
Hari ini semua akan berubah dari status dan kehidupan kedepannya bahkan dengan cara sama sekali tak terbesit dipikirannya.
Veranda memandang pantulan dirinya didepan cermin tak ada raut kebahagiaan seperti pengantin perempuan pada umumnya hanya ada tatapan kosong yang ada di pandangan Veranda perlahan air matanya keluar dari bola mata cantik itu dia masih tak habis pikir dengan pernikahan konyol ini? Menikah dengan gurunya sendiri? Jauh dari pikiran Veranda bahkan terbayangkan pun tidak.
"Dek"Panggil Bang Keinan membuyarkan lamunan Veranda, Veranda yang mendengar namanya dipanggil langsung saja menoleh ke arah suara itu
Bang Keinan langsung saja masuk ke dalam kamar sang adik ia melihat wajah Veranda dipenuhi dengan air mata ia paham Veranda masih belum bisa nerima keadaan yang berubah secepat ini.
"Kenapa nangis sih makin jelek tuh"Goda Bang Keinan membuat Veranda memberengut kesal
"Bang aku masih gak percaya ini semua terjadi, aku gak yakin dengan pernikahan konyol ini kenapa kalian bisa nikahin aku sedangkan aku sama sekali gak ngelakuin apa apa"Ucap Veranda sambil terisak Bang Keinan yang mendengar tangisan Veranda lagi langsung saja merengkuh tubuh adiknya kedalam dekapannya
"Sst gak boleh ngomong gitu apa yang udah terjadi sekarang tugas kamu tinggal menjalaninya, kamu tau kan abang kemarin kemarin sama sekali gak bisa nerima ini semua, tapi setelah abang pikir pikir lagi mungkin ini memang jalan terbaiknya gak perlu disesali cukup kamu jalani dengan ikhlas" Ucap Bang Keinan dengan sekali sekali mengecup kening sang adik
"Dengerin abang percaya sama abang kamu akan dapet kebahagiaan kamu nanti dek, jangan jadikan pernikahan kamu ini penyesalan hidup kamu tapi jadikan awal permulaan kebahagiaan kamu"Nasehat Bang Keinan yang diangguki oleh Veranda, Bang Keinan kembali mengecup kening sang adik dengan lama lalu melepasnya
"Udah jangan nangis lagi masa mau jadi manten jelek begini" Goda sang Abang
"Iih abang ngeselin"Ucap Veranda sambil mengerucutkan bibirnya
"Hahaha yaudah ya abang keluar dulu nanti mama yang jemput kamu"Ucap Bang Keinan sambil melepaskan dekapannya Veranda yang mendengar ucapan sang abang hanya menganggukan kepalanya lalu pergi keluar dari kamar Veranda
Sesuai dengan kesepakatan bersama bahwa akad nikah diadakan ditaman rumah Veranda sedangkan resepsinya nanti dihotel punya keluarga Pak Dikta.

Sesuai dengan tema yang dipilih oleh orang tua masing masing mereka lebih memilih netral untuk akad nikah putra putri mereka untuk tamu sendiri hanya orang orang terdekat serta rekan bisnis dari kedua belah pihak
Di dalam mobil
"Huft" Hembusan nafas keluar dari mulut Pak Dikta ia daritadi berusaha menahan gugupnya namun tak bisa berulang kali ia menarik buang nafasnya untuk mengurangi gugupnya sang Bunda yang melihan kegugupan sang anak hanya tersenyum manis.
"Tenang sayang semua akan berjalan dengan lancar rilekskan fikiran kamu"Ucap sang Bunda sambil menggenggam tangan sang putra
"Iya Bunda"Ucap Pak Dikta sambil menyembunyikan gugupnya
"Kamu sudah hafalin semalam Dikta"Tanya sang Ayah to the point
"Sudah Yah"Ucap Pak Dikta
"Terus apa yang membuat mu masih takut Ayah perhatikan kamu bukan hanya gugup tapi taku benar kan" Ucap Sang Ayah sambil menggoda putranya
__ADS_1
"Emm aku takut gak lancar ngucapinnya terus gak jadi nikah sama Veranda"Ucap Pak Dikta sambil tersenyum kikuk sedangkan Ayah Bundanya terkekeh mendengar penuturan anaknya
"Ada ada aja kamu udah bawa tenang sebentar lagi kita sampe jangan sampe gak hafal loh" Ledek sang Bunda
15 menit kemudian akhirnya keluarga Pramaja sampai dikediaman keluarga Veranda
"Assalamualaikum"Ucap Ayah Dikta sebagai salam sebelum memasuki pekarangan rumah keluarga Veranda
"Waalaikumssalam"Sahut mereka semua
"Apa kabar Pak" Ucap Papah Veranda sambil melangkah maju menyalami calon besannya
"Alhamdulillah baik, bapak sendiri beserta keluarga gimana kabarnya? "Ucap Ayah Dikta
"Alhamdulillah baik juga Pak" Ucap Papah Veranda
"Yasudah mari masuk pak penghulu kebetulan sudah datang" Ucap Papah Veranda sambil menggiring keluarga Pramaja masuk ketempat acara
...✨✨✨...
