
Sekarang kedua mempelai sedang diarahkan oleh pembawa acara untuk melakukan acara sungkeman dimulai dari Pak Dikta yang menyalimi Ayahnya.
"Ayah maafin aku belum jadi kebanggaan Ayah, maaf telah ngecewain Ayah aku mohon doanya Yah" Ucap Pak Dikta sambil memeluk sang Ayah
"Jalanilah Nak, jadilah kepala keluarga yang baik dan bijaksana apabila ada masalah selesaikan baik baik jangan dengan emosi dan jangan sekali sekali kamu main tangan kepada istrimu Dikta"Ucap Ayah Doni dengan nada penegasan serta sorot mata tajam
"Baik Yah" Ucap Pak Dikta sambil menciumi tangan sang Ayah
Beralih ke Veranda yang mulai menyalimi Ayahnya juga dengan lembut ia salim tangan laki laki paruhbaya itu.
"Papah terimakasih selama ini udah mau ngerawat dan ngebesarin aku, makasih atas cinta dan kasih sayang Papah selama ini, makasih udah jadi superhero aku dari kecil sampai sekarang, maaf aku belum bisa anak yang membanggakan,maaf aku udah bikin Papah kecewa, maaf beribu maaf dari hati aku Pah"Ucap Veranda lirih ia mengucapkan itu sambil memeluk sang Papa, Papah Veranda yang mendengar ucapan sang anak langsung melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah sang anak
"Dengerin Papah gak perlu kamu ucapin makasih udah pasti itu Papah lakuin karna itu udah kewajiban Papah sebagai orang tua, jadilah istri yang baik bangunlah rumah tangga yang kamu impikan, jadilah pribadi yang dewasa dalam menyingkapi masalah, turutilah perintah dari suami kamu karna sekarang ia yang menjadi imam kamu, menjadi sandaran kamu dia yang bertanggung jawab seluruhnya atas kamu,sekarang tanggung jawab Papah sudah berpindah ke suami kamu, jadilah istri dan ibu yang baik untuk kedepannya Nak Papah bersyukur Papah masih dikasih Allah untuk ngeliat kamu menikah sekarang gak tau kedepannya,mungkin ini hikmah atas semua kejadian ini" Ucap Papah Rayhan sambil tersenyum teduh Veranda yang mendengar semua perkataan sang Papa ia memiliki perasaan tak enak entahlah menurutnya semua perkataan sang Papa mengandung arti
"P-pah" Ucap Veranda lirih
"Sst udah jangan nangis lagi hilang cantiknya princess Papa" Goda sang Papa
Setelah menyalimi sang Papa lalu beralih ke sang Mama yang daritadi sudah tersedu sedu menangis Veranda langsung menyalimi Mama Lili dengan lembut lalu memeluknya dan menumpahkan air matanya lagi
"Makasih Ma makasih udah mau mengandung dan mempertaruhkan nyawa Mama demi melahirkan aku, makasih udah mau ngerawat aku sampai sebesar itu, makasih cinta dan kasih sayang Mama yang mungkin gak akan bisa aku balas semua yang udah Mama kasih aku cuma mau bilang aku sayang dan cinta sama Mama bahkan sampai aku punya anak nanti aku mau bilang aku punya Mama yang hebatt"Ucap Veranda terisak sambil terkekeh Mama Lili yang mendengar semua ucapan putrinya semakin menangis ia tersentuh akan semua ucapan anaknya ia tak menyangka anaknya yang suka bikin gara gara ini mampu membuatnya menangis kejer seperti ini
...✨✨✨...
Setelah prosesi sungkeman sekarang Veranda dan Pak Dikta sedang berdiri di depan fotografer dari tadi mereka diarahkan untuk romantis namun apa yang terjadi Veranda yang masih sibuk ngelap ingusnya sedangkan Pak Dikta tak merubah ekspresinya yaitu tetap DATAR.
"Aduh mbak dan masnya yang bener dong ini mau foto masa pada kek nikah paksa aja"Celetuk Fotografer itu dengan mulut lemesnya
"Dih emang nikah paksa kali"Batin Veranda
Fotografer itu dengan kesalnya maju ia mendekatkan posisi Pak Dikta dengan Veranda dimana tangan Veranda berada dileher Pak Dikta sedangkan tangan Pak Dikta berada di pinggang Veranda wajah keduanya begitu dekatt, mereka tampak syok dengan posisi ini Veranda dan Pak Dikta nampak terdiam seperti orang linglung
DEG
DEG
DEG
Bunyi jantung keduanya membuat Veranda memejamkan matanya serta Pak Dikta yang masih mempertahankan datarnya itu
__ADS_1
CEKREK
Bunyi suara kamera membuat mereka berdua tersadar akan posisi mereka tersebut lalu segera melepaskan tangan dan menjauhh
"Nah gitu dong mas dan mbaknya dari tadi kek sampe pegel mulut saya ngoceh mulu" Ucap Fotografer itu dengan lemesnya membuat Veranda mendengus kesal
Setelah dengan beberapa gaya yang dipotret akhirnya Pak Dikta dan Veranda disuruh untuk istirahat dan bersiap berganti baju untuk acara resepsi yang akan diselenggarakan di hotel keluarga Pramaja.
Keduanya telah sampai dikamar Veranda mereka sama sama canggung bahkan tak ada yang membuka suara
"Saya dulu atau kamu dulu yang ke toilet? " Tanya Pak Dikta memecahkan keheningan
"Bapak dulu aja saya mau ganti baju dulu" Ucap Veranda yang diangguki Pak Dikta
Setelah 15 menit mandi akhirnya Pak Dikta keluar dengan rambut yang basah serta pakaian yang mencetak badan kekarnya Veranda yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya
"Saya sudah selesai sekarang giliran kamu, takut kelamaan ditunggu sama yang lain"Ucap Pak Dikta
"Iya" Ucap Veranda dengan melangkah ke arah kamar mandi
...✨✨✨...
