Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Fitting Baju


__ADS_3

Setelah mendapatkan keputusan tiba-tiba dari sang papa bahwa pernikahannya akan dilaksanakan 2 minggu lagi membuat Veranda sangat syok namun ia tak dapat berbuat apa-apa selain menjalaninya.


Ting!!


Bunyi Hp Veranda pertanda ada pesan ia mengerinyit melihat isi chat dari seseorang tersebut.


"Ck gini ni kalo keyboard a,i,u,e,o nya gak adaa" Sungut Veranda


...Pak Dikta Muka Tembok...


*Bsk sy jmpt untk ftng **!


^^^Jamber*?^^^


*8


^^^Gk kepagian tu?^^^


Gk


^^^Yaudah terserah*^^^


^^^Read^^^


"Ck mimpi apa gue mau punya calon suami irit ngomong begini" Gerutu Veranda


...✨✨✨...


Pagi hari


Veranda masih bergulung dalam selimutnya padahal jam sudah menunjukkan hampir delapan pagi.


"Yaampun Veranda bangunn kamu ini bentar lagi mau jadi istri masih aja susah dibangunin" Omel sang mama


"Hm" Deheman Veranda sebagai jawaban karna sudah lelah membangunkan Veranda yang tak kunjung bangun akhirnya Mama Lili memutuskan keluar dari kamar Veranda


Ceklek


Tak berselang lama ada yang membuka pintu kamar Veranda ia memperhatikan gadis yang masih berada di alam mimpinya tersebut.


"Cantik dan selalu cantik" Batin orang itu yang rupanya adalah Pak Dikta


Ia mendekat ke arah ranjang Veranda menelisik wajah damai gadis yang sedang tidur itu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tampak ia tersenyum tipis melihat gadis yang ia cintai masih nyenyak dalam tidurnya.


"Bangun Veranda" Suara bass milik Pak Dikta mengalun ke telinga Veranda yang membuat Veranda mengerjapkan matanya, Pak Dikta yang melihat itu hanya tersenyum tipis


"Cepat bangun Veranda" Suruh Pak Dikta tak lamak kelopak mata cantik milik Veranda terbuka lebar ia masih mengumpulkan nyawanya tak sadar siapa yang membangunkannya tadi


"Loh Pak Dikta kok bisa disini" Kaget Veranda setelah mengumpulkan seluruh nyawanya


"Bisalah" Jawab Pak Dikta singkat


"Gak sopan banget tau Pak masuk ke kamar orang sembarangan, ntar mama papa saya tau Bapak di blacklist dari calon menantu" Oceh Veranda


"Saya disuruh mama kamu buat bangunin kamu,dia bilang nyerah bangunin anaknya yang tidur kayak kebo" Ucap Pak Dikta yang membuat Veranda menyengir kuda


"Hehe maaf Pak" Ucap Veranda


"Terus buat apa Bapak masih disini"Tanyanya


"Kamu lupa ada janji sama saya" Ucapan Pak Dikta membuat Veranda berpikir janji dengan Pak Dikta? Ha akhirnya ia ingat dia janji dengan Pak Dikta untuk fitting baju


"Ohiya saya lupa Pak" Ucap Veranda enteng


"Sekarang cepat kamu siap-siap Veranda, kita udah kesiangan gara-gara kamu" Ucap Pak Dikta kesal


"Iye iye sabar napa ni juga mau mandi, yaudah shuu Bapak keluar dulu ngapain masih disini mau ngintipin saya" Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta langsung menyelonong keluar


"Dasar muka tembok" Sungutnya


...✨✨✨...


Setelah drama yang tak berkesudahan akhirnya Pak Dikta dan Veranda sudah sampai di butik kenalan Mama Lili.


"Selamat pagi Mas,Mbak ada yang bisa saya bantu"Ucap Pramuniaga butik tersebut


"Saya anaknya Ibu Lili sudah ada janji sebelumnya" Ucap Veranda


"Oh anaknya Ibu Lili ya Mbak yaudah Mbak sama Mas ikut saya ke ruangan bos saya" Ucap Pramuniaga tersebut lalu melangkah diikuti Pak Dikta dan Veranda


TOK TOK TOK


"Permisi Bu ini ada anak dari Ibu Lili" Ucap Pramuniaga tersebut


"Ooh iya makasih kamu boleh lanjut bekerja lagi"Ucap bos nya tersebut


"Baik permisi Bu, Mbak dan Mas" Ucap Pramuniaga yang diangguki mereka semua


"Yaampun Veranda kamu udah besar ya gak nyangka dulu kamu masih kecil sekarang udah mau nikah aja" Goda Ibu yang bernama Yuli tersebut


