
Hari ini sepasang suami istri itu sedang dalam perjalanan menuju rumah Bunda dari Pak Dikta, karna bangun tidur tadi Pak Dikta sudah merengek pengen ngerasain nasi goreng Bundanya itu. Selang 1 jam akhirnya sampai di kediaman mertua Veranda itu.
"Assalamualaikum" Ucap Pak Dikta beserta Veranda
"Waalaikumssalam" Ucap Bik Yani pembantu dirumah Pak Dikta itu
"Eh ada aden sama non, mari masuk" Ucap Bik Yani
"Iya Bik, Bunda ada gak?"Tanya Pak Dikta
"Ada Den lagi di taman belakang" Ucap Bik Yani
"Oke deh kita ke belakang dulu ya Bik" Sahut Veranda
"Iya non" Ucap Bik Yani
Mereka berdua pun beranjak ke arah taman belakang terlihat perempuan yang masih terlihat cantik itu sedang duduk memandangi bunga-bunga yang ia tanam.
"Assalamualaikum Bun" Ucap Veranda dan Pak Dikta
"Waalaikumssalam" Ucap Bunda Ratna lalu menoleh
"Eh anak-anak Bunda dateng" Ucap Bunda Ratna senang melihat Veranda dan Pak Dikta
"Apa kabar Bun" Ucap Veranda sambil menyalimi Bunda Ratna
"Baik sayang kamu apa kabar?" Ucap Bunda Ratna
__ADS_1
"Baik Bun" Ucap Veranda sedangkan Pak Dikta langsung duduk tanpa berbicara
"Emm Bun" Ucap Veranda ragu-ragu
"Ya sayang kenapa" Ucap Bunda Ratna lembut sambil mengelus lembut rambut Veranda
"Emm gini Bun tujuan kita kesini karna Mas Dikta lagi pengen nasi goreng teri masakan Bunda" Ucap Veranda membuat Bunda Ratna mengerinyit bingung
"Tumben?" Ucap Bunda Ratna sambil memandang ke arah Pak Dikta
"Lagi pengen Bunda" Rengek Pak Dikta membuat Bunda Ratna kaget melihat sikap anaknya itu
"Gak demam" Ucap Bunda Ratna sambil memegang dahi Pak Dikta
"Aku gak sakit Bunda" Rengek Pak Dikta sambil mengamit lengan Bundanya
"Bunda bilang aku aneh" Ucap Pak Dikta sambil berkaca-kaca
"Eeh kok nangis cup cup jangan nangis ya" Ucap Veranda sambil mengelus punggung Pak Dikta
"Ini kenapa sih ini kenapa Dikta jadi begini" Ucap Bunda Ratna
"Gak tau udah dari kemarin kayak gini aku juga bingung" Ucap Veranda sambil menenangkan Pak Dikta
"Yaudah kamu tunggu disini aja biar tenang, Bunda masuk dulu masakinnya" Ucap Bunda Ratna
Tak sampai 15 menit akhirnya nasi goreng teri pun jadi dengan lahap Pak Dikta langsung memakannya.
__ADS_1
"Emm masakan Bunda emang paling enak" Ucap Pak Dikta dengan mulut penuh
"Iya yaudah kamu habisin dulu" Ucap Bunda Ratna yang dibalas anggukan oleh Pak Dikta
"Ek akhirnya kenyang" Ucap Pak Dikta sambil bersendawa memegang perutnya yang terlihat buncit
"Makasih ya Bun the best nasi gorengnya" Ucap Pak Dikta sambil mengacungkan jempol ke arah Bundanya
Bunda Ratna terdiam bingung melihat sifat anaknya yang sangat berubah drastis. Tapi tunggu dulu setelah ia ingat-ingat dulu Ayahnya pun sama pernah kayak gini saat ia sedang mengandung Dikta apa jangan-jangan??
"Ver" Panggil Bunda Ratna
"Iya Bun" Ucap Veranda
"Kamu udah datang bulan?" Tanya Bunda Ratna, Veranda seketika bingung ditanya soal itu
"Emm bulan ini belum sih Bun kayaknya terlambat deh" Ucap Veranda sambil tersenyum kikuk
"Jangan-jangan kamu hamil lagi" Cetus Bunda Ratna tiba-tiba membuat Pak Dikta yang sedang menikmati teh hangat tersedah
"Uhuk Uhuk"
"Bunda kalo ngomong suka ngaco" Sahut Pak Dikta dengan muka memerah karna air teh tadi memasuki hidungnya
"Loh bener ini Bunda ngomong Veranda telat dateng bulan, kamu tingkahnya aneh begini mirip banget sama Ayah kamu waktu Bunda hamil kamu" Jelas Bunda Ratna membuat mereka berdua terdiam
"Apa iya gue hamil??" Batin Veranda
__ADS_1