Kedatangan Veranda dan Pak Dikta menyita banyak perhatian yang tadinya ruangan ramai dengan suara suara bising sekarang hanya tinggal suara musik yang menggiringi langkah Pak Dikta dan Veranda, semua tamu tampak kagum akan mereka berdua dengan perpaduan yang cocok antara cantik dan tampan membuat keduanya menjadi raja dan ratu dimalam ini
Setelah sampai di pelaminan mereka diarahkan untuk berfoto sebelum para tamu naik.
Anggap aja begitu ya gengs:v
Tamu pun satu persatu mulai naik untuk menyalami pengantin pria dan wanita tak terasa sudah 2 jam lebih Veranda dan Pak Dikta berdiri menyalimi para tamu membuat kaki Veranda pegal Pak Dikta yang peka itu langsung saja menyuruh Veranda duduk
"Kalo kamu pegel duduk aja gakpapa"Ucap Pak Dikta enteng
"Bapak gak liat itu tamu masih antri aduhh kok rame banget perasaan gue gak undang siapa siapa deh" Gerutu Veranda membuat Pak Dikta menggelengkan kepalanya
"Wadaww akhirnya temen kita demen perempuan juga bro"Ucap seorang laki laki bernama Ilham yang rupanya sahabat sahabat Pak Dikta
__ADS_1
"Kalah lo Ham liat Dikta langsung sat set aja jadi"Ledek pria yang bernama Rama
"Gak nyangka gue bro gercep amat lo langsung ehem ehem" Ucap satu laki laki lagi yang bernama Dimas Pak Dikta yang mendengar ia diledek ketiga sahabatnya hanya mendengus kesal
"Lo bertiga kalo cuma ngeledek gue mending pergi sana enek gue liatnya"Ucap Pak Dikta
"Tau deh yang pengantin baru sampe temennya dilupain ya gak Mas,Ram?"Ucap Ilham seraya terkekeh
"Eh ini bininya sih Dikta toh cantik amat neng kok mau sih sama orang kek dia" Ucap Rama sambil menunjuk wajah Dikta membuat Pak Dikta melotot mendengarnya
"Neng nih ya Abang kasi tau hati hati sama Dikta dia tu kalo dikasur ganass bahkan mungkin bisa membuat ranjangnya jebol saking ganasnya" Ucapan Rama yang semakin gencar meledek Pak Dikta sedangkan Veranda yang mendengar ucapan sahabat suaminya itu hanya bergidik ngeri
"Udah lo pada pergi sana liat tu antrian pada macet gara gara lo bertiga" Ucap Pak Dikta sambil mendorong ketiga sahabatnya membuat Rama, Dimas,Ilham tertawa terbahak bahak melihat wajah Pak Dikta yang memerah
"Veranda" Panggil Ilham tiba tiba membuat Veranda menoleh bahkan Pak Dikta serta para orang tua juga menoleh
"Ku tunggu jandamu"Lanjut Ilham membuat mereka tertawa terbahak bahkan para orang tua juga terbahak mendengarnya sedangkan Pak Dikta sudah mengepalkan tangannya
"Awas lo Ham gue tandai muka lo"Batin Pak Dikta
Veranda tiba tiba aja memeluk lengan Pak Dikta membuat Pak Dikta mengangkat satu alisnya sebagai tanda ada apa? Namun belum sempat Veranda menjawab suara seseorang membuat mereka berdua menoleh secara bersamaan.
"Dikta" Ucap seorang perempuan yang rupanya adalah Lidya
"Tega kamu Dik ninggalin aku tega kamu cuma ngasih harapan palsu" Ucap Lidya ia tak terima mendengar kabar bahwa Pak Dikta akan menikah dengan Veranda pulak tu bagaimana ia tidak terkejut
"Kamu juga bocah kecil kecil udah jadi pelakor gak malu apa"Sungut Lidya membuat Veranda melotot "enak saja ngatain gue bocah"
"Eh tante gue gak pernah ya ngerebut siapapun dan lo ngatain gue bocah sorry gue bukan bocah lo kali yang bocah muka aja masih pake dempulan dih bocah" Ledek Veranda
"Dasar gak tau diri udah ngerebut calon suami gue bisa bisanya lo ngatain gue"Tunjuk Lidya ke Veranda
"Duh mbaknya budek apa gimana sih kan Suami saya pernah bilang kalo dia gak ada apa apa sama mbaknya gak malu apa ngaku ngaku ke suami orang, sayang emang kamu punya hubungan sama tante ini?" Ucap Veranda manja sambil mengeratkan pelukannya pada lengan Pak Dikta, Pak Dikta yang diperlakukan seperti itu berusaha sebisa mungkin menyembunyikan gugupnya
"Hm ya Lidya saya kan sudah berapa kali bilang ke kamu kita gak ada hubungan apa apa, jadi kamu gak usah ngaku saya calon suami kamu karna dari dulu sampai sekarang kita gak ada hubungan apa apa"Ucap Pak Dikta dengan nada dingin Veranda yang mendengar itu langsung menjulurkan lidahnya ke arah Lidya
"Tuh dengerin tante besok besok korek ya kupingnya biar gak jadi orang budek orang lagi udah tau suami orang masih aja diaku aku"Ucap Veranda sambil terkikik geli Lidya yang sudah kepalang malu itu tanpa basa basi dan tanpa salam lagi ia langsung turun dari pelaminan dan pergi dari sana.
"Bocah sialan tunggu pembalasan gue"Batin Lidya sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1