
Setelah drama handuk telah usai Pak Dikta dan Veranda beranjak untuk berangkat ke sekolah, hari ini sesuai kesepakatan mereka berdua akan berangkat bersama. Seakan paham bahwa sang istri sedang merajuk Pak Dikta yang sedang menyetir itupun menoleh ke arah Veranda untuk meminta maaf.
"Veranda saya minta maaf kalo karna kejadian tadi kamu masih marah sama saya" Ucap Pak Dikta dengan tulus
"Saya janji gak akan cium atau sentuh kamu selain pegangan tangan" Lanjutnya membuat Veranda terkejut
Eh?
"Emm bukannya gitu tapi Bapak tu kalo apa apa bilang jangan langsung sosor aja"Sungut Veranda
"Iya deh lain kali saya bakal bilang kalo mau cium kamu" Ucap Pak Dikta dengan tersenyum menggoda
"Eh??" Kaget Veranda dengan pipi sudah memerah
"Boleh gak?" Tanyanya lagi sambil mengulum senyum
"Emm iya" Ucap Veranda sambil menundukkan kepalanya karna pipinya sudah memerah seperti tomat
Pak Dikta yang melihat kelakuan sang istri itu dibuat gemas seketika ia langsung mengangkat dagu Veranda untuk menatap wajahnya.
Deg
Jantung Veranda berdetak cepat melihat jaraknya dan Pak Dikta hanya 3cm ia berusaha menormalkan detak jantungnya tapi tidak bisa jantungnya masih disko disko karna ditatap Pak Dikta.
"Jangan tutupin senyum indah kamu, karna itu hal yang berharga buat saya, senyum mu adalah kebahagiaan ku" Ucap Pak Dikta sambil tersenyum manis
"Anjirr meleleh hati adek ni bang"Batin Veranda bergejolak
Tak selang beberapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah Veranda yang waspada itu pun celingak-celinguk untuk memastikan kondisi aman terkendali, sedangkan Pak Dikta dengan santainya ia keluar sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana
Veranda berjalan dengan tergesa gesa tanpa melihat arah depan ia hanya fokus celingak celinguk ke arah kanan kiri.
Bruk
"Aduh" Ringis keduanya akibat jatuh bersamaan
Veranda langsung beranjak bangun membersihkan seragamnya, begitupun orang itu ia bangun dan membersihkan seragamnya.
"Eh lo kalo jalan pake mata dong" Ucap orang itu sewot
"Dimana mana jalan pake kaki Mbak, kalo ngeliat ya pake mata" Ucap Veranda santai membuat orang yang didepannya ingin meledak ledak
"Dasar gak punya akhlak lo udah salah malah gak ngaku lagi" Ucap perempuan itu sewot ya yang tabrakan dengan Veranda adalah perempuan siapa lagi kalo bukan Sella
"Ya ampun Sel lo yang nabrak kok lo yang sewot jangan sok jadi korban deh siapa suruh lo sibuk dengan bedak tebel lo itu, heran gue sebegitunya lo make bedak ya udah tebel padahal? Ups gue lupa lo kan nutupin dua muka bukan cuma satu muka hahaha" Ucap Veranda dengan mulud julidnya membuat Sella meradang, sadar bahwa Sella akan meledak Veranda langsung beranjak pergi
"Jangan lari lo urusan kita belum selesai" Teriak Sella
"BODO AMAT" Ucap Veranda tak kalah teriak tanpa menoleh ke arah Sella
...✨✨✨...
Pelajaran pertama dimulai kali ini dikelas Veranda sedang berlangsung mata pelajaran Matematika yang gurunya suami Veranda sendiri.
