Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Kerumah Mertua


__ADS_3

"Veranda" Panggil Pak Dikta saat ini mereka berdua sedang dikamar setelah makan malam


"Ya Mas" Sahut Veranda dengan tatapan masih fokus ke arah ponselnya Veranda tak menyadari bahwa Pak Dikta masih salting akibat panggilan Mas itu


Mendengar panggilan Mas itu sebisa mungkin Pak Dikta menyembunyikannya, jangan sampai Veranda tau bisa bisa ia bakal digoda lagi sama Veranda seperti tadi siang.


"Bunda nyuruh kita kerumah" Ucap Pak Dikta membuat Veranda seketika menghentikan aktivitasnya itu


"Maksud nya Bundanya Mas suruh kita kerumah" Ucap Veranda yang diangguki Pak Dikta


"Kapan? " Tanya Veranda lagi


"Kamu bisanya kapan?" Tanya Pak Dikta


"Emm gimana besok kan besok hari Jumat jadi bisa sekalian nginep" Usul Veranda


"Boleh" Sahut Pak Dikta sambil memejamkan matanya


...✨✨✨...


Pagi ini Veranda tengah sibuk berkutat dengan peralatan dapur dengan peluh keringat membasahi ia tetap fokus meracik sarapan untuknya dan sang suami, saking fokus pada masakannya itu Veranda tak menyadari sepasang yang tengah memperhatikannya itu.


"Lagi ngapain sih hemm" Ucap seseorang dengan suara serak serak basah sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Veranda membuat sang empu merinding seketika


Deg


"M-mas" Panggil Veranda


"Hmm" Dehem Pak Dikta sebagai jawabannya rupanya ia sambil memejamkan matanya dan menaruh wajahnya dipundak Veranda membuat ia terdiam kaku karna sebelum tak pernah bersentuhan seintim ini selain Papa dan Abangnya.


"Minggir dulu aku lagi masak nanti gak selesai makanannya" Ucap Veranda sambil melepaskan pelukannya namun bukannya melonggar pelukan itu semakin erat seolah olah tak ingin lepas


"Enggak mau" Ucap Pak Dikta dengan nada manja


Veranda yang mendengar nada manja dari suaminya itu seketika syok, Pak Dikta yang merasa Veranda kaget itu langsung berdehem agar citranya tak memalukan didepan sang istri.


"M-mas i-itu suara kamu" Ucap Veranda dengan nada terbata setelah sadar dari syok nya itu


"Aku mau mandi dulu kalo udah siap panggil aja aku dikamar"Bukannya menjawab pertanyaan sang istri Pak Dikta malah langsung mengalihkan pembicaraan dan ergi dari sana


"Itu laki gue bener? "Tanya Veranda ke dirinya sendiri


15 menit kemudian sarapan yang Veranda masak akhirnya jadi menu kali ini nasi goreng seafood dan sambal teri goreng. Karna jam sudah menunjukkan jam 6 lewat ia segera masuk ke dalam kamar untuk memanggil sang suami.

__ADS_1


"Mas sarapannya udah jadi" Ucap Veranda membuat Pak Dikta mematikan ponselnya ia pun berbalik badan untuk menghadap Veranda


Blussh


Veranda yang melihat sang suami hanya memakai handuk yang dililit dipinggangnya membuat pipinya memanas.


"Kenapa tu pipinya merah begitu" Ucap Pak Dikta pura pura tak tau penyebab sang istri salting seperti itu.


"Au ah buruan sana sarapan aku mau mandi dulu" Ketus Veranda ia langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia terlalu malu karna ketauan salting didepan suaminya itu


Tak lama Veranda baru menyadari bahwa ia tak membawa handuk untuk ia mandi terpaksa ia harus memanggil Pak Dikta namun ia berharap suaminya itu sudah dimeja makan.


