
"Apa iya gue hamil??" Batin Veranda
"Bunda tau kalian masih gak percaya dengan omongan Bunda kan?" Ucap Bunda Ratna yang dinagguki oleh Pak Dikta dan Veranda
"Gini deh Bunda tanya kalian udah melakukan iyaiya kan" Ucap Bunda Ratna dengan nada ambigu
"Iya iya apa Bunda" Ucap Veranda polos
Mendengar perkataan sang menantu membuat Bunda Ratna gemas sendiri melihatnya
"Maksud Bunda kalian udah ngelakuin hubungan suami istrikan" Ucap Bunda Ratna to the point
Veranda dan Pak Dikta seketika wajah mereka memerah mendengar ucapan frontal dari mulut Bunda Ratna.
"Bener kan?" Tuding Bunda Ratna, karena merasa terdesak akhirnya mereka mengangguk pertanda iya dari pertanyaan Bunda Ratna
"Nah kalo kalian udah pernah ngelakukan itu kemungkinan besar Veranda sedang hamil" Ucap Bunda Ratna
"Tapi kan Bun, kita kan cuma beberapa kali aja gak sering kayak Bunda" Ucap Pak Dikta dengan nada polos membuat wajah Bunda Ratna merah menahan malu dihadapan menantunya
"Ya tetep aja kemungkinannya hamil coba aja deh kamu beliin Veranda alat tes kehamilan biar kita cek sama-sama" Cetus Bunda Ratna
"Sekarang Bun?" Tanya Pak Dikta dengan polos
"Gak tahun depan ya sekarang DIKTA" Ucap Bunda Ratna dengan nada penekanan
"Hehe iya Bun aku berangkat dulu, sayang Mas pergi dulu ya kamu jangan kemana-mana inget" Ucap Pak Dikta sambil mengingatkan istrinya
__ADS_1
"Iya" Sahut Veranda
Pak Dikta melangkah keluar dan menuju parkiran mobilnya, tapi seketika langkahnya terhenti karna ia lupa pesan Bundanya tadi bergegas ia memasuki rumahnya kembali.
"Bun" Panggil Pak Dikta sambil memunculkan kepalanya disamping Bunda Ratna
"Astagfirullah Diktaa, kamu ngagetin aja" Ucap Bunda Ratna seraya mengelus dadanya
"Ya maaf Bun, aku lupa tadi apa namanya" Ucap Pak Dikta membuat Bunda Ratna gemas ingin menabok kepalanya
"Testpack Dikta kalo kamu susah bilangnya, bilang aja alat tes kehamilan inget kan" Ucap Bunda Ratna
"Ooh oke aku inget Bunda yaudah aku berangkat ya, dahh sayang" Ucapnya lalu melangkah pergi
"Bener-bener anak itu bikin kesel aja" Gerutu Bunda Ratna
"Kok kamu bisa betah sih modelan begitu" Ucap Bunda Ratna
"Ya gimana ya Bun namanya cinta heheh" Ucap Veranda membuat Bunda Ratna menggelengkan kepalanya
...✨✨✨...
"Aduh gimana ya" Ucap Veranda yang masih ragu-ragu mencelupkan alat tes kehamilan tersebut
20 menit yang lalu Pak Dikta dengan sekantong penuh yang isinya berbagai merek testpack Bunda Ratna hanya bisa mengelus dadanya melihat kelakuan aneh Dikta. Bunda Ratna pun lantas segera menyuruh Veranda untuk menggunakannya sesuai petunjuk.
"Bismillah" Ucap Veranda ragu-ragu lalu tangganya mencelupkan benda persegi itu kedalam air seninya
__ADS_1
Veranda membiarkan alat tes itu untuk beberapa saat, tangannya gemetaran takut membayangkan hasilnya nanti dapat mengecewakan semua orang. Veranda melirik jam di tangannya sudah 5 menit berarti alat itu boleh diliat, dengan tangan gemetar dan tubuh yang panas dingin Veranda melihat hasilnya tersebut, matanya menyipit melihat satu garis yang tebal dan satu garis yang samar iya jadi bingung karna takut salah menyimpulkan Veranda pun bergegas keluar untuk menanyakan ke sang Bunda.
"Bunda" Ucap Veranda pelan membuat Bunda Ratna, Pak Dikta serta Bik yani menoleh
"Gimana sayang hasilnya" Tanya Bunda Ratna dengan lembut
"Emm aku gak tau Bun" Lirih Veranda
"Kok gak tau sayang" Tanya Bunda Ratna
"Tadi aku udah cek tapi hasilnya aku gak ngerti" Ucap Veranda bingung
"Mana sini Bunda liat" Ucap Bunda Ratna segera Veranda mengambil benda itu dan memberinya kepada Bunda Ratna
Bunda Ratna meneliti hasil dari testpack tersebut terdapat satu garis tebal dan satu garis samar yang itu artinya....
"Alhamdulillah sayang kamu hamil" Pekik Bunda Ratna membuat mereka semua terlonjak kaget
"A-aku hamil?" Tanya Veranda dengan ekspresi kaget
"Iya sayang kamu hamil disini jelas garisnya dua cuma agak samar satunya" Jelas Bunda Ratna
"Alhamdulillah sayang bentar lagi kita bakal punya anak" Ucap Pak Dikta sambil memeluk tubuh Veranda sedangkan Veranda hanya diam mematung tak membalas pelukan Pak Dikta
"Selamat ya Non, Aden Bibik turut seneng semoga bayinya sehat dan lancar sampai persalinan nanti" Doa Bik Yani
"Aamiin" Ucap Bunda Ratna dan Pak Dikta sedangkan Veranda hanya diam dengan tatapan mata kosong
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Pak Dikta yang merasa aneh dengan ekspresi Veranda yang ia rasa tak bahagia dengan kabar kehamilannya itu