
Hari ini Veranda dan Pak Dikta yang sedang berada dirumah orang tua Veranda berencana akan pindah ke apartemen Pak Dikta sekarang mereka berdua sedang siap siap.
"Kamu bawa itu aja"Tanya Pak Dikta sambil menunjuk 2 koper Veranda itu
"Iya ngapain banyak banyak, ntar kalo saya nginep disini gak ada baju dong"Ucap Veranda membuat Pak Dikta menganggukan kepalanya
"Bapak gak bawa apa apa? "Tanya Veranda ia melihat Pak Dikta sama sekali tidak membawa barang
"Semua barang saya udah disana"Ucap Pak Dikta
...✨✨✨...
"Papah, Mama saya ijin bawa Veranda untuk tinggal diapartemen saya terimakasih sudah mengizinkan Veranda untuk ikut saya"Pamit Pak Dikta
"Iya nak ini sudah kewajiban kami karna sekarang Veranda adalah tanggungjawab kamu, Veranda harus ikut kemanapun kamu pergi"Ucap Mama Lili membuat Pak Dikta tersenyum
"Benar Dikta sekarang Veranda tanggung jawab kamu bimbing dia arahkan dia ke jalan yang benar, kalo dia salah tegur dia tapi papah mohon kamu jangan pernah main tangan ke putri papah"Nasehat Papah Rayhan
"Baik Pa saya akan inget semua pesan pesan papah"Ucap Pak Dikta membuat orang tua Veranda tersenyum lega
"P-pah" Ucap Veranda lirih sang Papah yang melihat sang putri terisak itu langsung saja merentangkan tangannya, Veranda yang melihat itu langsung saja menubruk badan kekar sang Papah
"Sst jangan nangis dong putri papah"Ucap Papah Rayhan sambil menangkup pipih Veranda
"Dengerin Papah ya jadilah istri yang baik turutin apapun perkataan suami mu selama itu benar,penuhi semua kebutuhannya,jangan sekali sekali kamu membantahnya karna sekarang surgamu bukan lagi kami tapi suamimu"Ucap Papah Rayhan
"I-iya Pah"Ucap Veranda
"Di inget loh ya karna Papah gak mungkin bisa ngasi tau kamu setiap waktu"Ucap Papah Rayhan yang diangguki Veranda, Mama Lili yang melihat itu hanya bisa tersenyum melihat kedekatan suami dan anaknya
"Sering sering main kesini loh ya Ver"Ucap Mama Lili
"Iya sering sering kesini biar papah bisa lihat putri cantik papah ini, nanti kalo papah gak ada papah gak bisa liat dong putri cantik papah ini"Ucapan Papah Rayhan yang bertujuan menggoda anaknya namun dimata Veranda ucapan itu menggantung arti
"Maksud papah apa? " Ucap Veranda sambil mengerinyitkan alisnya
"Udah siang ni keburu macet kalian dijalan"Ucap Papah Rayhan sambil tersenyum teduh
"Yaudah kami pamit dulu ya pah ma"Ucap Pak Dikta sambil menggandeng tangan Veranda
"Hati hati dijalannya nak"Ucap Mama Lili
"Papah sayang sama kamu putri kesayangan papah" Ucap Papah Rayhan sambil mengecup lama kening putrinya
"Aku juga sayang sama papa"Ucap Veranda sambil tersenyum manis
"Assalamualaikum"Ucap Veranda dan Pak Dikta
"Waalaikumssalam"Sahut orang tua Veranda
Di dalam mobil Pak Dikta hanya diisi keheningan Pak Dikta yang sibuk dengan menyetirnya Veranda yang sibuk melihat keluar jendela sampai tak terasa mereka telah sampai di lobby apartemen.
"Kamu masih mau tetep disini"Ucap Pak Dikta memecahkan keheningan
"E-eh udah nyampe Pak"Ucap Veranda sambil tersenyum kikuk
"Hm"Deheman Pak Dikta sebagai jawaban
Pak Dikta melangkah keluar mobil diikuti Veranda dibelakangnya membuat Pak Dikta menghentikan langkahnya.
Bruk
"Aduh kalo berenti bilang bilang dong Pak, sakit nih"Sungut Veranda dengan ekspresi kesal
"Salah kamu"Ucap Pak Dikta singkat membuat Veranda melotot mendengarnya
"Enak aja Bapak tu yang salah berenti tiba tiba gak liat apa saya ada dibelakang Bapak"Cerocos Veranda membuat Pak Dikta membalikkan badannya menghadap Veranda dan..
Cup
"Udah ngomelnya hemm"Tanya Pak Dikta setelah mengecup kening Veranda membuat sang empu syok tak percaya
"Dengerin saya ya"Ucap Pak Dikta sambil mengambil tangn Veranda untuk digenggamnya
"Saya gak suka kamu jalan dibelakang saya, karna sekarang kamu itu istri saya bukan temen ataupun pembantu saya yang harus jalan dibelakang saya"Ucap Pak Dikta lagi lagi membuat Veranda syok
__ADS_1
"Ayo"Ucap Pak Dikta sambil menarik tangan Veranda, tapi dengan cepat Veranda mencegahnya membuat Pak Dikta mengerinyitkan alisnya
"I-ini beneran"Ucap Veranda sambil mengerjapkn mata dengan polos membuat Pak Dikta yang mendengarnya menoyor keningnya pelan
"Dasar lemot"Sahut Pak Dikta membuat Veranda mengerucutkan bibirnya
Ceklek
Pintu kamar mereka terbuka lebar membuat mereka langsung masuk Veranda yang sudah kedua kali menginjak kamar Pak Dikta itu tampak kagum dengan interior yang elegan serta tatanan yang rapi untuk seorang laki laki.
