Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Les Tambahan


__ADS_3

Veranda mengerutkan dahinya tiba-tiba melihat nomor yang ia tak kenali.


...+62858********...


"*Bsk sy tunggu di cafe mentari jam 10 pagi jgn telat!"


^^^"Maaf ini siapa ya? "^^^


"Hm sy Dikta guru kamu"


^^^"Oh Pak Dikta, maaf ya saya kira siapa tadi"^^^


"Hm y jgn lupa bsk"


^^^"Emang ada apa bsk Pak? "^^^


"Kamu gak mau les tambahan? "


^^^"Aduh maaf Pak saya lupa, besok saya jam 10 langsung ke cafe mentari Pak"^^^


"Bgs jgn telat kalo gak mau nilai kamu dibawah KKM"


^^^"Baik Pak🙂"^^^


Read*


"Iih nyebelin banget sih ni guru kalo dia bukan guru udah gue bejek-bejek tu mukanya yang datar" Gerutu Veranda


Veranda pun bersiap tidur karna besok harus bersiap bertemu guru yang paling ia tak sukai itu.


Pagi hari tibaa tapi gadis cantik itu masih terlelap nyenyak di kasur empuknya.


"KRING KRING KRING"


Bunyi ponsel Veranda berdering dengan mata yang terpejam tanpa melihat siapa yang menelpon langsung saja ia angkat.


"Ada apa sih Fi lo kan tau ini jadwal gue untuk rebahan please jangan ganggu gue, gue ngantuk banget" Ucap Veranda dengan mata masih terpejam


"Kamu gak liat ini jam berapa? " Ucap orang tersebut dengan nada dingin


"Yaampun Fi masih pagi kali, eh tapi tunggu sejak kapan suara lo jadi kayak gitu deh" Ucap Veranda masih setengah linglung


"Sebelum kamu angkat telpon pastikan siapa yang menelpon kamu itu" Ucap orang itu


Dengan muka bantalnya dan mata masih belum terbuka sempurna Veranda melihat nama kontak yang menelponnya. Nama Pak Dikta tertera dengan sempurna kontak yang baru semalam ia save tersebut membuat jantung Veranda berpacu dengan cepat.


"Anjirr bisa-bisanya gue nyangka Pak Dikta itu Fiona" Batin Veranda

__ADS_1


"Em ha-halo Pak maaf saya kira tadi Fiona" Cicit Veranda takut


"Saya tunggu kamu 15 menit dari sekarang sampai 15 menit kamu gak dateng kesini nilai kamu tetap akan dibawah KKM" Tegas Pak Dikta tanpa bantahan


"Eh tapi Pak saya kan bel..." Ucapan Veranda terhenti karena telpon sudah dimatikan oleh Pak Dikta


"Njirr cuma 15 menitt" Ucap Veranda bergegas secara kilat untuk mandi


5 menit Veranda habiskan untuk mandi ia tak peduli bersih atau tidak badannya yang penting badannya terkena air. Ia pun bergegas menuju meja rias untuk menambah bedak dan liptint sedikit biar gak gembel-gembel benar dengan secepat kilat ia menuju bawah.


"Ma, Pa aku berangkat dulu ya" Ucap Veranda sambil memakai sepatu


"Loh kamu mau kemana ini Ver" Tanya sang Mama


"Aku ada les tambahan Ma" Ucap Veranda


"Kok mendadak gini sih Ver kamu sampe buru-buru gini" Ucap sang Papa


"Udah telat banget soalnya Pah" Ucap Veranda sambil memesan ojek online dikarenakan motornya sedang rindu akan bengkel


"Kamu gak sarapan dulu tuh" Ucap Mama Lili.


"Gak sempet Ma, waktu udah mepet banget nih" Ucap Veranda sambil melangkah ke depan gerbang


"Ma, Pa aku berangkat dulu ya assalamualaikum" Ucap Veranda


Veranda meminta tukang ojol tersebut melajukan motor dengan kecepatan tinggi, ia tak peduli banyak pengendara lain yang marah akibat ulahnya yang terpenting nilainya terselamatkan.


...✨✨✨...


Veranda telah sampai di cafe mentari ia bergegas masuk ke dalam dengan berlari.


"Hos hos hos" Veranda telah sampai di meja Pak Dikta dengan nafas ngos-ngosan


Pak Dikta hanya mengerinyitkan dahinya melihat Veranda yang berkeringan dan nafas ngos-ngosan seperti itu.


"Pak, maaf sekali lagi saya telat"Ucap Veranda sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada


"Yaudah karna mood saya hari ini lagi bagus, saya maafkan untuk hari ini tapi untuk di lain kesempatan kamu begini lagi jangan harap" Ucap Pak Dikta dengan mata tajam dan menusuk


"Makasih Pak" Ucap Veranda


"Hm" Jawab singkat Pak Dikta


Veranda duduk di tempatnya lalu mengeluarkan buku-buku bersiap untuk les bersama guru ternyebelinnya itu.


"Silahkan kamu pesan dulu baru kita lanjut" Ucap Pak Dikta

__ADS_1


"Mbak" Ucap Pak Dikta sambil memanggil pelayan cafenya


"Kamu pesan apa" Tanya Pak Dikta


"Saya pesan milkshake matcha aja Pak" Ucap Veranda


"Itu aja makanannya? "Tanya Pak Dikta lagi dan dijawab Veranda dengan gelengan


"Yaudah mbak milkshake matcha nya 1, americano nya 1, crispy banana cheese nya" Ucap Pak Dikta kepada pelayan itu


"Saya ulangi ya Pak milkshake matcha 1, americano nya 1, dan crispy banana cheese, ada tambahan lagi Pak" Ucap pelayan tersebut dijawab gelengan oleh Pak Dikta


"Baik harap ditunggu ya Pak, Mbak" Ucap pelayan tersebut lalu pergi


"Em pak" Panggil Veranda


"Ya" Ucap singkat Pak Dikta


"Hari ini kita les tentang apa ya" Tanya Veranda


"Em materi apa aja yang tidak kamu mengerti" Ucap Pak Dikta


"Semua Pak" Ucap Veranda membuat Pak Dikta melongo tapi segera mendatarkan lagi wajahnya


Obrolan mereka terhenti karna ada pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.


"Silahkan Pak,Mbak" Ucap pelayan tersebut


"Makasih ya Mbak" Ucap Veranda sambil tersenyum


"Ehem baik saya akan menjelaskan materi tentang deret angka dulu" Ucap Pak Dikta


Pak Dikta menjelaskan dengan panjang lebar dan Veranda mendengarkannya dengan seksama tanpa ia sadar ia mengagumi wajah tampan sang guru.


"Baru sadar gue, Pak Dikta kalo di perhatikan muka nya ganteng banget" Batin Veranda


"Ehem" Deheman Pak Dikta membuyarkan lamunan Veranda


"Gimana sudah paham penjelasan saya" Ucap Pak Dikta


"Ssudah Pak" Ucap Veranda kikuk


"Baik silahkan kamu kerjakan yang ini kalo udah selesai kamu tunjukin ke saya" Ucap Pak Dikta yang diangguki Veranda


Selama mengerjakan Veranda tak sadar bahwa dari tadi Pak Dikta memperhatikannya bahkan matanya tak berkedip memandang Veranda.


"Kamu sangat cantik Veranda" Batin Pak Dikta.

__ADS_1


__ADS_2