Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Julian lagi Julian lagi


__ADS_3

Setelah perdebatan memanas antara dirinya dan Julian akhirnya Fiona langsung tiba di kelasnya. Alya dan Veranda yang melihat Fiona merengut kesal jadi heran ada apa dengan sahabatnya itu.


"Lo kenapa Fi dateng-dateng cemburut gitu? " Tanya Veranda


"Au ah gue lagi kesel sama tu bocah gilak" Sungut Fiona


"Bocah gilak siapa" Tanya Veranda lagi


"Itu tu si gebetan elo dih kebanyakan tingkah tau gak tu bocah" Sungut Fiona lagi


"Gebetan Vera? Emang siapa Fi?"Tanya Alya


"Itu loh sih Julian yang anak baru itu" Ucap Fiona menjelaskan


"Dih sejak kapan dia gebetan gue ngarang banget lo" Ucap Veranda tak terima


"Emang diapain lo sama dia Fi? "Tanya Alya


"Lo berdua harus tau tadi dia nendang botol terus kenak kepala gue, ya gue tendang balik lah kenak ke die eh dianya gak terima malah balik nyolot ngeselin banget kan" Cerocos Fiona tanpa henti


"Jangan kesel kesel gitu jatuh cinta baru tau rasa lo" Sindir Veranda


"Dih gue jatuh cinta sama dia?? Gak mungkin banget bestie" Ucap Fiona sedangkan Veranda hanya mengangkat kedua bahunya


Jam istirahat telah tiba sesuai dengan perintah Pak Dikta Veranda akan makan bersamanya diruangan Pak Dikta.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" Sahut dari dalam


Veranda masuk ke dalam ruangan dan melihat sang suami yang masih fokus dengan laptopnya,karna menyadari tak ada sahutan dari orang yang masuk tadi Pak Dikta langsung saja mendongak melihat sang istri tengah berdiri


"Eh sayang sini ngapain berdiri disitu" Ucap Pak Dikta


"Aku ganggu ya Mas kayaknya kamu lagi sibuk"Ucap Veranda tak enak


"Enggak sayang, sini duduk aku pesenin dulu makanannya" Ucap Pak Dikta


Veranda langsung saja duduk di sofa yang berada diruangan Pak Dikta, melihat sang istri yang hanya diam membuat Pak Dikta gemas ia pun beranjak untuk mendekati sang istri, ia duduk disamping Veranda memperhatikan wajah cantik sang istri bukannya bosan ia malah menjadi semakin jatuh cinta bahkan ia sudah tergila-gila saking cintanya.


"M-mas ngapain liatin aku gitu" Ucap Veranda gugup ia salah tingkah ditatap oleh suaminya itu


"Kamu cantik sayang" Ucap Pak Dikta membuat pipi Veranda memerah


"Tiap hari aku makin jadi jatuh cinta sama kamu Veranda maaf kalo sampai detik ini aku belum bisa bahagiain kamu tapi aku mohon jangan tinggalin aku apapun yang terjadi tetep terus disamping aku"Ucap Pak Dikta tiba tiba membuat Veranda kaget sekaligus terharu


"Mas gak ada niatan aku untuk pergi dari kamu walaupun pernikahan kita diawali dengan kejadian konyol tapi gak ada niat aku untuk mengakhiri ikatan suci ini dihidup aku menikah cukup sekali dan sekarang hidup aku seluruhnya buat kamu, aku udah bener bener bahagia hidup sama kamu Mas, dan tolong jangan pernah kecewain aku"Ucap Veranda dengan mata yang berkaca kaca


"Gak akan aku akan selalu jaga kepercayaan kamu sayang, aku mencintaimu Veranda Claudysa Shakila"Ucap Pak Dikta sambil menyatukan keningnya dengan Veranda


"Aku juga mencintaimu Dikta Ananta Pramaja" Ucap Veranda sambil tersenyum Pak Dikta yang mendengar ucapan sang istri itu langsung saja mencium bibir Veranda dengan lembut menyalurkan rasa cinta yang begitu dalam


Veranda yang kaget awalnya karna dicium secara tiba tiba itu langsung saja membalas ciuman Pak Dikta. Pak Dikta yang melihat Veranda membalas ciumannya itu pun tak menyia-nyiakannya langsung saja menerobos dan mencicip setiap incinya, karna sudah diselimuti gairah tangan Pak Dikta langsung saja meraba bagian buah dada Veranda membuat Veranda melenguh

__ADS_1


"Ugh" Lenguhan Veranda membuat Pak Dikta semakin bergejolak ingin menuntaskan hasratnya


Langsung saja Pak Dikta membuka satu persatu kancing seragam Veranda lalu memasukkan tangannya meremas area milik sang istri itu, tanpa melepas ciumannya Pak Dikta membawa sang istri untuk terlentang di sofanya itu ia pun melanjutkan kegiatannya itu, namun tanpa diprediksi tiba-tiba...


BRAKK


"ASTAGFIRULLAH" Pekik seseorang membuat dua orang yang sedang memadu kasih itu kalang kabut.


*Flashback on


Bel istirahat berbunyi Veranda langsung saja meninggalkan kelas, namun arahnya bukan ke kantin melainkan ke ruangan Pak Dikta.


"Itu si cantik mau kemana tumben dua anak kucingnya kagak ikut" Monolog seseorang


Karna berniat ingin menjaili Veranda orang itu diam-diam mengikuti Veranda, langkah ny pun terhenti melihat Veranda berdiri didepan sebuah ruangan, ia mengintip dari arah tembok melihat Veranda sedang mengetok pintu, namun tak berselang lama Veranda langsung masuk dan menutup pintu itu. Karena urat kepo-keponya sudah menjalar sampai ke ubun-ubun ia pun keluar dari tempat persembunyiannya itu.


