum
...✨✨✨...
__ADS_1
"KRING KRING KRING"
Bel pulang telah berbunyi semua siswa-siswi bersiap untuk pulang begitupun dengan Veranda cs sedang berkemas untuk pulang.
"Eh Ver lo pulang sama siapa? "Tanya Alya
"Gak tau hari ini gue gak bawa motor" Ucap Veranda
"Mau sama gue gak Ver? " Ajak Fiona
"Gak usah kasian lo muter jauh lagi" Ucap Veranda
"Alah kayak sama siapa aja lo" Ucap Fiona sambil terkekeh
"Bener gak usah Fi gue bisa sendiri lo pulang aja" Ucap Veranda
"Bener ni Ver gak mau barengan aja" Ucap Fiona
Sampai di parkiran Fiona dan Alya pamit ke Veranda untuk pulang duluan. Veranda melangkah keluar gerbang untuk menunggu transportasi lewat
20 menit sudah Veranda menunggu tapi tak ada satupun transportasi yang lewat
"TIN TIN TIN"
"Kok belum pulang" Ucap orang itu
"Eh Niko gue kira siapa, iya belum ada taksi yang lewat" Ucap Veranda
__ADS_1
"Jam segini mah gak ada taksi ada pun angkot di ujung persimpangan" Terang Niko
"Ooh gitu ya" Ucap Veranda
"Iya, daripada lo nunggu tanpa kepastian gini mending sama gue aja pulangnya" Ajak Niko
"Eh gak usah gak papa gue bisa mesen ojol kok" Tolak Veranda
"Ah elah lo mah kalo lo mesen kelamaan mending sama gue aja gratis gue anter sampai depan rumah lo" Ucap Niko untuk merayu Veranda. Karena tidak enak untuk menolak ajakan Niko akhirnya Veranda mengangguk pertanda mau untk pulang bersama Niko.
"Nah gitu kek dari tadi" Ucap Niko sambil mengacak-acak rambut Veranda
"Is gak usah diberantakin kali nyebelin lo"Ucap Veranda sambil memanyunkan bibirnya
"Heheh iya udah buruan naik" Ucap Niko, Veranda pun menaiki motor besar milik Niko itu.
"Pegangan kali kalo lo jatoh gue gak tanggung jawab ya" Ucap Niko
"Ck modus lo udah gue pegang bahu lo" Sungut Veranda
Dengan sengaja Niko menambah kecepatan motornya sehingga mau tak mau Veranda tanpa sengaja melingkarkan tangannya di pinggang Niko.
"Anjir modus lo ya" Ucap Veranda dan berniat menurunkan tangannya tapi ditahan oleh Niko
"Udah gini aja Ver gue takut lo jatoh" Ucap Niko sambil tersenyum manis Veranda pun cuma mencibir kelakuan Niko
Tanpa mereka sadari interaksi mereka dari tadi di saksikan oleh Pak Dikta ia mengepalkan tangan-tangannya sampai kukunya tampak memutih saking menahan emosi melihat kejadian di depan matanya.
__ADS_1
"Ini gak bisa dibiarin gue gak terima Veranda deket cowok lain selain gue. Veranda kamu hanya milikku bukan milik yang lain" Ucap Pak Dikta sambil menahan emosi
"Dan lo bocah tengik liat aja beraninya lo menyentuh gadis gue tunggu pembalasannya bocah tengik" Tambahnya sambil tersenyum smirik.