Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Perubahan Julian (2)


__ADS_3

"Karna gue gak nerima elo, jadi lo ngejauhin gue padahal gue harap kita bisa temenan dengan baik tapi gue salah. Mungkin memang bener harusnya kita gak usah temenan apalagi saling kenal" Ucap Veranda membuat hati Julian yang mendengarnya tak karuan


Deg


Julian langsung membalikkan badannya dan menghadap ke arah Veranda menatap Veranda dengan tatapan sulit diartikan.


"Gue gak bermaksud kayak gitu Ver" Ucap Julian dengan nada lirih


"Lo seharusnya gak gini Jul tapi kalo lo yang mulai buat saling ngejauhin its okey gue gak masalah kehilangan satu teman modelan kayak lo" Sentak Verands membuat Julian menundukkan kepalanya


Mendengar perkataan Veranda entah kenapa membuat hati Julian teriris. Salahkah dia ingin menyembuhkan lukanya dulu.


"Gue gak bisa maksain hati gue Ver, lo tau gue ada perasaan sama lo dengan gue deket sama lo gue takut, gue gak bisa ngontrol perasaan gue" Ucap Julian dengan nada lirih


"Mungkin dengan cara ngejauhin lo, gue bisa nata hati gue yang lagi patah. Maaf Ver mungkin cara gue pengecut tapi dengan gue semakin deket sama lo, gue takut perasaan gue semakin besar" Ucap Julian lalu melangkah pergi


"LO PENGECUT JULIAN" Teriak Alina membuat langkah Julian terhenti


"IYA LO PENGECUT BANGET TAU JUL" Sahut Sasa


"Segitu doang rasa pertemanan lo sama kita?" Sindir Alina


"Kemaren aja lo ngedeketin kita katanya mau bertemen eh taunya cuma bullshit" Cibir Sasa

__ADS_1


"Gue tulus mau berteman sama kalian bukan bullshit" Sahut Julian setelah membalikkan badannya dan menghadap ketiga sekawan itu


"Halahh nyesel gue ngijinin lo masuk pertemanan kita" Ucap Sasa dengan nada ketus


"Gue minta maaf gue gak bermaksud" Ucap Julian lirih


"Sekarang gue tanya lo tulus atau gak sama kita?" Ucap Alina yang diangguki oleh Julian


"Lo masih mau berteman atau tetep mau ngejauh karna lo gak diterima sama Veranda?" Tanya Alina lagi


"Gue jujur gue masih mau berteman sama kalian, tapi gue takut gak bisa ngontrol perasaan gue ke Veranda" Sahut Julian


"Kalo lo masih mau temenan sama kita, kita bakal bantuin lo move on dari Veranda gimana" Cetus Alina yang entah kenapa tak rela Julian menjauh dari mereka semua


"Emang kalian bisa?" Tanya Julian dengan nada polos


"Tapi apa kalian yakin bisa bikin gue move on dari Veranda" Ucap Julian dengan nada tak yakin


"Lo gak percaya? Yaudah sih kita cuma nawarin kalo gak mau gak masalah gak rugi juga buat kita" Sinis Sasa membuat Julian seketika mengangguk


"Gue mau gue mau move on dari Veranda" Ucap Julian antusias


"Bener lo" Tanya Alina memastikan

__ADS_1


"Iya serius gue" Ucap Julian


"Yaudah pulang sekolah ikut kita nongki, ntar kita kasi tau caranya" Ucap Alina


"Iya gue ikut" Ucap Julian langsung


"Ok, kita cabut dulu see you" Pamit Veranda dan melangkah pergi bersama Alina dan Sasa


"Huft semangat Julian lo pasti bisa move on dari Veranda"Gumam Julian


"Lagian gue kan ganteng gue bisa dapetin yang cantik dan seksoy dari si Veranda" Ucap Julian dengan percaya diri lalu melangkah dengan gaya slow motion dengan menyisir rambutnya kebelakang membuat siswi yang berada disekitarnya berteriak histeris


"*Omg itu Julian ganteng banget"


"Info lowongan jadi pacar kamu dong"


"Sayang munduran dikit gantengnya kelewatan"


"Rahim ku anget Mas liat senyum mu"


"Julian malming jalan yuk gue mau makan pentol kuah juga hayuk gasken*"


Teriakan para cewek-cewek membuat kepercayan diri Julian semakin meningkat, ia merasa pesonanya semakin berlipat ganda bahkan tak jarang ia melemparkan kiss jarang jauh membuat mereka auto kejang masal.

__ADS_1


"Gila pesona gue gak ada tandingannya" Gumam Julian sambil tersenyum


"Tapi tetep aja pesona gue kalah dengan Pak Dikta" Gumam Julian lagi seketika senyumnya luntur bibirnya mencebik mengingat hal itu.


__ADS_2