
Pagi ini Veranda melakukan tugas nya seperti biasa menyiapakan sarapan lalu menyajikannya setelah semua dirasa siap Veranda lalu menuju kamarnya. Pintu terbuka lebar ia melihat Pak Dikta sudah siap menggunakan kemeja berwarna hitam yang digulung, Pak Dikta yang merasa diperhatikan langsung mengalihkan wajahnya ke arah tersebut ia tersenyum melihat sang istri berdiri diambang pintu.
"Sini sayang liat aku udah rapi belum"Ucap Pak Dikta membuat Veranda langsung melangkahkan kakinya ke arah sang suami
"Udah ganteng banget malah" Ucap Veranda
"Siapa dulu dong yang nyiapin istrinya Dikta" Goda Pak Dikta membuat Veranda menjadi salah tingkah
"Yaudah kamu buruan turun sarapannya udah siap, aku mau siap-siap dulu" Ucap Veranda namun bukannya Pak Dikta turun ia malah mendekatkan posisinya dengan Veranda membuat Veranda seketika gugup
Cup
Kecupan kilat dibibir berhasil dicuri Pak Dikta membuat sang empu melotot tak percaya, sebelum singa mengaung buru-buru Pak Dikta turun ke meja makan.
"MASSS" Teriak Veranda menggelegar membuat Pak Dikta tertawa dengan lepas
...✨✨✨...
Setelah sampai sekolah Veranda masih saja mengerucutkan bibirnya pertanda ia benar benar kesal dengan tingkah suami sekaligus gurunya itu.
"Jangan cemberut begitu dong sayang" Bujuk Pak Dikta ia bingung gimana lagi membujuk perempuan yang ia sayangi ini
"Jangan ngambek lagi dong sayang, Mas gak suka liatnya" Rengek Pak Dikta seperti bocil bocil epep
"Suka-suka aku dong" Sewot Veranda
"Sayanggg"Rengek Pak Dikta lagi
"Apa sih Mas udah aku mau turun dulu nungguin kamu keburu masuk ntar" Ucap Veranda lalu membuka pintu mobilnya namun langsung dicegat Pak Dikta
"Nanti istirahat nya diruangan Mas aja ya" Ucap Pak Dikta setengah memohon
"Gak janji ya" Sahut Veranda langsung keluar dari mobil suaminya itu
Selama di lorong-lorong Veranda tak berhenti mengoceh ia kesal ngeliat kelakuan suaminya itu yang gak ada jaim-jaimnya.
"Gilak kelakuannya udah kek bocil perasaan dulu kayak kanebo kering deh" Oceh Veranda
__ADS_1
"Pagi cantik" Ucap seseorang membuat Veranda kaget ia langsung menoleh ke asal suara
"Enek banget gue ngeliat lo mulu" Cibir Veranda
"Is baru lo ya yang bilang muka gue bikin enek coba cewek lain pasti klepek-klepek langsung"Ujar Julian
"Iya sana aja lo ke cewek lain gak usah depan muka gue" Sewot Veranda lalu melangkah pergi meninggalkan julian
Tak tinggal diam Julian yang melihat Veranda melangkah menjauh itu langsung saja mengikutinya tak peduli tatapan orang-orang, tak peduli mulut julid Veranda.
"Lo kok buru-buru banget sih ada pr ya, atau lo belum tugas, belom ngerjain pr ya is is kesian" Celoteh Julian membuat Veranda mendelik kesal
"Bacot lo" Ucap Veranda dengan singkat,padat dan jelas membuat Julian melongo mendengar
"Anjir ditinggal lagi gue apa segitu jeleknya ya gue" Batin Julian sambil meraba-raba wajahnya
"Enggak kok orang gue ganteng begini Mak gue aja bilang gue produk berhasil itu mata Veranda bintitan kali gak ngeliat kegantengan gue" Monolog Julian sambil menyisir rambut dengan tangannya lalu berjalan sambil merapihkan kerah bajunya
Julian berjalan dengan gaya coolnya sekali-sekali cewek yang lewat ia kedipkan matanya membuat para kaum hawa menjerit melihat pesonanya siapa yang tak terpesona kulit putih, hidung mancung,mata sipit, bibir tipis membuat siapa saja yang melihatnya langsung klepek-klepek namun itu tidak berlaku untuk Veranda menurutnya Julian itu playboy bahkan gayanya tak ada cool-coolnya sekali lebih ke tengil hehe.
