Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Kembali Beraktivitas


__ADS_3

Setelah sholat subuh berjamah dengan Pak Dikta Veranda langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan sarapan sedangkan Pak Dikta langsung melanjutkan tidurnya lagi dengan masih menggunakan sarung.


Setelah setengah jam berkutat dengan peralatan dapur akhirnya sarapannya jadi Veranda hanya membuat nasi goreng teri menu simpel untuk sarapan pagi ini, ia melihat jam di dinding pukul 6 pagi langsung bergegas untuk siap siap.


Ceklek


Pemandangan yang ia lihat adalah Pak Dikta tidur yang masih menggunakan sarung Veranda yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya, mau tak mau ia harus membangunkan guru sekaligus suaminya ini.


"Pak ayo bangun"Ucap Veranda


"Pak bangun udah siang tau"Kesal Veranda


"Jam berapa"Ucap Pak Dikta dengan suara seraknya membuat Veranda susah payah menelan salivanya.


"J-jam 6"Ucap Veranda kikuk


"Yaudah saya mandi dulu ya"Ucap Pak Dikta yang diangguki Veranda


Veranda telah siap dengan seragamnya ia pun berjalan ke arah meja rias untuk memakai bedak dan liptint sedikit agar bibirnya terlihat segar


Ceklek


Pak Dikta baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan kaos putih dan celana pendek ia pun berjalan ke arah kasur melihat pakaian kerjanya sudah disiapkan oleh sang istri.


"Terimakasih Veranda"Ucap Pak Dikta tulus


"Emm sama sama Pak walaupun saya belum bisa nerima semua ini bukan berarti saya gak ngejalani tugas saya sebagai seorang istri"Ucap Veranda membuat Pak Dikta tersenyum lega mendengarnya


Setelah siap dengan pakaian kerjanya Pak Dikta pun turun menyusul Veranda yang sudah lebih dulu turun ke bawah saat sudah sampai ia melihat Veranda yang sedang menata makanannya di meja.


"Kayaknya enak nih"Ucap Pak Dikta yang langsung duduk di kursi


"Emm semoga aja ya, maaf ya Pak masaknya cuma nasi goreng teri"Ucap Veranda tak enak


"Kenapa harus minta maaf saya yang harusnya bilang minta maaf dan terimakasih karna kamu sudah repot repot masak"Ucap Pak Dikta dengn tersenyum manis membuat Veranda salting


"Emm iya Pak" Ucap Veranda


Setelah usai makan Veranda membersihkan meja makan lalu mencuci piring serta gelas bekas sarapan mereka, lalu ia langsung mengambil tas serta memakai sepatu talinya.


"Kamu berangkat dengan saya"Ucap Pak Dikta membuat Verand kaget


"Gak usah pak biar saya bawa motor sendiri"Ucap Veranda

__ADS_1


"Enggak"Tolak Pak Dikta mentah mentah


"Pak saya mohon biar saya berangkat sendiri, saya takut kalo berangkat sama Bapak bakal ketauan sama yang lain"Ucap Veranda dengan muka memelasnya Pak Dikta yang mendengar itu menghembuskan nafasnya secara kasar


"Oke tapi kamu gak boleh jauh jauh dari mobil saya, biar saya yang ngawal kamu dari belakang"Ucap Pak Dikta yang membuat Veranda akan mengajukan protesnya namun sudah didulukan Pak Dikta


"Saya kawal atau berangkat sama saya"Putus Pak Dikta


"Emm Bapak kawal aja"Ucap Veranda pelan membuat Pak Dikta menganggukan kepalanya


Saat ini posisi motor Veranda didepan mobil Pak Dikta, Pak Dikta tampak melajukan mobilnya dengan pelan mengikuti arah motor gadis didepannya. Setelah memastikan Veranda sudah ada diparkiran sekolah ia pun memarkirkan mobilnya diparkiran guru, lalu keluar dengan wajah datarnya.


Terlihat siswa dan siswi yang sedang ramai dilorong lorong sampai parkiran ditengah perjalanan Pak Dikta menyempatkan menoleh melihat Veranda yang masih ada diparkiran sedanf ngobrol dengan kedua sahabatnya. Ia pun jalan dengan santainya namun tetap dengan ekspresi datar serta mata yang menajam.