"Mas" Panggil Veranda mencoba apa masih ada Pak Dikta atau tidak


"Yaa kenapa" Sahut Pak Dikta dengan tersenyum miring ia tau kenapa Veranda memanggilnya itu


"Emm bisa tolong ambilin handuk gak aku lupa bawa" Teriak Veranda dari dalam kamar mandi


"Iya tunggu" Ucap Pak Dikta lalu melangkah mengambil handuk bergambar doraemon itu untuk sang istri


Tok


Tok


Veranda yang mendengar handuknya sudah diambil itu pun langsung menyodorkan tangannya dibalik pintu


"Mana" Ucap Veranda


"Deketan dong mana nyampe gitu" Ucap Pak Dikta sambil mengulum senyum


"Is mana sih mas cepetan dong" Ketus Veranda


"Ya muka kamu mana, mana bisa liat kalo cuma tangan keluar gitu" Ucap Pak Dikta dengan jahil


Karna tak mau lama lama berdebat akhirnya Veranda memunculkan kepalanya di belakang pintu.


"Mana" Ucapnya lagi


"Sini deketan" Suruh Pak Dikta dan dengan polosnya Veranda ia memajukan kepalanya kehadapan Pak Dikta bukannya mendapatkan handuk ia malah...


Cup


Kecupan singkat yang diberikan Pak Dikta dibibir Veranda itu membuat Veranda linglung seketika, dan dengan jahilnya Pak Dikta mengambil tangan Veranda lalu meletakkan handuknya itu ditangan Veranda.

__ADS_1


"Mandi yang bersih ya, saya tunggu dibawah" Ucap Pak Dikta langsung melangkah pergi dari kamarnya


2 menit kemudian


Veranda yang masih linglung seketika tersadar dengan kejadian tadi


"Dia nyium gue?? " Tanyanya pada diri sendiri


Tak lama


"Huahhh bibir gue gak perawan lagi, mama bibir Vera ternodai hu hu awas lok Pak Guru mesum gue bejek bejek muka ganteng lo itu" Ucap Veranda dengan nada galak ia pun bergegas untuk mandi karna jam sudah siang


Brak


Pintu kamar mandi ditutup dengan kasar oleh Veranda bahkan suaranya sampai ke meja makan sedangkan sang pelaku sudah tertawa terbahak bahak.


Usai drama kamar mandi itu sekarang dimeja makan diisi keheningan mereka berdua sibuk dengan makanannya masing masing. Tak lama makanan Pak Dikta telah habis ia pun berniat memulai obrolan dengan sang istri.


"Kamu berangkat sama saya" Ucap Pak Dikta


"Enggak" Jawab Veranda singkat tanpa mengalihkan pandangan dari makanannya itu Pak Dikta yang menyadari tingkah lain sang istri sudah dapat memastikan bahwa sang istri tengah merajuk


"Kamu marah sama saya" Ucap Pak Dikta


"Enggak"Jawabnya singkat lagi


"Terus kenapa gak ngomong terus gak mau berangkat bareng saya" Ucap Pak Dikta dengan nada hati hati


"Is dasar ya memang semua cowok itu gak peka saya tu kesel sama Bapak seenak jidat nyium bibir saya, Bapak tau gak gara gara Bapak bibir saya gak perawan lagi huft dasar cowok" Ceplos Veranda dengan panjang lebar


Pak Dikta masih mencerna ucapan Veranda yang tak kalah cepat dengan rapper itu bentar-bentar tadi kata Veranda gak bilang bilang? Berarti bilang boleh dong?? Eh tapi gak perawan? Bibir astaga Pak Dikta baru mengerti pembicaraan Veranda itu.


"Jadi kamu pikir gara gara saya cium tadi bibir kamu gak perawan gitu?" Tanya Pak Dikta


"Iyalah" Jawab Veranda dengan nada ketus


"Ya gak papa dong saya kan suami kamu sah sah aja cium kamu malah dapet pahala" Ucap Pak Dikta yang membuat Veranda semakin kesal


"Iiihh kesel dasar omes" Teriak Veranda lalu berlalu pergi


"Hahaha"Tawa lepas Pak Dikta melihat kekesalan istrinya itu malah menambah kegemasannya


Iihh gemess

__ADS_1


__ADS_2