"Hehe iya tante" Ucap Veranda seraya tersenyum kikuk

__ADS_1


"Ooh ini calon kamu wahh ganteng banget cocok deh sama kamu yang cantik"Goda Ibu Yuli yang membuat keduanya menahan malu


"Ehem tante kata Mama bajunya udah Mama pilihin"Ucapan Veranda untuk mengalihkan pembicaraan Ibu Yuli itu


"Oohiya hampir aja tante lupa yaudah yuk ikut tante" Ajaknya ke Pak Dikta dan Veranda


Pak Dikta dan Veranda memasuki ruangan yang didalamnya penuh dengan gaun-gaun indah lalu mereka terhenti karna ucapan Tante Yuli


"Nah buat Veranda ikut tante ya langsung cobain pilihan Mama kamu dan emm siapa tadi namanya"Ucap Tante Yuli


"Dikta"Ucap Pak Dikta dengan nada datar


"Nah buat nak Dikta bisa duduk ya tunggu Veranda selesai ganti baju"Ucap Tante Yuli yang diangguki Pak Dikta


"Yuk Veranda" Ucap Tante Yuli


"Iya tante" Ucap Veranda langsung masuk ke ruangan tertutup tersebut


Pak Dikta yang bosan pun hanya bisa memainkan HP nya sambil menunggu Veranda yang tak kunjung selesai


Sekitar 15 menit Veranda keluar dan membuat Pak Dikta mengalihkan pandangannya ke arah Veranda matanya tak bisa berkedip melihat pemandangan didepannya ini


"Sangat cantik"Batin Pak Dikta yang melihat keanggunan Veranda tapi itu tak berlangsung lama ia langsung mendatarkan kembali wajahnya



Itu gaun Veranda nya ya bestie:)


"Gimana Pak bagus gak, cantikkan iyalah Veranda gituloh" Ucap Veranda sambil melenggokkan pinggangnya dan berputar-putar


"Jelek"Ucap Pak Dikta singkat dengan wajah datarnya Veranda yang mendengar itu pun langsung memanyunkan bibirnya


"Gimana nak Dikta cantik gak Veranda" Ucap Tante Yuli yang tiba-tiba datang


"Jelek"Ucap Pak Dikta yang membuat Tante Yuli mengangkat alisnya


"Belahan dadanya terlalu terekspos tante" Ucap Pak Dikta kembali yang membuat Tante Yuli tersenyum


"Ooh itu toh alasannya tenang gak perlu khawatir masih ada gaun lain yuk Veranda kita ganti yang lain"Ucap Tante Yuli


"Jadi ganti ni tante"Ucap Veranda


"Iya daripada calon suami kamu cemburut gitu"Ucap Tante Yuli sambil tersenyum menggoda ke mereka, Veranda hanya bisa menurut lalu melangkah ke ruangan itu kembali


10 menit kemudian


Pak Dikta melotot melihat pemandangan di depannya astagaa ujian apalagi untuk mata Pak Dikta



Glek


Pak Dikta susah payah menelan salivanya melihat Veranda memakai pakaian seperti itu


"****"Umpatnya dalam hati


"Gimana Nak Dikta sekarang belahannya agak mendingan kan" Ucap Tante Yuli


"Ini lebih parah tante astaga kenapa paha Veranda bisa nampak gitu itu gak bisa dijahit lagi tante biar pahanya gak keliatan" Ucap Pak Dikta dengan entengnya membuat Veranda dan Tante Yuli melongo mendengarnya


"Enak aja ini bagus tau Pak cocok ini buat saya, tan Vera mau ini aja" Ucap Veranda yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Pak Dikta


"Gak" Ucap Pak Dikta cepat ia tak setuju dengan ucapan Veranda


"Ganti" Ucap Pak Dikta tapi tak diperdulikan oleh Veranda


"G A N T I Veranda" Tekan Pak Dikta yang membuat Veranda langsung mengganti kembali pakaiannya.


Ceklek


Pintu ruangan itu terbuka lebar menampakan Veranda dengan muka tak bersahabatnya itu


...



...


"Gak ada ganti ganti lagi ya Pak kalo sampai ganti lagi lebih baik batal aja deh" Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta kaget


"Gak ini udah bagus"Ucap Pak Dikta membuat Veranda tersenyum lega akhirnya pengorbanan bolak balik ruangan terselesaikan sudah


"Gimana okeh gak sama baju ini"Ucap Tante Yuli yang diangguki Pak Dikta


"Oke tan" Ucap Veranda


"Nah sekarang giliran nak Dikta ya untuk ganti baju" Ucap Tante Yuli langsung membawa Pak Dikta ke ruangan ganti.