"Oke untuk hari ini kita akan mengadakan test ya" Ucap Pak Dikta membuat seluruh murid syok
"Yang bener aja Pak kita belum paham masa udah dibikin test" Ucap Ikhsan tak terima
"Kemana aja kamu selama ini saya jelaskan materi materi masa satu pun gak ada yang kamu tau" Ucap Pak Dikta membuat nyali Ikhsan menciut
"Gak ada bantahan hari ini kita akan test, saya kasih waktu 10 menit untuk belajar sebentar, setelah itu semua buku dan tas tarok didepan" Ucap Pak Dikta dengan nada tegas
"Fi lo udah belajar? " Tanya Alya dengan nada kecil
"Boro-boro belajar paham aja kagak gue sama si mtk ini" Dumel Fiona
"Elo Ver udah ngerti materi-materi Pak Dikta? "Tanya Fiona gelengan oleh Veranda
10 menit berlalu
Semua murid memasukkan buku kedalam tas lalu meletakkannya didepan papan tulis, setelah memastikan semua siswa dan siswi duduk, Pak Dikta mulai berjalan membagikan lembar perlembar ke meja para siswa siswi, saat di meja Veranda Pak Dikta berhenti memabagikan soalnya namun dengan sengaja ia menjatuhkan lembarnya itu, dengan posisi jongkong ia mengambil lembarannya lalu berbisik ditelinga Veranda tanpa disadari orang orang.
"Semangat ngerjakannya sayang! " Bisik Pak Dikta sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Veranda gugup seketika
"Kurang ajar ni muka tembok buat gue salting aja" Batin Veranda
"Kerjain kali Ver bukan bengong" Tegur Fiona membuat Veranda segera mengerjakannya
__ADS_1
"Saya kasih waktu 35 menit untuk ngerjainnya, bel bunyi semua harus dikumpulkan selesai atau gak selesai harus dikumpulkan" Ucap Pak Dikta tegas
Suasana kelas sunyi, semua siswa siswi sibuk berperang diotaknya bagaimana cara menentukan jawabannya itu
"Heran deh sama si X gak ketemu mulu sama Y, mangkanya jangan berantem lo yang bermasalah gue yang harus nyelesaiinnya" Dumel Alya membuat Fiona terkikik geli
"Lo ngedumel juga gak buat selesai tu tugas" Ucap Fiona membuat bibir Alya mengerucut
Tet
Tet
Bunyi bel pertanda kuis telah selesai semua siswa siswi hanya bermuka masam mendengarnya mereka sudah menduga kalo tak akan selesai mengerjakannya.
"Selesai gak selesai kumpulin sekarang!!" Ucap Pak Dikta membuat semua siswa siswi mengumpulkannya bahkan ada beberapa siswa yang hanya mengisi nama dan absen jawabannya diisi tulisan "Nihil"
"Minggu depan saya akan kasih tau nilainya, buat yang rendah akan ada remidi dan kalo pun tetap rendah itulah nilai kalian yang akan saya tulis. Paham" Ucap Pak Dikta dengan nada tinggi agar semua mendengar suaranya
"Paham Pak" Teriak seluruh murid
"Baik pelajaran kali ini udah selesai, terimakasih untuk hari ini selamat pagi" Ucap Pak Dikta langsung meninggalkan kelas
"Udah sih fiks nilai gue dibawah kkm" Seru Ikhsan
"Susah banget woii gilak keriting otak gue" Ucap Fiona
"Iya gue aja cuma nulis nama saking gataunya hehe" Ucap Doni sambil mencengir kuda
"Is susah banget gue aja baru ngerjain 5 soal" Sungut Alya
"Au susah amat sih Pak Dikta bener bener nguji kesehatan otak kita ya gak Ver? "Tanya Fiona ke arah Veranda
"Biasa aja" Ucap Veranda tanpa menolehkan kepalanya
Jawabann Veranda itupun membuat semuanya melongo. Seorang Veranda orang yang anti mtk bilang biasa aja wah wah perlu dipertanyakan ni.
"Lo demam Ver" Ucap Alya sambil mengecek suhu badan Veranda membuat Veranda memutarkan bola matanya
Ting!
Suara ponsel Veranda membuat Veranda langsung membuka ponselnya
Jm plng lngsg krngn sy!
^^^Ya^^^
Jgn lp
^^^Ya^^^
Cm y?
^^^Trs apa? Oh gitu?^^^
Hm
"Gajelas" Ucap Veranda yang didengar oleh dua telinga sahabatnya
"Siapa yang gajelas Ver? " Tanya Alya sambil mencodongkan kepalanya membuat Veranda mendorong jidat sahabatnya
"Iss kepo lo sono jauhan" Ucap Veranda membuat Alya mendelik kesal
Tak terasa bel telah berbunyi pertanda pelajaran telah usai Veranda cs bersiap untuk pulang.
"Eh langsung pulang Ver? "Tanya Fiona
"Iya ada urusan sama Mama soalnya" Ucap Veranda
"Yaudah gue duluan ya" Ucap Veranda yang diangguki kedua sahabatnya
Veranda melangkah menuju ruangan Pak Dikta setelah sampai diruangan suaminya itu ia langsung mengetoknya.