Setelah serangkaian acara yang dilalui akhirnya acara inti akan dimulai dimana akan merubah status kedua mempelai tersebut
"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Dikta Ananta Pramaja apakah sudah siap? "Tanya sang penghulu
Mic yang awalnya didepan pak penghulu sekarang berubah didepan Papah Veranda
"Bismillahirrahmanirrahim sebelum saya memulai ijab qabul nya izinkan saya untuk berbicara kepada Saudara Dikta Ananta Pramaja" Ucap Papah Veranda sambil menarik nafas panjang
"Yang harus kamu tau nak, orang pertama yang memeluk putriku adalah aku,orang pertama yang mencium putriku adalah aku,orang pertama yang merawat putriku adalah aku,namun kuharap kamu akan jadi orang yang menemaninyaseumur hidup.Jika ada hari di mana kamu tak mencintainya lagi, tolong jangan katakan padanya. Katakan padaku, aku akan membawanya pulang."Ucap Papah Veranda sambil menangis bahkan seluruh tamu yang hadir ikut terharu mendengarnya termasuk Veranda ia menyaksikan melalui monitor didalam kamarnya ikut menangis mendengar ucapan sang Ayah begitu besar sayang sang Ayah kepadanya padahal ia telah mengecewakannya.
"Saya tidak bisa berjanji untuk tidak membuatnya menangis, tapi saya selalu berusaha semampu dan sebisa saya membuatnya bahagia seperti ia bahagia terhadap Papahnya"Ucap Pak Dikta dengan tegas membuat Papah Veranda tersenyum teduh mendengarnya
"Baik, silahkan jabat tangan saya" Ucap Papah Veranda membuat Pak Dikta langsung saja menjabat tangan calon mertuanya itu
"Bismillahirrahmanirrahim, Saudara Dikta Ananta Pramaja Bin Doni Pramaja saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Ananda Veranda Claudysa Shakila Binti Rayhan Adiguna dengan mas kawin berupa 1 buah mobil,1 buah rumah beserta isinya, perusahaan Pramaja Crop sebesar 45%, uang tunai sebesar 150 juta, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!!" Ucap Papah Veranda dengan tegas serta jabatan tangannya semakin erat
"Saya terima nikah dan kawinnya Veranda Claudysa Shakila Binti Rayhan Adiguna dengan mas kawin tersebut dibayar tunaii!!" Ucap Pak Dikta dengan lantang dan tegas
"Bagaimana para saksi?" Tanya Pak Penghulu
"Sah" Ucap para saksi
__ADS_1
"SAHHH" Ucap seluruh tamu beserta teman teman Dikta yang paling bersemangat
"Alhamdulillahirobbil'alamin sekarang kamu sudah sah menjadi suami dari Ananda Veranda" Ucap Pak Penghulu
Sedangkan dilain sisi
Veranda menangis menyaksikan Papahnya yang telah resmi menyerahkannya kepada suaminya yaitu gurunya sendiri perasaannya sekarang campur aduk antara sedih,takut, kecewe ataupun mungkin senang???
TOK
TOK
TOK
"Nak, kamu sudah siap?" Tanya Mamah Lili yang sudah masuk ke kamar Veranda
"Sudah Mah" Ucap Veranda
"Yaudah turun yuk suami kamu sama yang lainnya sudah nunggu"Ucap sang Mama
TAP
TAP
TAP
Mendengar derap sepatu seseorang membuat semua orang menoleh ke arah suara itu betapa terpukaunya mereka melihat sang pengantin wanita nya begitu cantik dan anggun bahkan Pak Dikta dari tadi sama sekali tidak ada mengedipkan matanya saking terpukaunya.
Veranda menggunakan kebaya khas sunda dikarenakan ia dan mamahnya dari keturunan sunda ia begitu cantik menggunakan kebaya itu perlahan langkah demi langkah ia mendekati gurunya yang sudah menjadi suaminya itu. Pak Dikta yang melihat Veranda mendekat langsung saja berdiri ia mengulurkan tangannya ke arah Veranda,Veranda yang melihat tangan seseorang langsung saja mendongakkan kepalanya dan
DEG
Ia terpukau dengan ketampanan Pak Dikta wajah begitu tampan dengan baju pengantinnnya
"Ganteng banget woii"Batin Veranda
Dikta menggunakan pakaian yang sama dengan Veranda dengan warna senada Pak Dikta tampak mengerinyitkan dahinya melihat tangannya tidak diambil Veranda
__ADS_1
"Veranda"Panggil Pak Dikta membuat Veranda membuyarkan lamunannya ia langsung saja mengarahkan tangannya ke tangan Pak Dikta dan langsung saja Pak Dikta menggenggamnya membawanya duduk di kursi yang disediakan
Setelah menandatangani surat surat nikah mereka berdua Veranda diarahkan untuk memakaikan cincin ke arah Pak Dikta,begitu juga sebaliknya mereka sama sama masih kaku lalu Veranda mengambil tangan Pak Dikta dan menciuminya dengan lembut setelah selesai, giliran Pak Dikta yang mencium kening Veranda agak begitu lama ia juga mengucapkan doa doa didalam hatinya berharap pernikahannya dengan Veranda selalu diberi kebahagiaan dan keberkahan didalamnya.