
Setelah drama penggrebekan yang terjadi Veranda dan Julian bersiap untuk kembali ke kelas mereka.
"Mas aku pamit ke kelas dulu ya" Ucap Veranda
"Iya hati-hati ya" Ucap Pak Dikta sambil tersenyum manis
"Dih hati-hati emang mau kemana pake hati-hati segala" Cibir Julian
"Iri aja lo" Sewot Veranda
"Saya izinin kalian jalan barengan ke kelas tapi ingat kamu harus jaga jarak minimal 5 meter dari Veranda kalo bisa sih lebih, dan gak ada pake sentuh menyentuh Veranda seujung kuku pun. Paham!" Ucap Pak Dikta dengan nada tegas membuat Julian dan Veranda melongo
"Dikira gue corona apa pake jaga jarak segala"Gumam Julian namun masih di dengar Pak Dikta
"Dengar gak" Sentak Pak Dikta membuat Julian kaget
"Iya iya paham" Ucap Julian
Mereka berdua langsung saja meninggalkan ruangan Pak Dikta setelah pamit barusan saat di jalan Julian berada dibelakang Veranda sesuai perintah Pak Dikta untuk menjaga jarak dengan istrinya tersebut. Namun karna urat kepo nya masih merajalela ia pun tak tahan untuk menanyakan tentang pernikahan Veranda itu.
"Ver" Panggil Julian
"Ya" Sahut Veranda
"Lo kok mau sih nikah sama Pak Dikta" Ucap Julian dengan perlahan bahkan langkahnya sudah disamping Veranda
"Ya siapa juga yang enggak mau udah ganteng kaya lagi"Ucap Veranda santai
"Dih matre juga lo ya" Ucap Julian
"Realistis bro" Sahut Veranda
"Vera berati gue kalah dong" Ucap Julian dengan nada sedih
"Kalah kenapa" Ucap Veranda heran
"Iya gue kalah sebelum berperang" Ucap Julian lirih sedangkan Veranda mengerinyitkan dahinya heran ia masih bingung arah pembicaraan Julian itu
"Gue suka sama lo, eh tapi lo udah ada laki ya kalah lah gue belum juga maju, udah ditampar dengan kenyataan" Ucap Julian
Veranda yang mendengar itu langsung menghele nafas panjang ia sebenarnya tak menyangka bahwa Julian memiliki rasa padanya.
"Sorry gue gak tau" Ucap Veranda sambil langsung menghadap Julian membuat jalan keduanya terhenti
"Gue gak tau lo sampai bisa ada rasa saka gue, lo gak perlu sedihin gue karna gue yakin banyak cewek diluaran sana yang mau sama lo" Ucap Veranda yang memberi semangat kepada Julian
"Thank you Ver gue harap lo terima gue sebagai temen lo" Ucap Julian tulus
"Gak masalah asal itu tulus"Ucap Veranda
"Ohiya gue juga mau bilang tipe gue bukan playboy cap kadal kayak elo" Ejek Veranda
"Sialan lo" Ucap Julian lalu mereka berdua tertawa bersama
__ADS_1
"Ekhem" Deheman seseorang membuat tawa mereka terhenti lalu secara serempak menolehkan wajahnya ke arah sumber suara
Deg
"Mampus" Batin keduanya
"Emm Pak saya duluan ya gurunya udah masuk soalnya, saya pamit ya Pak" Ucap Veranda lalu lari terbirit-birit
"Eh a-anu Pak emm" Seketika Julian menjadi gugup karna ditatap dengan tatapan tajam milik Pak Dikta
"Aduh Pak mulut saya mules eh maksudnya perut saya yang mules saya ke toilet dulu ya Pak" Ucap Julian tanpa mendengar jawaban dari Pak Dikta ia langsung menyelipir pergi
Sedangkan Pak Dikta yang melihat tingkah laku kedua muridnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
...✨✨✨...
Tet
Tet
Tet
Bel pulang telah berbunyi setelah guru keluar dari kelas Veranda bersiap untuk menuju parkiran karna sang suami sudah menunggunya terlebih dulu.
"Guys gue duluan ya" Ucap Veranda
"Buru-buru amat Ver" Ucap Fiona
"Iya hati-hati Vera" Ucap Alya
Veranda berjalan dengan tergesa gesa dikoridor sekolah takut sang suami menunggu lama. Setelah melihat mobil Pak Dikta langsung saja Veranda masuk namun sebelum itu ia memperhatikan sekeliling dulu.
