Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Makin Aneh


__ADS_3

"Eh?" Kaget Veranda melihat respon Pak Dikta


"Huaaaa aku di bentak istri aku, hiks hiks aku mau pergi aja hiks srot srot" Tangis Pak Dikta sambil menyedot ingusnya yang ikut keluar bersamaan dengan air mata


"Aduh kok nangis sih?" Ucap Veranda sambil kebingungan


"Cup cup jangan nangis dong sayang nanti jadi jelek loh" Ucap Veranda menenangkan


"Huaaaahh aku dikatain jelek hiks hiks" Raung Pak Dikta membuat Veranda kaget


"Astaga salah ngomong gue" Batinnya sambil meringis


"Enggak kok gak jelek ganteng banget suami akuu lop yu pul" Ucap Veranda dengan kata-kata manisnya


"Udah ya sayangku jangan nangis, sayang mau bilang apa bilang" Ucap Veranda membujuknya.


"Mau cucu" Ucap Pak Dikta


Mata Veranda seketika melotot mendengar perkataan Pak Dikta.


"Bentar-bentar apa kata dia tadi? Cucu? Maksudnya susu apa gimana" Batin Veranda


"Kamu mau susu?" Tany Veranda yang dibalas anggukan oleh Pak Dikta


"Yaudah aku bikinin dulu di dapur kamu tunggu disini" Ucap Veranda lalu melangkah keluar tapi langsung ditahan oleh Pak Dikta


"Gak mau susu itu" Ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Katanya tadi mau susu yaudah aku bikinin dulu" Ucap Veranda

__ADS_1


"Gak mau" Ucap Pak Dikta dengan ekspresi cemberut


"Terus maunya apa?" Tanya Veranda dengan kesabaran yang tinggal setipis kapas


"Itu" Tunjuk Pak Dikta menggunakan matanya ke arah aset Veranda membuat Veranda seketika menyilangkan dadanya dengan kedua tangannya


"Dasar mesum" Ucap Veranda sambil melotot


"Aku mau susu itu huahhh mau susu ituu hiks hiks Pera pelit hiks" Ucap Pak Dikta dengan menangis kejer


Dalam hati Veranda menggerutu kesal seenak jidat suaminya ini mengganti namanya dari 'Vera' menjadi 'Pera'


"Yaudah baring kamu sana" Ucap Veranda dengan nada ketus


Pak Dikta tanpa basa basi langsung menurut ia langsung baring ke kasur sambil memiringkan badannya. Veranda pun menaiki kasurnya dan berbaring berhadapan dengan Pak Dikta.


Deg


Deg


"Mau itu" Rengek Pak Dikta membuat Veranda langsung tersadar dengan setengah hati Veranda pun memberi apa yang diminta bayinya itu


"Puk puk lagi pantat aku" Ucap Pak Dikta sambil menyusu membuat aku ingin menabok muka tampannya


"Tidur Mas gak usah aneh-aneh mulu" Ucap Veranda namun tak ada sautan


Hari ini Veranda benar-benar bingung ada apa yang menimpa suaminya ini kenapa bisa berubah sekali. Apa dia kebentur jadi amnesia? Atau dia sakit banyak pertanyaan dibenar Veranda ingin menanyakan lagi tapi takut Pak Dikta menangis dan susah dibujuk membuat ia pusing 7 keliling.


Pov Veranda

__ADS_1


Ku elus kening mulusnya wajahnya yang tampan namun ngeselin ini bisa membuat aku jatuh cinta. Dengan pernikahan konyol yang tak pernah aku bayangkan bisa membuat aku jadi perempuan bahagia, laki-laki yang ia panggil di sekolah ini 'Pak' bisa memberi kebahagiaan yang tak terduga.


"Semoga apapun yang terjadi kamu gak akan berubah ya Mas, aku cinta sama kamu" Batin Veranda


"Sayang garukin punggung aku" Ucap Pak Dikta dengan mata terpejam


Aku pun menurutinya dengan lembut aku menggaruk punggung yang masih berbalut kaos itu.


"Sayang puk puk pantat aku" Ucapnya lagi dengan mata terpajam


"Huft sabar Vera" Batin Veranda


"Puk puk sayang" Rengek Pak Dikta, aku pun langsung mengepuk bokongnya itu


Puk


Puk


Puk


Puk


Ku tepuk lembut bokong Pak Dikta sambil sekali-sekali mengelus punggungnya, namun tiba-tiba


Broootttt


Mata Veranda melotot sempurna mendengar suara alunan yang keluar dari pantat Pak Dikta astaga ia dikasi doorprize sebuah kentutan yang sangat tidak estetik.


"Mas kamu kentut ya" Ucapku dengan nada sewot

__ADS_1


"Hehe iya wangi kan sayang" Ucapnya sambil menyengir kuda


__ADS_2