
"Apa Veranda tau? Tapi gak mungkin" Batin Sella
"M-maksud lo apa sih Ver gak jelas banget tau gak" Elak Sella
"Gak ada maksud sih gue cuma ngomong apa adanya" Ucap Veranda dengan nada santai
"Elo gak usah memutar balikkan fakta kan elo yang suka godain cowok, sampe Pak Dikta pun elo godain ups" Ucap Sella dengan tangan menutup mulutnya sambil tertawa sinis
Veranda yang mendengar perkataan Sella membuat emosinya mendidih tangannya terkepal erat guna menahan emosinya. Julian yang melihat Veranda emosi seketika langsung memegang tangannya erat.
"Udah Ver lo gak usah dengerin dia, biarin aja anggep aja orang gila" Ucap Julian sambil menenangkan Veranda
"Ooh selain Pak Dikta sekarang lo juga godain Julian ya si anak baru ini heran gue lo kasi apa sih sama mereka? Apa jangan-jangan lo ngasi tubuh lo ke mereka OMG Veranda gak nyangka gue" Ucap Sella dengan tersenyum miring ia puas melihat Veranda yang hanya terdiam ia pikir Veranda takut kepadanya sehingga ia tersenyum puas melihat keterdiaman Pak Dikta
Niko tak tinggal diam melihat Veranda direndahkan Sella seketika ia langsung memasang badan di depan Veranda membuat mata Sella membelak kaget melihat Niko yang melindungi Veranda di belakang punggungnya.
"Sayang kamu ngapain sih" Ucap Sella dengan nada lembut membuat Niko ingin muntah mendengarnya
__ADS_1
"Lancang banget mulut lo ngatain Veranda" Sentak Niko membuat Sella kaget
"Lo gak perlu ngerendahin Veranda segitunya, karna yang gue lihat elo lebih rendah daripada sampah! Ups canda sampah!!" Ucap Niko dengan nada pedas membuat Sella sekuat tenaga menahan tangisnya
Veranda tersenyum miring melihat Sella yang diserang kata-kata oleh Niko, menurutnya orang seperti Sella memang harus diberi pelajaran biar gak seenaknya.
"Lo jahat banget Niko" Ucap Sella dengan nada lirih
"Kalo gue jahat kenapa? Ada masalah buat lo dan satu lagi gue gak suka lo manggil-manggil gue sayang. Sadar dong posisi lo, dengan gak tau dirinya lo ngaku-ngaku jadi pacar gue" Sentak Niko dengan mata tajam membuat nyali Sella yang tadi berkobar seketika menciut
Niko, Julian, Alina, Sasa beranjak dari hadapan Sella tersisa Veranda yang masih berdiri sambil tersenyum miring menatap Sella.
"Uuh kacian sedih ya digituin Niko cup cup jangan nangis ya cantik" Ucap Veranda dengan nada mengejek
"Diam lo!!" Sentak Sella dengan nada tinggi ia tak terima dengan omongan Veranda barusan
"Aduhhh jangan marah dong cantik" Ucap Veranda sambil menepuk bahu Sella
__ADS_1
"Kirim salam ya sama Om Herman siapa tau lo dapet barang branded lagi" Ucap Veranda sambil berbisik di samping telinga Sella
Deg
Sella terkejut mendengar penuturan Veranda, hatinya masih tak menyangka Veranda sampai tau nama laki-laki itu. Seketika tubuh Sella gemetaran takut rahasianya akan terbongkar Veranda yang sadar Sella ketakutan tersenyum sinis.
"Jangan takut gitu dong cantik" Ucap Dira meledek
"En-ngak ada yang takut kok" Kilah ceritanya
"Hehe bagus deh, yaudah gue pamit ya" Ucap Veranda
"Titip salam ke Om Herman ya" Bisik Veranda lalu melangkah pergi menyusul teman-temannya
"Sialan" Umpat Sella tak terima
"Apa jangan Veranda tau? Gak gak mungkin, tapi kok dia bisa tau nama Om Herman ah bangsat awas aja dia berani ember habis dia sama gue" Monolog Sella sambil melangkah pergi dengan menghentakkan kakinya
__ADS_1