
Tak terasa hari berganti hari sekarang semua keluarga Pramaja dan keluarga Veranda sibuk mempersiapkan pernikahan yang akan dilangsungkan beberapa hari kedepan. Para orang orang tua sibuk mempersiapkan dari dekor, cathring, tema dan lain lain, sedangkan sang calon pengantin hanya mengikut kemauan dari sang orang tua Pak Dikta masih sibuk dengan kegiatannya di sekolah, sedangkan Veranda sudah izin beberapa hari ia hanya dikurung dikamar dan tidak boleh bertemu dengan Pak Dikta.
"Hadehh serasa dikurung bener bener gue" Ucap Veranda dengan kesal ia terlalu bosan dengan aktivitas itu itu aja makan, mandik, main hp, nonton drakor, tidur dan ini sudah berlangsung beberapa hari dengan gabutnya dia langsung mengechat sang calon suami.
...Pak Dikta Muka Tembok...
^^^Pak^^^
5 menit
7 menit
10 menit
Ya
^^^MasyaAllah singkatnyaa🤗^^^
^^^Gemes deh pengen nyekek☺^^^
Brn?
^^^Gak^^^
Oh
^^^Iih Bapak makin buat saya kesel^^^
Knp?
^^^Tau ah dasar gak peka udah datar gak pekan lagi^^^
^^^Yaampun mimpi saya dapet calon suami begini^^^
Jgn bnyk ngeluh bnyk brsykr puny cln suami gntng!
^^^Dih pd abis^^^
Hm
^^^Pak^^^
?
^^^Pak^^^
Ya
^^^Bapakkk^^^
__ADS_1
Knp Veranda
^^^Saya bosen!!^^^
Trs?
^^^Ya saya bosen Pak pokoknya bosen^^^
Ya klo km bosen trs hubgn dgn sy ap?
^^^Oh gpp^^^
^^^Gpp pak sumpah^^^
^^^Sy udh biasa diginiin^^^
^^^Gpp kok gpp🙂^^^
^^^Rea**d**^^^
"Anjir sialan mimpi apa gue mau nikah sama muka tembok itu astoge" Gerutu Veranda ia terlalu kesal padahal ia berkhayal mendapat suami yang romantis, peka,perhatian, pengertian, setia. Tapi oh tapi ekspetasi tidak seindah halu mu
Sedangkan di tempat lain
Pak Dikta senyum senyum sendiri membayangkan wajah sang pujaan hati yang sedang kesal itu pasti menggemaskan
"Aargh gak sabarnyaa sabar Dikta 3 hari lagi abis itu lo bebas milikin dia" Batin Pak Dikta
...Lidya...
*Aku mau ketemu kamu😚
^^^Sy gk bs*^^^
*Hrs mau dong syg
^^^Lidya slain gk pnya mlu km jg buta ya? Sy kn blng gk bs^^^
Pokoknya harus ketemu
Kalo kamu ttp gk mau ak bilang tu ke bocil disamping kamu kmrn klo kau itu calon suami aku😋😚
^^^Gk ush mcm" kta gk ad ap" ^^^
Ya mangkanya ketemu dong
^^^Dmn^^^
Tmpt biasa kta ktmu
__ADS_1
^^^Hm^^^
Sampai ktmu syg😘😘*
Read
Karna malas berdebat dengan Lidya akhirnya Pak dikta menyetujui untuk bertemu ia terlalu malas berbasa basi
Sekitar 25 menit akhirnya Pak Dikta sampai di tempat yang biasa ia bertemu Lidya tampak perempuan itu melambai pertanda bahwa ia telah sampai Pak Dikta langsung ketempat Lidya melihat Lidya sudah tersenyum kegirangan.
