
Pagi hari pun tiba, Veranda tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolahnya dengan memoleskan liptin ke bibirnya agar tak terlihat pucat.
"Pagi Ma,Pak" Ucap Veranda kepada kedua orang tuanya
"Pagi sayang" Ucap sang Papa
"Kamu mau sarapan roti atau nasi goreng Ver? " Tanya Mama Lili
"Roti aja deh Ma soalnya takut telat" Ucap Veranda yang diangguki oleh sang Mama
Setelah usai sarapan Veranda langsung bergegas pamit dan memakai motor kesayangannya. Tak butuh waktu lama akhirnya Veranda telah sampai di sekolah saat di tengah-tengah parkiran ia melihat Fiona dan Alya baru saja keluar dari mobil.
"Fi, Al" Ucap Veranda
"Eh Ver yuk buru ke kelas" Ucap Fiona yang diangguki Veranda dan Alya
Setelah menarok tasnya dikelas Veranda, Fiona serta Alya mengambil barisan paling belakang untuk melaksanakan upacara. Mereka mendengarkan pidato kepala sekolah dengan mengantuk.
"Anjir lama banget item deh ni kulit" Cerocos Fiona
"Berisik lo pikir lo doang gue juga kali" Ucap Veranda jengah
"Baiklah anak-anak sebelum saya mengakhiri pidato ini saya ingin mengenalkan guru baru ke kalian semua" Ucap Kepala Sekolah yang membuat mereka mendengus kesal
"Perkenalkan beliau namanya Pak Dikta beliau yang akan menggantikan Pak Samsudin untuk mengajar disini" Ucap Kepala Sekolah yang membuat semua yang dilapangan hebohh
"*Woi kalo gitu guru mtk gue betahh sampe seharian"
"Aku padamu Pak Dikta"
"Pak mau gak tukaran tulang sama saya, saya jadi tulang rusuk Bapak, Bapak jadi tulang punggung saya*"
Suara riuh dan godaan para siswi membuat heboh lapangan sekolah sedangkan yang digoda hanya menampakan wajah datar dan dinginnya seolah-olah gombalan itu hanya angin lewat untuknya.
__ADS_1
"Eh buset datar amat tu muka" Ucap Alya
"Namanya juga muka tembok" Cetus Veranda
"Eh Ver,Al bukannya cewek Pak Dikta ya yang kemarin nabrak lo Al? " Ucap Fiona
"Eh iya ya baru inget gue" Ucap Alya sedangkan Veranda mengangkat bahunya acuh
...✨✨✨...
Pelajaran pertama dimulai para siswa-siswi sedang menunggu guru yang mengajar.
"TAP TAP TAP"
"Selamat pagi semua" Ucap Pak Dikta
"Pagi Pak" Ucap seluruh murid
"Saya akan melanjuti materi saya yang ada di minggu lalu" Ucap Pak Dikta
"TET TET TET"
Tak terasa waktu pelajaran telah usai dan Pak Dikta pun mengemaskan buku-bukunya untuk keluar kelas.
"Baik kita akhiri pelajaran hari ini, jangan lupa tugas yang saya beri untuk dikerjakan" Ucap Pak Dikta
"Untuk Veranda habis istirahat kamu keruangan saya untuk membahas les tambahan" Ucapnya lagi lalu melangkah pergi keluar kelas
"Eh Ver ada apaan lo dipanggil Pak Dikta" Tanya Fiona Veranda hanya mengangkat bahu acuh membuat Fiona mendengus kesal
"Yuk ke kantik laper gue" Ajak Veranda yang diangguki kedua sahabatnya
Setelah sampai kantin mereka duduk di salah satu meja.
__ADS_1
"Biar gue aja yang pesen kalian mau apa" Ucap Alya
"Gue bakso sama teh es 1" Ucap Veranda
"Kalo gue nasi goreng seafood sama teh es 1" Ucap Fiona yang diangguki Alya lalu melangkah untuk memesan makanan
Tiba-tiba ada seseorang yang ada dibangku mereka.
"Eh Niko gue kira siapa" Ucap Veranda yang membuat Niko terkekeh
" Lo udah pesen" Tanya Niko yang diangguki Veranda
"Ekhem tolong diinget disini masih ada orang" Ucap Fiona yang membuat Veranda memutar bola matanya malas
"Makanan datang" Ucap Alya tiba-tiba. Mereka pun makan secara hening
Setelah usai makan Veranda bergegas untuk ke ruangan Pak Dikta.
"Gue duluan ya mau ke ruangan muka tembok soalnya" Ucap Veranda yang membuat mereka terkikik geli
"TOK TOK TOK"
"Masuk" Sahut dari dalam
"Permisi, ada apa ya Bapak manggil saya" Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta mendongakkan pandangan dari laptop. Pak Dikta memandang Veranda dengan tatapan sulit diartikan.
"Em ada apa ya Pak kok Bapak mandang saya kayak gitu" Ucap Veranda kikuk
"Saya mau menjelaskan yang kemarin itu bukan pacar saya dia cuma rekan kerja saya gak lebih" Ucap Pak Dikta membuat Veranda mengerinyitkan dahinya
"Jadi maksud Bapak manggil saya kesini untuk menjelaskan itu" Ucap Veranda yang diangguki oleh Pak Dikta membuat Veranda mendengus kesal
"Denger ya Pak mau dia pacar Bapak atau bukan saya gak peduli Pak, toh itu bukan urusan saya"Ucap Veranda menatap tajam Pak Dikta
__ADS_1
"Dan satu lagi Bapak udah buang waktu saya untuk penjelasan yang sama sekali gak penting untuk saya" Ucap Veranda datar lalu melangkah pergi keluar dari ruangan Pak Dikta
Pak Dikta hanya menatap sendu kepergian gadis yang ia sukai, ia sadar Veranda belum mempunyai perasaan apapun kepadanya.