Buk
Botol aqua yang ditendang Julian tadi tanpa sadar meluncur dengan bebas ke wajah Fiona membuat sang empu naik darah.
"Sialan siapa yang nendang ni sampah ke muka gue" Amuk Fiona ia benar benar kesal bagaimana tidak niatnya sudah bersih dan rapi dari kamar mandi bahkan moodnya yang buruk awalnya menjadi bagus namun nasib Fiona mood nya kembali buruk akibat tendangan aqua itu
Seketika mata Fiona mendelik melihat Julian yang lewat sambil menunduk sekali-sekali kakinya itu menendang apa saja yang bisa ditendang, tak tinggal diam langsung saja Fiona menyingsingkan lengan seragamnya yang padahal sudah pendek. Dengan langkah emosinya ia langsung ke arah Julian tersebut, tanpa aba-aba Fiona langsung saja menampar lengan Julian dengan keras.
Plak
"Aduh sialan siapa yang mukul gue" Ucap Julian langsung mendongakkan wajahnya melihat siapa yang menampar lengannya itu
"Lo kenapa sih dateng-dateng main pukul aja sakit tau!!" Sungut Julian
"Siapa suruh lo yang nyari gara-gara sama gue tau rasa kan lo" Ucap Fiona dengan nada sewot
"Yaampun Fiona aduhay gemulay gue tu gak ada nyari gara-gara sama elo" Ucap Julian tak terima dituduh Fiona
__ADS_1
"Lo liat ni apa? Ni gara kaki lo yang seenak jidatnya nendang ke kepala gue" Ucap Fiona dengan emosi bahkan ia mengangkat sampah botol aqua itu sebagai bukti membuat Julian seketika bungkam ia baru sadar tendangan kakinya ia nyasar ke kepala Fiona
"Oh itu" Ucap Julian santai
"Oh doang kata lo enak banget tu bacotan belum pernah digaplok pake sepatu gue ha??" Amuk Fiona muka nya marah padam saking emosinya bahkan hidungnya ikut kembang kempis membuat Julian menahan tawa sekaligus bergedik ngeri
"Yaudah sorry gue gak sengaja" Sahut Julian
"Sorry gak ngembaliin sakit kepala gue" Sungut Fiona
"Yaelah lebay amat yang penting kagak gegar otak lagian gue mah baik siapa tau botol tadi bisa nambah kapasitas otak lo yang dari 1/4 jadi 1/2 " Ucap Julian sambil tertawa terbahak bahak lalu ia meninggalkan Fiona yang masih menahan emosi sampai ubun-ubun
Melihat tubuh tegap Julian sudah melangkah Veranda langsung membalik badannya, ia pun meletakkan botol aqua itu dibawah kakinya dengan aba-aba serta doa yang ia panjatkan berharap semoga pas sampai tujuan
"Bismillah semoga kena Fiona gak maksud jahat kok cuma biar adil aja Ya Allah" Ucap Fiona sambil mengadahkan tangannnya lalu mengamininya setelah berdoa ia pun mundur 2 langkah menggoyang-goyangkan kakinya sebagai pemanasan lalu dengan sekuat tenaga ia menendang botol itu dan
Blam
Kress
Botol tersebut mendarat dengan kencang ke punggung Julian membuat Julian memekik kaget.
"Aduhh" Ringisnya lalu membalikkan badannya melihat botol yang tadi ditendangnya berada dibelakangnya
Julian yang tau siapa pelakunya langsung saja melirik sinis ke arah Fiona namun Fiona malah membalas dengan senyum kemenangan.
"Lo kan yang nendang ini" Tunjuk Julian ke arah Fiona
"Ups kena ya! Gak sengaja gue" Balas Fiona dengan nada santai
"Gak sengaja-gak sengaja kata lo gak liat ni botol keras banget nampol punggung gue"Ucap Julian sengit ke arah perempuan tersebut
"Yaelah lebay amat yang penting tu punggung gak patah tulang" Ucap Fiona dengan membalikkan perkatan Julian tadi membuat Julian kesal dibuatnya
Tanpa peduli kekesalan Julian Fiona langsung melangkah pergi sambil mengibaskan rambutnya seolah-olah sedang iklan shampo rambut.
"Dih sok-sokan kutu lo tu beterbangan" Sinis Julian tapi tak dihiraukan Fiona.
__ADS_1