
Setelah berpulang sekolah Veranda dan teman-temannya langsung melangkah menuju ke parkiran terlihat Julian sudang nangkring di atas motor gedenya.
"Eh lo udah daritadi nunggu Jul?"Tanya Veranda basa basi
"Enggak baru aja kok, eh btw itu siapa pacarnya Alina atau Sasa?" Tanya Julian
"Sembarangan aja lo" Cetus Alina
"Ini Niko namanya, Niko ini namanya Julian. Niko itu sahabat gue dari kecil" Ucap Veranda memperkenalkan diri
"Salam kenal bro" Ucap Niko sambil tos ala cowok kepada Julian
"Salam kenal juga bro gue kira gue cowok sendiri" Ucap Julian sambil terkekeh membuat Niko juga ikut terkekeh
"Yaudah yuk buruan berangkat" Ucap Alina yang diangguki mereka
Mereka langsung ke motor masing-masing, untuk hari ini Veranda menggunakan motor scoopy kesayangannya, Niko menggunakan motor gedenya sedangkan Alina dan Sasa berboncengan menggunakan motor scoopy hanya berbeda warna dengan Veranda.
"Let's go" Ucap Niko lalu menekan pedal gas motornya
Veranda, Alina, dan Sasa melihat Niko sudah berjalan duluan tak tinggal diam, mereka langsung menarik gas nya langsung menyalip dua motor gede itu.
"Wlee" Ejek Veranda sambil menjulurkan lidah membuat Alina dan Sasa disampingnya tertawa
Melihat Veranda meledek mereka, Niko dan Julian langsung menambah kecepatan motor mereka melewati para cewek-cewek itu.
"Yahhh naik sepeda atau naik motor Mbak lelet amat" Ejek Niko membuat Julian terbahak-bahak
Hidung Veranda kembang kempis tak terima diejek oleh Niko dan Julian ia pun mengacungkan jari tengahnya ke arah Niko dan Julian.
"Sialan lo" Umpat Veranda tak terima
__ADS_1
Selang 20 menit akhirnya mereka semua sampai di Mall, mereka pun langsung turun dari motor masing-masing lalu masuk ke dalam Mall.
"Eh gue sama yang lain mau ganti baju dulu" Ucap Alina
"Oke deh kita tunggu di kursi tunggu aja" Sahut Niko
"Emang kalian gak ganti baju?" Tanya Sasa
"Enggak seragam kita udah ketutup sama hoodie" Ucap Julian yang diangguki oleh Niko
"Yaudah deh kita ke toilet dulu" Ucap Sasa lalu mereka semua melangkah pergi
"Jangan lama" Ucap Niko yang dibalas ancungan jempol oleh mereka
Hanya butuh waktu 10 menit akhirnya Veranda, Alina dan Sasa telah berganti pakaian mereka pun keluar dari toilet lalu melangkah ke arah kursi tunggu.
"Yaudah yuk kita mau kemana dulu ni? " Ucap Veranda
"Setuju udah lama juga gak kesana" Ucap Niko
"Boleh boleh yuk" Sahut Alina
Mereka pun berjalan menuju timezone, sesampainya disana mereka mencoba berbagai macam permainan, dari mulai yang mudah sampai yang gampang bahkan sesekali mereka tertawa karna kekonyolan Julian.
"Huft capeknya" Ucap Veranda yang baru saja keluar dari arena timezone
"Iya tapi seru juga ya" Ucap Sasa
"Banget boleh deh kapan-kapan kita quality time yang kek gini" Ucap Alina yang disetujui mereka semua
"Makan yuk laper gue"Ajak Niko membuat mereka semua mengangguk
__ADS_1
Mereka berjalan dengan posisi Veranda, Alina dan Sasa di depan sedangkan Julian dan Niko berada di belakang mereka, saat di perjalanan tiba-tiba mereka di hentikan suara yang menurut mereka sudah tak asing.
"Eh ada cabe mau kemana be?" Suara yang tak asing membuat mereka semua menoleh ke arah suara tersebut
"Kasian ya katanya kaya, tapi gak punya kaca" Ucap Veranda membuat mereka semua tertawa
"Sialan lo cabe" Umpat Sella lalu pandangannya mengarah ke arah Niko dengan tatapan berbinar
"Eh ada ayang Niko" Ucapnya dengan nada manja membuat mereka semua berekspresi ingin muntah
"Ayang kok ngajak aku sih jalannya, malah ngajak cabe-cabean ini jalan, ayang tu harus jauh-jauh dari mereka gak level tau gak" Cerocos Sella
"Dih siapa lo ngatur-ngatur gue?" Sahut Niko singkat, padat dan jelas
"Iih ayangg aku tuh calon pacar kamu" Ucap Sella dengan percaya diri
"Siapa bilang lo calon pacar gue buat mimpi deket sama aja lo gue najis" Ucap Niko dengan kalimat pedasnya
"Kapan sih kamu sadar Niko kalo aku tu cinta sama kamu" Ucap Sella dengan mata berkaca-kaca
"Sampai lo bangun dari mimpi lo, denger ya Sella sekalipun cewek di dunia ini tinggal lo mending gue jadi perjaka tua daripada berhubungn sama modelan kayak lo"Ucap Niko membuat Sella kalah telak
Jleb
Hati Sella teriris mendengar perkataan Niko, tapi ia harus kuat karna dia yakin bahwa Niko hanya dalam pengaruh Veranda dan teman-temannya.
"Cinta katanya tapi diobral sana sini udah kayak baju aja" Cetus Veranda membuat Sella bungkam
Deg
"Apa Veranda tau? Tapi gak mungkin" Batin Sella
__ADS_1