15 menit kemudian


Ceklek

__ADS_1



meleyot deh:")


Veranda yang melihat itu terpukau Pak Dikta tampak sangat tampan dan berkharisma menggunakan tuxedo tersebut


"Gimana"Ucap Pak Dikta dengan mengangkat satu alisnya


"Ganteng"Ucap Veranda tanpa sadar


"Ya saya tau" Ucap Pak Dikta yang membuat Veranda tersadar


"Ha???" Sahutnya tak mengerti


"Saya tau saya ganteng"Ucap Pak Dikta dengan pedenya


"PD amatt Pak" Sungut Veranda yang tak dihiraukan Pak Dikta


"Gimana udah cocok kan gaun sama tuxedonya" Ucap Tante Yuli


"Udah" Ucap Pak Dikta


"Oke dehh ntar langsung dikirim ke rumah ya Veranda" Ucap Tante Yuli


"Siap tan" Sahut Veranda


"Yaudah kami pamit dulu ya tan"Ucap Pak Dikta


"Iya kalian hati-hati jangan macem-macem dulu loh"Goda Tante Yuli seraya terkekeh


"Kami duluan ya tan assalamualaikum"Pamit Veranda


"Waalaikumssalah" Jawab Tante Yuli


Mereka berdua sedang dalam perjalanan setelah dari butik tadi tampak keheningan menerpa mereka


"Mau singgah makan dulu? "Tanya Pak Dikta memecah keheningan


"Boleh deh, saya lagi pengen makan bakso nih Pak" Ucap Veranda yang diangguki Pak Dikta


Sekitar 20 menit akhirnya Pak Dikta dan Veranda sampai di tempat bakso langganan Veranda.


"Kamu yakin makan disini? " Tanya Pak Dikta dengan nada tak percaya


"Yakinlah Pak disini tu enak tau" Ucap Veranda


"Tapi disini belum tentu higienis Veranda" Ucapan Pak Dikta membuat Veranda mendengus kesal


"Terserah kalo Bapak gak mau saya sih tetep mau makan disini" Ucap Veranda kesal lalu melangkah pergi meninggalkan Pak Dikta


"Pakde pesen bakso uratnya 1 yaa sama es teh manis juga"Ucap Veranda memesan baksonya


"Siap neng" Ucap Pakde bakso tersebut


"Katanya gak mau kesini gak higienis"Cibir Veranda ngeliat Pak Dikta duduk disampingnya


"Udah terlanjur kesini yaudah sekalian aja"Ucapan Pak Dikta membuat Veranda memutar bola matanya malas


"Yaudah Bapak mau pesen apa? "Tanya Veranda


"Samain aja" Jawab Pak Dikta


"Pakde bakso uratnya 1 lagi ya sama teh es juga" Pesen Veranda yang dibalas ancungan jempol


Tak lamak pesanan mereka datang tampak Veranda berbinar melihat bakso menggugah selera tersebut, Veranda pun menambahkan kecap, dan sambal ke dalam baksonya tersebut Pak Dikta yang melihat itu bergidik ngeri membayangkan rasa bakso Veranda.



Bakso Veranda gengss meronahh😂


"Jangan banyak banyak nanti sakit perut" Cegah Pak Dikta saat Veranda akan menambah sambalnya kembali


"Gak pedes gak enak Pak"Rengek Veranda yang terlihat sangat menggemaskan di mata Pak Dikta


"Iya tapi sudah pedes jangan lagi ya" Ucap Pak Dikta dengan nada melunak membuat Veranda memakan bakso nya itu


"Bapak cobain dong baksonya masa ngeliatin saya mulu" Ucap Veranda membuat Pak Dikta tersenyum kikuk


Pak Dikta pelan pelan memasukkan sendok yang berisi bakso itu kedalam mulutnya perlahan namun pasti dan...


Hasilnyaa


ENAKKKK


Pak Dikta pun melahap bakso itu sampai ke kuah terakhir Veranda yang melihat itu terkekeh.


"Gimana enakkan Pak" Ucap Veranda


"Banget, saya gak nyangka kalo makanan di tempat kayak gini rasanya sangat enak" Ucap Pak Dikta sambil menyeruput teh es nya


"Mangkanya Pak kalo ngeliat itu jangan dari luarnya doang, walaupun ini warung kaki lima bukan berarti gak higienis mereka juga yang jual pasti ngejaga kebersihan dan kualitas untuk pembelinya" Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta semakin kagum dengan gadis di depannya ini jantungnya semakin tak karuan saat bertatapan dengan Veranda

__ADS_1


"Gak salah hati saya menempatkan kamu seorang Veranda" Batin Pak Dikta


"Dikta" Panggil seseorang membuat Pak Dikta dan Veranda secara bersamaan menoleh ke arah sumber suara


__ADS_2