"Maaf ya Mas udah buat nunggu lama" Ucap Veranda tak enak
"Gak apa-apa kok sayang" Ucap Pak Dikta sambil menggenggam tangan Veranda
"Yaudah kita langsung pulang ya" Ucap Pak Dikta yang diangguki oleh Veranda
Tanpa Veranda sadari sedari ia keluar dari kelas sampai memasuki mobil Pak Dikta ada sepasang mata yang mengawasinya.
"Ternyata ini yang namanya sakit tapi tak berdarah" Gumam seseorang lalu ia berjalan menuju arah motor gedenya
Tak sampai 25 menit seseorang yang mengawasi Veranda itu tiba di gedung yang merupakan markas tempat ia berkumpul bersama bosnya.
"Widih bos baru dateng ni" Ucap salah satu anak buahnya
"Kusut amat muka lu Jul" Ucap teman dekat nya yang bernama Roy
"Bacot lo semua" Sahut orang itu, ya orang yang sedari tadi mengawasi Veranda adalah Julian saat ini ia berada di basecamp geng motornya
"Eh emang muka gue jelek ya" Tanya Julian tiba tiba membuat semua aktivitas anak buahnya terhenti
"Jawab lo semua malah bengong" Sentak Julian membuat mereka semua tersadar
__ADS_1
"Lo nanya muka lo ganteng atau enggak sama kita" Ucap Roy memperjelas kalimat Julian yang langsung diangguki oleh Julian
"Ganteng banget bos malah kalo bisa gue pengen nukar muke gue sama muka elo" Ucap salah satu anak buahnya
"Yaampun Jul tumbenan lo nanyak yang kek beginian" Ucap temen dekatnya yang bernama Heru
"Gue ditolak cewek" Ucap Julian dengan nada lirih namun masih didengar mereka
"APA?? DITOLAKK?? " Ucap mereka secara serempak
"BWAHAHAHAHAHA" Tawa mereka semua seketika langsung pecah menyaksikan kemalangan Julian yang ditolak cewek
Julian yang melihat mereka menertawakannya seketika darahnya pun mendidih
"Bangsat lo semua bukannya ngehibur gue malah ngetawain gue" Ucap Julian tak terima
"Aduh aduh bentar Jul perut gue sakit Hahahha" Ucap Heru tanpa menghentikan tawanya
Julian yang melihat Heru begitu puas menertawakannya tanpa basa-basi langsung saja ia menendang bokong Heru
Bugh
"Aduhh sialan lo Jul ngapain lo nendang gue" Sungut Heru
"Siapa suruh ngetawain gue" Ucap Julian tak terima
Hening sejenak
"Kok lo bisa ditolak sama cewek Jul? "Tanya Roy tiba-tiba ia begitu heran kenapa ada cewe yang nolak Julian secara muka oke,dompet oke, apalagi coba?
"Dia nya udah punya laki" Ucap Julian seketika membuat tawa mereka pecah lagi
"Hahaha anjir anjir perut gue kliyengan" Ucap salah satu anak buah Julian yang kesakitan saking tak kuat ketawa
"BWAHAHAHA sekalinya jatuh cinta sama bini orang" Ucap Heru
"Karma playboy" Ucap Roy
"Ha sialan lo semua gue dateng kesini butuh semangat bukan bullyan bangsat" Sentak Julian membuat mereka seketika bungkam
"Ekhem" Deheman heru memecahkan keheningan
"Sabar aja Jul mungkin dia bukan yang terbaik" Ucap Heru dengan nada bijaknya
"Udah pesona lo pasti bisa naklukin betina-betina" Sahut Roy
"Hemmm" Dehem Julian
Julian pun menyalakan rokoknya hingga asap mengepul untuk menghilangkan stresnya lalu ia membuka ponselnya yang ternyata terpampang wajah Veranda sebagai wallpaper, seketika Julian langsung menghela nafasnya merubah wallpapernya menjadi warna hitam sesuai suasana hatinya, lalu membuka galeri tertera album khusus Veranda disitu lalu iya menekan pilih semua, tangan nya masih ragu-ragu untuk menekan tombol hapus.
"Lo terlalu 'WAH' untuk gue yang 'HAH' " Batin Julian
Dengan keyakinan yang penuh ia langsung menekan tombol hapus dalam kurung waktu 5 detik foto Veranda telah terhapus semua ia pun menghela nafas panjangnya.
__ADS_1