Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Menjauh?


__ADS_3

Setelah keputusan yang menguras emosi dan air mata akhirnya Veranda dan Pak Dikta secepatnya akan segera menikah hal itu membuat Veranda cemas apakah melanjutkan pernikahan konyol ini? Atau memilih kabur dan melanjutkan hidupnya sendiri?


Veranda duduk melamun di balkon kamarnya sambil memikirkan masa depannya akankah bahagia seperti orang-orang yang saling mencintai atau akan hanya menjadi awal penderitaannya? Ia masih merenungi itu semua andai sang Papa memberinya pilihan ia akan memilih tidak mau mengikuti rencana pernikahan yang jauh dari ekspetasinya ini.


"Gue tau ini berat, tapi gue lebih tau lo pasti bisa ngelewatinya" Ucap seseorang di belakang Veranda


Veranda yang mendengar suara itu pun langsung membalikkan badannya matanya berkaca-kaca mendengar penuturan orang tersebut. Orang itu yang merupakan Bang Keinan tanpa basa basi langsung menarik Veranda ke pelukannya.


"Gue gak tau bisa atau enggak bang"Ucap Veranda sambil terisak


"Bisa, pasti bisa lo cewek kuat Ver lo adek gue yang paling kuat" Ucap Bang Keinan yang tanpa sadar juga berlinang air mata


"Gue minta maaf Bang kalo gue ngecewain lo tapi sumpah demi apapun gue gak ngelakuin apa-apa"Ucap Veranda sambil mengeratkan pelukannya


"Gue percaya sama lo gue terlalu bodoh kemarin gak percaya sama adek gue sendiri ya"Ucap Bang Keinan sambil terkekeh kecil


"Sebentar lagi bukan hanya status lo yang akan berubah tapi juga hidup lo, bukan hanya tentang lo nanti tapi akan ada tentang suami lo di hidup lo, lo gak bisa sebebas sebelum lo menikah lo akan punya tanggung jawab sebagai istri lo harus bisa ngejalanin tugas dan kewajiban lo sebagai istri. Gue tau ini bukan pernikahan impian lo tapi lo harus buat rumah tangga di pernikahan lo menjadi impian, maaf kalo gue selama ini belum jadi abang yang terbaik buat lo, lo selamanya akan jadi adik kecil gue permata hati gue,lo dan Mama adalah hidup gue"Ucap Bang Keinan panjang lebar dengan bahu bergetar


Veranda yang mendengar perkataan Bang Keinan tak kuasa membendung air matanya lagi ia sangat tersentuh oleh kata-kata sang kakak, Veranda sangat bersyukur mempunyai orang-orang yang selalu ada di sampingnya.


"Makasih bang, makasih banyak atas nasehat lo, lo gak gagal bang, lo adalah abang terbaik buat gue gue sangat amat bersyukur bisa jadi adek lo dan lo tetep jadi cinta kedua gue setelah Papa" Ucap Veranda Bang Keinan yang mendengar itu pun tak kuasa ia memeluk kencang tubuh sang adik ia tak ingin melewati momen-momen ini karna sebentar lagi adeknya bukan hanya miliknya lagi tapi juga milik suaminya.


Tanpa mereka sadari interaksi mereka berdua disaksikan sang Ibu, beliau tak kuasa membendung air matanya melihat momen sang putra putrinya.


"Semoga kalian selalu bahagia nak" Batin Mama Lili.


...✨✨✨...


Pagi ini Veranda telah siap untuk berangkat ke sekolah walaupun dengan mood yang buruk ia tetap paksakan untuk ke sekolah setelah sampai di sekolah ia baru teringat bahwa hari ini ada pelajaran Pak Dikta orang yang untuk saat ini ingin dia hindari.


"Buset pagi-pagi dah kecut aja tu muka lo" Ucap Fiona


"Gak usah resek deh" Sinis Veranda

__ADS_1


"Ck iya iya badmood banget lo kayaknya"Ucap Veranda lagi


"Hm" Sahut Veranda


TET TET TET


Bel pelajaran pertama telah berbunyi pertanda pelajaran pertama akan segera dimulai


"Selamat pagi semuanya" Ucap Pak Dikta saat memasuki kelas


"Pagi Pak"Ucap serempak


"Saya akan melanjutkan materi ke bab berikutnya untuk catatan yang belum lengkap di bab sebelumnya untuk segera dilengkapi karna nanti akan saya periksa" Ucap Pak Dikta dengan aura menegangkan


Saat sedang menjelaskan materi di depan Pak Dikta tiba-tiba melihat ke arah Veranda tampak gadis itu sedang melamun


"Saya tau kamu masih belum bisa nerima ini Veranda" Batin Pak Dikta


Sedangkan Veranda ia masih tak mengerti alur kehidupan yang akan ia jalani menikah dengan guru sendiri di usia muda? Seperti mimpi di siang bolong tapi apa boleh buat yang bisa ia lakukan hanya menjalaninya.


TET TET TET


"Yuk ke kantik laper nih gue"Ucap Fiona yang diangguki oleh Veranda dan Alya


Setelah sampai di kantin mereka memilih tempat duduk lalu Fiona pergi memesan makanan.


"Eh Ver melamun aja lo daritadi ntar kesambet loh" Ucap Alya seraya terkekeh


"Ck dasar lo" Ucap Veranda lalu memutar bola matanya malas


"Makanan datang yuhuu" Ucap Fiona


Mereka makan dengan keheningan lalu bersiap untuk kembali ke kelas.

__ADS_1


"Eh gue mau ke kopsis dulu ya pulpen gue habis"Ucap Veranda


"Mau kita temenin gak" Ucap Alya


"Gak usah kalian duluan aja ntar gue langsung ke kelas" Ucap Veranda yang diangguki mereka berdua


Veranda berjalan dengan santainya dilorong-lorong kelas menuju tempat koperasi. Tiba tiba saja ada yang menarik tangan Veranda.


"Hmmpp" Teriak Veranda


"Lo siapa anjirr lepasin gue" Panik Veranda


"Tenang ini saya" Ucap seseorang tersebut


DEG


"P-pak Dikta" Ucap Veranda terbata bata


"Saya tau saya salah Veranda tapi saya mohon jangan jauhi saya, saya memang laki laki brengsek" Ucap Pak Dikta sambil menundukkan kepala


"Maksud Bapak apa"Ucap Veranda


"Saya tau semenjak kejadian itu kamu ngejauhi saya Veranda kamu menghindari saya"Ucap Pak Dikta membuat Veranda bungkam


"Saya mohon maafkan saya Veranda jangan seperti ini,saya tau kamu gak mau nikah dengan orang seperti saya, saya bakal usahakan untuk semua ini gak terjadi Veranda"Ucap Pak Dikta lirih


"Saya gak ngejauhin Bapak, saya cuma perlu waktu untuk nerima semua ini dan untuk masalah pernikahan Bapak gak mungkin bisa ngecegah keputusan papah saya. Saya bakal berusaha nerima ini semua tapi saya butuh waktu Pak ini semua terlalu cepat buat saya" Ucap Veranda membuat Pak Dikta menatapnya tak percaya


"Kamu serius Veranda" Ucap Pak Dikta


"Iya Pak" Ucap Veranda


"Terimakasih Veranda terimakasih saya bakal tunggu sampai kamu siap terimakasih atas keikhlasan kamu menerima saya" Ucap Pak Dikta tersenyum lega yang dibalas anggukan oleh Veranda

__ADS_1


"Semoga keputusan gue ini tepat" Batin Veranda.


__ADS_2