"*Eh gilak itu Pak Dikta makin cakep aja"


"Ini yang buat betah disekolah ni"


"Lemes besti belum disemangatin ayang Dikta"


"Dibalik wajah datarmu, ada aku yang ingin memperjuangkanmu"


"Halah masih gantengan juga gue"


"Bwahahahaha*"


Itulah suara suara dari mulut siswa dan siswi selama Pak Dikta lewat, tapi yang dibicarakan hanya memasang wajah datar dan tak menanggapinya ia menganggap suara itu hanya angin lalu.


Tet


Tet


Tet


Bel pertanda akan dimulai upacara, semua siswa dan siswi bergegas untuk turun, dikelas Veranda semua sudah turun tersisa Alya,Fiona serta Veranda yang sedang sibuk mencari topi Veranda.


"Aduh Ver lo taro dimana sih tu topi" Ucap Fiona


"Gue juga gak tau Fi"Ucap Veranda


"Ini udah mau mulai loh upacaranya jadi gimana dong ? " Ucap Alya


"Yaudah ayok"Putus Veranda

__ADS_1


"Terus lo gimana Ver? " Tanya Fiona membuat Veranda menghembuskan nafas kasarnya


"Ya paling dihukum"Ucap Veranda lalu berlalu pergi diikuti kedua sahabatnya


Veranda langsung baris dibarisan siswa siswi yang tidak lengkap atributnya ia berdiri dengan wajah cemburut karna panas pas sekali dengan wajahnya, namun tiba tiba ada yang meletakkan sesuatu diatas kepala Veranda, membuat Veranda langsung mendongakkan kepalanya.


"Niko"Ucap Veranda


"Udah sana" Ucap Niko membuat Veranda mengerinyitkan alisnya


"Ha??" Ucap Veranda membuat Niko menyentil pelan jidatnya


"Dasar lemot lo kan udah ada topi jadi ngapain disini"Ucap Niko


"Tapi inikan topi lo Nik"Ucap Veranda bingung


"Udahh sana keburu dimarahin lo sama guru"Ucap Niko sambil mendorong pelan punggung Veranda


"M-makasih Niko"Ucap Veranda yang dibalas senyuman manis oleh Niko


Veranda langsung masuk ke barisan kelasnya, seiring berjalannya upacara Veranda sama sekali tak mendengarkannya ia mencuri curi pandang ke arah Niko ia merasa bersalah membuat Niko dihukum seperti itu karenanya, sadar ada yang memerhatikannya Niko langsung melihat ke arah tersebut ia melihat Veranda dengan tatapan ngerasa bersalah membuat Niko menghela nafasnya Veranda selalu seperti itu padahal ia ikhlas menolongnya.


Tanpa mereka sadari dari awal interaksi mereka ada sepasang mata tajam yang tak berenti melihat ke arah mereka, ya orang itu adalah Pak Dikta guru sekaligus suami Veranda itu sebisa mungkin menahan emosinya melihat sang istri berinteraksi dengan cowok lain ada rasa tak ikhlas melihat sang isti begitu dekat dengan laki laki itu.


"Awas kamu Niko" Batin Pak Dikta


Setelah selesai upacara semua siswa siswi memasuki kelas ada juga yang menyelipir ke kantin.


"Gilaa panas banget mana tu guru ngoceh lama banget"Keluh Alya


"Eh Ver lo dapet topi darimana? "Tanya Fiona yang baru menyadari Veranda memegang topi


"Niko minjemin tadi" Ucap Veranda


"OMG jadi Niko rela dihukum buat nolongin lo"Ucap Alya yang diangguki Veranda


"Gilak tu anak saking serius nya sama lo"Cetus Alya membuat Veranda menoleh ke arahnya


"Iya Niko bener bener sayang deh kayaknya sama lo Ver gue udah lama sih curiga kalo dia ada perasaan lebih ke elo"Ucap Fiona yang lagi lagi membuat Veranda terdiam


"Niko pernah nembak gue"Ucap Veranda membuat mereka berdua kaget


"WHAT!!" Kaget mereka serempak

__ADS_1


__ADS_2