Tok
Tok
"Masuk" Sahut dari dalam
__ADS_1
"Pak" Panggil Veranda ke arah Pak Dikta yang masih fokus di depan laptopnya
"Mas" Tegur Pak Dikta tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop
"Eh iya Mas udah belum" Ucap Veranda gugup
"Bentar lagi" Ucapnya lalu mematikan laptopnya dan memasukkan ke dalam tas
"Yaudah ayok" Ucap Pak Dikta sambil memegang tangan Veranda
...✨✨✨...
Mobil Pak Dikta telah sampai dipekarangan rumah orang tuanya, ia segera mematikan mesin mobilnya lalu keluar untuk membukakan pintu untuk Veranda, Veranda yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tersenyum.
"Assalamualaikum" Ucap keduanya
"Waalaikumssalam eh ada aden, aden apa kabar" Ucap Bik Sumi
"Alhamdulillah baik Bik, Bibik sendiri apa kabar? "Tanya Pak Dikta
"Bibik baik den" Ucap wanita paruh baya itu
"Ohiya Bik, Ayah sama Bunda kemana? " Tanya Pak Dikta
"Tuan sama nyonya ada diruang keluarga den" Ucap Bik Sumi sambil mempersilahkan mereka berdua masuk
"Yaudah kita ke Ayah Bunda dulu ya Bik" Ucap Pak Dikta sambil memegang tangan Veranda
"Mangga den" Ucap Bik Sumi
Setelah sampai diruang tamu terlihat sepasang suami istri itu saling merangkul menonton televisi.
"Assalamualaikum Yah, Bun" Ucap Pak Dikta membuat rangkulan keduanya terlepas
"Waalaikumssalam kapan kamu dateng nak? " Tanya Bunda Pak Dikta
"Barusan Bun" Ucap Pak Dikta
"Yaampun ada anak Bunda yang cantik ini apa kabar kamu sayang? " Tanya Bunda kepada Veranda
"Alhamdulillah baik Bun, Bunda sendiri apa kabarnya? " Ucap Veranda sambil menyalim tangan wanita paruh baya itu
"Bunda baik kabarnya, yaudah kalian buruan bersih bersih deh pokoknya kalian harus nginep sini Bunda gak mau tau" Ucap Bunda Pak Dikta tegas
"Memang kita rencananya mau nginep sini Bund" Sahut Pak Dikta
"Bagus deh Bunda seneng dengernya" Ucap Bunda
"Yaudah kita bersih bersih dulu ya Bun" Ucap Pak Dikta
"Iya sana bersih nanti turun makan bareng ya" Ucap Bunda Pak Dikta yang diangguki Pak Dikta
"Vera sama Mas Dikta ke kamar dulu ya Bun" Ucap Veranda
"Iya sayang" Jawab Bunda Pak Dikta
Malam hari✨
Di meja makan keluarga Pramaja kali ini tengah ramai karna ada sang dan menantu baru nya itu. Bunda Pak Dikta tak henti hentinya menyuguhi Veranda dengan masakan masakannya membuat Veranda merasa senang karna diterima dikeluarga suaminya itu.
"Makan yang banyak ya sayang" Ucap Bunda Pak Dikta sambil tersenyum
"Iya Bunda makasih ya maaf Vera gak bantu" Ucap Veranda merasa tak enak ia ketiduran membuat tak bisa membantu mertuanya itu
"Gak masalah sayang" Ucap Bunda Pak Dikta
"Kamu juga Dikta makan yang banyak, kerjanya jangan terlalu diforsir, ingat sekarang kamu udah punya keluarga" Ucap Bundanya
"Iya Bun" Sahut Pak Dikta
"Jangan iya iya aja, kamu tuh kalo udah kerja lupa segalanya kalo kamu terlalu sibuk dengan kerjaan gimana mau kasih Bunda cucu" Ucap Bunda Pak Dikta membuat Veranda tersedak makanannya
Uhuk
Uhuk
"Apaan tadi? Cucu? Boro boro cucu ngelakuin aja enggak" Batin Veranda
__ADS_1
"Gimana mau cucu sih Bun orang aku belum ngegol gawangnya juga" Batin Pak Dikta