"Kok si cantik gak keluar-keluar ya??"Monolognya


"Gue tunggu aja deh" Lanjutnya


Dia pun menunggu Veranda sambil mondar mandir tak karuan


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


"Ini parah ni kok dia gak keluar-keluar sih"Monolognya


"Apa jangan-jangan dia kenapa-kenapa lagi" Lanjutnya


"Atau enggak dia diculik dari pintu kemana saja" Ucapnya semakin ngelantur


Karna sudah tak tahan dia pun langsung membuka pintu dengan cara mendobrak yang padahal pintu itu sendiri tak terkunci.


BRAKK


"ASTAGFIRULLAH" Pekiknya terkejut setengah mati


*Flashback Off


Veranda yang masih malu itu hanya menundukkan kepalanya Pak Dikta sudah merapihkan pakaiannya yang amburadul sedangkan Veranda disuruh ke kamar mandi itu membenahi penampilannya, tangan Veranda meremas roknya ia begitu takut karna ada memergokinya.


Sedangkan orang tersebut hanya menampilkan wajah datarnya ia begitu kaget melihat kejadian yang barusan ia pandang untung sekarang pintu sudah tertutup jadi tak ada yang mendengar obrolan mereka.


"Saya gak nyangka seorang guru seperti Bapak bisa ngelakuin hal bejat gini " Ucap orang tersebut


"Sebrengsek-brengseknya saya Pak gak pernah nodai wanita kenapa Bapak yang harusnya menjadi contoh malah ngelakuin itu dengan murid nya sendiri pulak" Ucap orang tersebut dengan nada mengejak


"Jul ini gak seperti yang lo bayangin" Ucap Veranda


Ya orang mengikuti dan memergoki aksi mereka barusan yaitu Julian

__ADS_1


"Emang lo tau yang gue bayangin gimana? Enggak kan" Ucap Julian dengan nada sinis


"Lo kenapa gak teriak Ver kalo lo digituin apa jangan-jangan lo kesenangan digagahi guru lo sendiri? Dibayar berapa lo? "Ucap Julian dengan nada sinis


"JAGA MULUT KAMU" Bentak Pak Dikta


"Kenapa gak terima? Atau jangan-jangan lo sering digilir udah berapa cowok yang gilir lo" Ucapnya lagi membuat hati Veranda berdenyut nyeri


Bugh


Satu bogeman keras menghantam wajah Julian, Pak Dikta benar benar marah istrinya dihina didepan matanya dengan kata-kata sehina itu.


"SAYA SUDAH KATAKAN JAGA MULUT KAMU, JANGAN BERANI-BERANINYA KAMU HINA ISTRI SAYA, KARNA SATU KATAPUN SAYA TAK PERNAH MENGHINA APALAGI MERENDAHKAN ISTRI SAYA" Ucap Pak Dikta dengan penekanan


"I-istri" Ucap Julian terbata bata


"Ya yang kamu hina itu istri saya belahan jiwa saya"Ucap Pak Dikta dengan nada dingin


"Gak mungkin? Bagaimana bisa Bapak itu guru sedangkan Veranda itu murid Bapak" Ucapnya masih mengelak dengan fakta yang barusan ia dengar


"Lo duduk dulu Jul biar gue jelasin" Ucap Veranda dengan nada lirih


"Jelasin Ver maksud semua ini apa? " Cecar Julian


"Ya gue sama Pak Dikta udah nikah beberapa bulan yang lalu" Ucap Veranda


Deg


"Ada yang patah tapi bukan pensil melainkan hati gue"Batin Julian


"K-kenapa kalian bisa nikah" Ucap Julian terbata bata


"Kami saling mencintai dan kami memang berniat menghalalkan hubungan kami" Ucap Veranda membuat Pak Dikta terkejut kenapa Veranda harus berbohong


"Tapi kenapa gak nunggu lo lulus dulu Ver" Ucap Julian lagi


"Ini namanya takdir Jul gue gak bisa ngelak takdir gue kalo pun takdir gue harus nikah sekarang gue bisa apa" Ucap Veranda membuat Julian terdiam


"Tapi lo tenang aja selama ini kita tetap profesional jadi lo tenang aja" Papar Veranda


"Tapi gak seharusnya kalian ngelakuin ini di sekolah" Ucap Julian


"Saya tau saya salah saya pikir tadi diruangan ini aman karna saya sudah pasang pengedap suara tapi masih ada tikus-tikus yang masuk" Sindir Pak Dikta membuat Julian mendelik tak terima


"Jul lo bisa kan untuk rahasiain hal ini" Ucap Veranda


"Termasuk dari dua temen lo? " Ujar Julian membuat Veranda mengangguk lemah


"Apa keuntungannya kalo gue ngerahasiain ini" Ucap Julian sambil mengangkat kedua alisnya


"Lo mau minta apa" Ucap Veranda


"Gampang lo harus traktir gue selama dua minggu dan lo harus rekrut gue sebagai temen lo juga" Ucap Julian membuat Pak Dikta tak terima karna otomatia Julian akan sering ketemu Veranda


"Gak saya gak terima" Ucap Pak Dikta


"Mas" Tegur Veranda

__ADS_1


"Oke gue setuju" Lanjutnya membuat Julian tersenyum puas


"Gak diterima sebagai pasangan setidaknya diterima sebagai kawan" Batin Julian.


__ADS_2