Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Veranda masih mengerjakan tugas yang disuruh oleh Pak Dikta dengan teliti ia menghitung dan menulis jawabannya.


"Sudah Veranda" Tanya Pak Dikta


"Sudah Pak" Ucap Veranda sambil menyerahkan bukunya


Pak Dikta meneliti jawaban ia yang dikerjakan oleh Veranda sudah hampir baik ia dapat menyimpulkan Veranda bukan anak yang kurang pintar dalam pembelajaran hanya saja ia terlalu malas mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru.


"Eh Veranda lo disini juga" Karna merasa namanya disebut Veranda melihat siapa yanf memanggilnya itu


"Eh Niko gue kira siapa,iya ini gue lagi les sama Pak Dikta" Ucap Veranda yang membuat Niko bingung


"Ha? Les apaan Ver? " Ucap Niko


"Les tambahan buat perbaikin nilai gue" Ucap Veranda


"Ooh gitu, btw gue gabung di meja lo aja ya Ver" Ucap Niko


"***.." Ucapan Veranda terhenti karna tiba-tiba saja Pak Dikta langsung menerobsnya


"Enggak" Jawab Pak Dikta


"Loh kenapa Pak saya kan mau gabung lagian Veranda gak keberatan kok" Sahut Niko tak terima


"Saya yang gak terima, kamu pikir saya sama Veranda ini main-main tidakk, saya disini untk membantu nilai Veranda dan dengan kedatangan kamu kesini membuat pikiran Veranda jadi terganggu akhirnya gak fokus sama yang berikan" Ucap Pak Dikta yang membuat Niko terdiam ia sadar karna omongan Pak Dikta semuanya benar


"Bapak apa-apaan sih Pak, saya gak papa kok kalo Niko kesini" Ucap Veranda gak terima


"Sekarang kamu bilang gak papa apa dengan kedatangan dia kamu tetap fokus, tidak Veranda kalo kamu ketemu dia pasti kefokusan tentang materi akan buyar, saya hanya memberitahu, tapi kalo kamu tetap mau dia duduk kesini silahkan biar saya yang pergi!!! " Ucap Pak Dikta panjang dan lebar membuat Veranda dan Niko menunduk merasa bersalah


"Maaf Pak" Ucap Veranda sambil menunduk


"Emm maaf Pak kalo kedatangan saya mengganggu kosentrasi Veranda, kalian lanjut aja biar saya cari tempat duduk lain, gue duluan ya Ver. Permisi Pak" Ucap Niko dan diangguki oleh Pak Dikta


Karna melihat muka Pak Dikta masih dingin Veranda ngerasa bersalah seharusnya ia tetap fokus pada lesnya tersebut.

__ADS_1


"Sekali lagi saya minta maaf Pak"Ucap Veranda


"Hm" Ucap Pak Dikta singkat


"Bapak maafin saya akan" Ucap Veranda sambil mengeluarkan puppy eyes nya


"Hais dia sungguh menggemaskan" Batin Pak Dikta


"Hm, lain kali kamu harus bisa bedakan mana waktu belajar mana waktu main" Tegur Pak Dikta


"Okey siap bos" Ucap Veranda sambil menyengir kuda, Pak Dikta yang melihat tingkah Veranda itu menyunggikan senyumnya


"OMO Bapak bisa senyum juga" Kaget Veranda mendengar itu Pak Dikta cepat-cepat mendatarkan lagi wajahnya


"Saya juga manusia Veranda" Ucap Pak Dikta dengan nada datar


"Saya kira Bapak muka tembok gak bisa senyum" Cicit Veranda tapi masih bisa di dengar oleh Pak Dikta


"Coba ulangi lagi" Ucap Pak Dikta sambil menatap tajam Veranda


Pak Dikta tak menyahut omongan Veranda ia melihat jam di tangan sudah menunjukkan waktu sore hari.


"Sebaiknya kita pulang udah sore juga nanti kita lanjut lagi les nya di lain waktu" Ucap Pak Dikta


"Baik Pak, makasih untuk les nya saya pulang duluan" Ucap Veranda


"Eh tunggu kamu pulang naik apa? " Tanya Pak Dikta


"Saya pesen ojek online aja Pak" Ucap Veranda


"Gak usah biar saya antar kamu" Ucap Pak Dikta membuat Veranda melongo


"Gak perlu Pak saya bisa sendiri" Ucap Veranda


"Saya gak peduli biar saya antar kamu gak liat cuaca mendung gitu" Ucap Pak Dikta

__ADS_1


"Emm emang gak ngerepotin Bapak? " Tanya Veranda


"Kalo ngerepotin ngapain saya ajak kamu" Ucap Pak Dikta pedas


"Emm iya Pak" Ucap Veranda


Pak Dikta melangkah maju menuju mobilnya yang ada di parkiran diikuti Veranda di belakangnya. Pak Dikta langsung melajukan mobilnya. Di mobil hanya keheningan yang mengisi mobil tersebut.


"Yang tadi pacar kamu? "Tanya Pak Dikta tiba-tiba


"Eh yang mana Pak" Ucap Veranda bingung


"Yang nyamperin kamu tadi" Ucap Pak Dikta


"Oh itu Niko Pak temen saya dari kelas 1 cuma dia ada dijurusan IPA"Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta menghembuskan nafas lega


"Oh baguslah" Jawab Pak Dikta yang membuat Veranda menyerinyitkan dahi bingung


"Maksudnya gimana ya Pak" Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta sadar akan perkataannya


"Eh gak, ini alamat kamu dimana" Ucap Pak Dikta mengalihkan pembicaraan


"Jalan Mawar komplek cendana no 12 Pak " Ucap Veranda yang diangguki Pak Dikta


Setelah kurang lebih 15 menit akhirnya sampai di depan rumah Veranda


"Makasih ya Pak udah nganterin saya pulang, maaf udah buat Bapak repot" Ucap Veranda


"Ya sama-sama" Ucap Pak Dikta sambil memandang Pak Dikta dengan pandangan sulit di artikan


"Emm Pak saya permisi ya makasih sekali lagi" Ucap Veranda yang diangguki oleh Pak Dikta


Veranda mendengar bunyi klakson mobil Pak Dikta pertanda ia telah pergi dari halaman rumah Veranda.


"Aduh kok jantung gue berdebar gini ya" Ucap Veranda seraya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2