"Ada apa" Ucap Pak Dikta to the point
"Aku mau ketemu kamu" Ucap Lidya dengan nada manja
"Saya gak suka basa basi Lidya ada apa"Ucap Pak Dikta dengan nada penekanan
"Iya iya aku mau minta ketemu kamu soalnya ak ngerasa kamu makin berjarak sama aku, dan makin gak ada waktu" Ucap Lidya membuat Pak Dikta menghela nafasnya kasar
"Lidya saya sudah sering jelaskan kita ini tidak ada apa apa dari dulu sampai sekarang" Ucap Pak Dikta dengan nada datar
"Tapi kita dijodohin Dikta" Ucap Lidya dengan nafas memburu
"Dijodohin? Biar saya ingatkan itu omongan mama saya dan mama kamu dan saya tidak ada menyetujuinya, selama ini saya mau nganterin kamu kemana-mana karna menghargai mama saya dan mama kamu tidak lebih. Dan jangan kamu pikir dengan mama saya nyetuskan tentang perjodohan berarti kita sudah dijodohkan kamu salah besar Lidya sampai kapanpun saya gak akan mau sama kamu baik dari saya sendiri ataupun dari perjodohan" Ucap Pak Dikta dengan penekanan lalu berdiri dan melangkah pergi dari tempat itu ia emosi mendengar ucapan Lidya yang menganggap bahwa ia dan Lidya sudah dijodohkan? Omongan tak berfaedah
"Berani lo nolak gue, gue bakal balas semuanya Dikta gue gak terima semua perbuatan lo ini"Ucap Lidya dengan emosi ia tak terima ditolak mentah mentah oleh Dikta
Didalam mobil Pak Dikta masih tak habis fikir dengan ucapan Lidya tadi bahkan mama nya sendiri tak pernah bilang untuk dijodohkan, ini tiba tiba Lidya membuat spekulasi yang membuat kepalanya terasa mau pecah. Ia berfikir apakan ini ujian mau menikah datangnya sang mantan karna ia sering membaca ujian apa saja yang akan dilalui pada saat akan menikah, tapi si Lidya itu kan bukan mantannya apalagi pacarnya astaga pemikiran macam apa ini cepat cepat Pak Dikta menepisnya, lalu membuka ponselnya pandangan yang pertama ia lihat adalah wallpapernya terpasang muka sang pujaan hati membuat emosi yang tadi meluap seketika melunak ia sangat rindu dengan tingkah menggemaskan Veranda tapi apa boleh buat kata sang mama ia sedang dipingit
Oh iya masalah orang tua Pak Dikta mereka sempat marah besar terutama Ayahnya bahkan Pak Dikta sempat dipukul habis habisan oleh Ayahnya sendiri untung ada sang Bunda yang menahannya Ayahnya sangat kecewa mendengar penuturan sang putra walau tak menutup kemungkinan putranya tak melakukan hal itu tapi ia bersyukur anaknya berniat bertanggungjawab atas apa yang ia lakukan. Sedangkan sang Bunda ia senang sekaligus kecewa, ia senang karna sebentar lagi putranya akan menikah hal yang selama ini ia tunggu-tunggu, tapi yang membuat ia kecewa perbuatan sang putra namun namanya hati seorang ibu tetap lembut dan penuh kasih sayang walau sang anak membuatnya kecewa bahkan Pak Dikta sempat mencium kaki Ayah dan Bunda nya karna menyesal sudah membuat mereka kecewa. Sudahlah semua telah berlalu sekarang Pak Dikta mendapat hikmahnya yang baik maupun yang buruk. Yang baik ia segera akan menikah dengan sang pujaan hati yaitu Veranda sedangkan yang buruk ia takkan mau mengulangi kesalahan bodoh itu.
"I love you more than anything Verand" Ucap Pak Dikta sambil mengecup layar ponselnya yang terpampang foto Veranda
"Uhuk uhuk uhuk aduhh siapa yang nyebut nama gue ni" Ucap Veranda sambil menepuk nepuk dadanya saat asik membaca novel ia tiba terbatuk batuk entah fikiran darimana tiba tiba ia berfikir bahwa ada orang yang menyebut namanya
"Gue sumpahin yang nyebut nama gue kangen terus sama gue enak aja,gue lagi asik asik baca diganggu" Gerutu Veranda lalu melanjutkan bacanya
Dikediaman Pramaja
"Assalamualaikum" Ucap Pak Dikta saat memasuki rumah
"Waalaikumssalam" Ucap Ayah dan Bundanya
"Baru pulang kamu nak" Tanya sang Bunda
"Iya Bunda"Sahutnya setelah mencium tangan sang Bunda dan Ayah
"Yaudah kamu bersih bersih dulu ya, habis itu turun Bunda udah siapin makanan kesukaan kamu" Ucap Bundanya sedangkan sang Ayah hanya acuh tak menganggap keberadaan Dikta
"Iya Bun yaudah aku bersih bersih dulu ya Bun, Yah" Ucap Pak Dikta yang diangguki Bunda sedangkan Ayahnya tak menyaut sama sekali Pak Dikta yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya lalu melangkah untuk keatas, tapi disaat langkah ketiga tiba tiba suara sang Ayah membuat langkahnya terhenti
__ADS_1
"Habis makan temui saya diruang kerja" Suara datar nan dingin menyapa telinga Pak Dikta ia tau Ayahnya sangat marah dan kecewa membuat hatinya merasa teriris
"Baik Yah" Ucapnya lalu melangkah ke atas dengan hati penuh rasa bersalah.