"Kamu langsung susun aja baju dilemari dan itu meja riasnya kamu bisa pake, saya mau mandi dulu"Ucap Pak Dikta langsung melangkah ke kamar mandi
Veranda pun menyusun pakaiannya satu persatu lalu berlanjut menyusun skincare serta make upnya
"Udah selesai? "Tanya Pak Dikta dengan posisi masih menggosok rambutnya menggunakan handuk kecil ditangannya
Glek
Veranda yang melihat itu susah payah menelan salivanya
"Hei ngapain melamun"Lambai tangan Pak Dikta ke arah wajah Veranda membuat Veranda membuyarkan lamunan
"E-em tadi Bapak bilang apa"Gugup Veranda
"Gak yaudah buruan sana kamu siap siap"Suruh Pak Dikta kepada Veranda
"Ha? Mau kemana emangnya?? "Tanya Veranda
"Kita makan diluar sekalian belanja soalnya saya belum ada belanja"Ucap Pak Dikta yang diangguki Veranda
15 menit kemudia Veranda telah siap dengan pakaian casualnya yang dimata Pak Dika sangat cantik
"Ayo Pak" Ucap Veranda
"Emm ya ayo"Ucap Pak Dikta sambil menggenggam tangan halus Veranda
"Kita mau kemana Pak? " Ucap Veranda setelah duduk dikursi samping pengemudi
"Kamu maunya dimana? "Tanya balik Pak Dikta
"Bener? Kamu gak mau makan di restoran"Ucap Pak Dikta memastikan
"Ya bener lah Pak, Bapak gak percaya bener enak tau nasi padang, pake sambal rendang,sama orang minang"Ucap Veranda sambil bernyanyi lagu goyang nasi padang membuat Pak Dikta ikut terkekeh
Pak Dikta tiba tiba saja memutar lagu membuat suasana menjadi hening Veranda yang tadinya fokus ke ponsel mendadak terhenti karna mendengar suara musik itu dan ia menoleh ke arah Pak Dikta
Penjaga Hati/Ari Lasso
Tak pernah aku impikan
Betapa beratnya meruntuhkan hatimu
Lama sudah ku menunggu
Seutas harapan tulus cintamu
Tak pernah aku impikan
Betapa beratnya meruntuhkan hatimu
Lama sudah ku menunggu
Seutas harapan tulus cintamu
Takkan kutemui
Wanita sepertimu
Takkan kudapatkan
Rasa cinta ini
Kubayangkan bila engkau datang
Kupeluk bahagia kan aku
__ADS_1
Kuserahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu
Sering kali kutemukan
Mahkota bertabur intan permata
Meski aku telah terbiasa
Tambatkan hatiku pada wanita oh
Takkan kutemui
Wanita sepertimu
Takkan kudapatkan
Rasa cinta ini
Kubayangkan bila engkau datang
Kupeluk bahagia kan aku
Kuserahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu
Kubayangkan bila engkau datang
Kupeluk bahagia kan aku
Kuserahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu
Kubayangkan bila engkau datang
Kupeluk bahagia kan aku
Kuserahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu
Deg
Alunan nada bercampur suara merdu milik Pak Dikta membuat yang mendengarnya menjadi tersentuh ntah benar atau tidaknya tapi ia merasa lagu itu Pak Dikta nyanyikan untuknya, Veranda pun merasakan elusan lembut di tangannya membuat ia menoleh dan bertatapan dengan mata yang selama ini menajam ke setiap orang namun kali ini melembut.
25 menit kemudian mereka sampai dengan didahului drama romantis terlebih dahulu mereka berdua pun keluar dari mobil lalu memesan terlebih dahulu, Pak Dikta yang daritadi sibuk dengan ponselnya hanya mengikuti apa yang Veranda pesan
Tak lama pesanan mereka datang membuat Pak Dikta menyimpan ponselnya dan bersiap untuk makan namun gerakannya terhenti melihat makanan yang dipesan Veranda
Ia melongo tak percaya menatap pesanan 'portugal' (porsi tukang galih) sedangkan Veranda sudah kegirangan melihat makanannya sudah datang.
"Kamu yakin bakal habis? "Tanya Pak Dikta tak yakin
"Yakinlah Pak segini mah kecil buat saya"Ucap Veranda lalu mencuci tangannya menggunakan air sedangkan Pak Dikta hanya menurut ia pun bersiap untuk makan dengan menggunakan garpu dan sendok
"Eit mau ngapain"Cegah Veranda
"Mau makanlah"Ucap Pak Dikta bingung
"Ngapain pake itu"Ucap Veranda menunjuk garpu sendok milik Pak Dikta
"Ini? Ya buat makanlah"Ucap Pak Dikta sambil mengangkat garpu dan sendoknya
"Gak ada pake ituan, pake tangan dong makannya"Ucap Veranda
"Ha?? Kan ada garpu sama sendok ngapain pake tangan sih"Ucap Pak Dikta kaget
"Biar nikmat tau Pak, udah buruan cuci tangannya dulu"Suruh Veranda membuat Pak Dikta mau tak mau menurutinya
Setelah mencuci tangan Pak Dikta menatap makanan didepannya jujur ia belum pernah makananan yang berada didepannya itu apalagi menggunakan tangan tapi demi sang pujaan hati Pak Dikta siap siap saja menurutinya.
__ADS_1
"Gini Pak cara makannya di campur dulu nasi beserta anak anaknya, kalo udah kegaul gini langsung deh masukin ke mulut... amm, nikmat banget"Ucap Veranda sambil menunjukkan ekspresi nikmatnya.