
Pagi itu di kelas 12 IPS 1 sedang berlangsung pembelajaran matematika yang diajar oleh sih guru tampan and dingin siapa lagi kalo bukan Pak Dikta.
"Saya baru saja melihat laporan nilai kalian semester lalu sampai sekarang, dan saya perhatikan ada yang belum mencapai nilai sempurna, jadi saya disini mengasih kalian pilihan untuk memperbaiki nilainya. Pertama kalian harus merangkum semua materi dari semester lalu diajarkan lalu kalian point kan mana materi yang belum kalian pahami atau pilihan kedua saya akan memberi les tambahan dan sering melatih dengan soal-soal" Ucap Pak Dikta lalu melanjutkan kalimatnya
"Untuk di kelas 12 IPS 1 ada 1 orang yang nilainya jauh dari KKM yaitu Veranda Claudysa Shakila" Ucap Pak Dikta dengan nada dan wajah yang datar
Veranda yang merasa namanya dipanggil itupun hanya menundukkan kepala ia sadar selama pelajaran matematika gak ada satupun materi yang nyangkut ke otaknya jadi wajar kalo nilainya dibawah.
"Gimana Veranda saya membantu kamu dengan ngasi pilihan tujuannya untuk memperbaiki nilai kamu, karna sebentar lagi kamu ujian nilaimu harus sempurna" Ucap Pak Dikta dengan tatapan menajam
"Emm itu Pak" Veranda yang ditanya seperti itupun bingung sambil menautkan jari jemarinya ia langsung menjawab apa yang ada di otaknya.
"Saya milih yang kedua Pak" Ucap Veranda asal
"Kamu milih untuk les tambahan" Ucap Pak Dikta memastikan
"Iya Pak" Ucap Veranda yakin
"Baik, setelah selesai pembelajaran kamu ke ruangan saya ada hal yang saya mau bicarakan" Ucap Pak Dikta sambil menyunggikan senyum tipis
"Baik Pak" Sahut Veranda
__ADS_1
"TET TET TET"
Bel istirahat telah berbunyi pertanda bahwa pembelajaran selesai.
"Baik, karna jam saya sudah habis kita lanjutkan di pertemuan selanjutnya, untuk Veranda jangan lupa untuk ke ruangan saya" Ucap Pak Dikta seraya keluar kelas
"Eh gais gue ke ruangan Pak Dikta dulu ya, kalian duluan aja ke kantin" Ucap Veranda
"Gak mau kita temenin Ver" Ucap Fiona
"Gak, kalian duluan aja" Ucap Veranda
"Oke lah kita duluan ya" Ucap Alya yang diangguki Veranda
"Masuk" Sahut dari dalam
"Permisi Pak ada apa ya Bapak manggil saya" Ucap Veranda sopan
"Hm silahkan duduk dulu kamu" Ucap Pak Dikta sambil tetap fokus ke laptopnya
25 menit sudah berlalu Veranda yang hanya duduk diam pun bosan ngeliat Pak Dikta gak ada pergerakan dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Bapak ngapain manggil saya kesini, kalo cuma suruh diem kek patung gini" Kesal Veranda
"Hmm ya maaf saya lupa" Ucap Pak Dikta dengan enteng
Veranda melongo mendengar omongan Pak Dikta bisa-bisanya dia lupa ada manusia disini.
" Oke sabar Ver inget dia guru lo" Batin Veranda
"Tujuan saya manggil kamu untuk membahas masalah les tambahan, kapan kamu siapnya? " Tanya Pak Dikta
"Saya sih kapan pun bisa Pak, asal gak ganggu waktu ngedrakor saya"Ceplos Veranda
"Hm oke, kalo saya hubungin kamu kapan pun harus siap ya dan untuk masalah tempat dan waktunya saya akan kasih tau kamu nanti" Ucap Pak Dikta
"Baik Pak"Ucap Veranda yang masih berdiri
"Lalu untuk apa lagi kamu disini sana keluar kamu" Ketus Pak Dikta
Veranda yang terlanjur kesal dengan perkataan Pak Dikta langsung saja keluar dan menutup pintu dengan kasar
"BRAKK"
__ADS_1
Pak Dikta hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan Veranda itu ia sama sekali tak marah melihatnya, malah menurut ia kelakuan Veranda sangat menggemaskan.
"Sabar sayang sebentar lagi kamu bakal jadi milik saya" Batik Pak Dikta sambil menyunggikan senyum.