Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Perubahan sikap


__ADS_3

Setelah jam istirahat dengan penuh air mata Veranda pun melanjutkan pelajarannya ia terlihat sangat tidak fokus karna memikiran perkataan Niko.


"Kok bisa ya Niko ada perasaan ke gue" Batin Veranda


Tak terasa akhirnya jam pelajaran usai semua bersiap-siap untuk pulang, dikarenakan Veranda tak membawa motor alhasil ia memesan taxi online.


"Ver sorry ya gue gak bisa nganterin lo pulang" Ucap Fiona


"Iya gak papa kali Fi" Ucap Veranda


"Yaudah gue pulang duluan Ver lo hati-hati jangan lama-lama di sekolah bentar lagi hujan gue pulang ya mama gue udah ngomel-ngomel ni" Ucap Fiona


"Iya Fi lo juga hati-hati ya jangan ngebut"Ucap Veranda yang dibalas ancungan jempol


Veranda pun melangkah menuju halte sekolah untuk memesan taxi online tak butuh waktu lama akhirnya taxi online pesanan Veranda pun tiba ia bergegas masuk dikarenakan hari akan turun hujan.


...✨✨✨...


Pagi hari tiba setelah semalaman hujan dan udara pagi ini masih terasa dingin membuat orang yang dibawah selimut makin betah termasuk Veranda ia masih asik dengan mimpinya sampai tak sadar waktu udah menunjukkan pukul berapa.


"Yaampun Veranda belum bangun lagi kamu, bangun gak kamu bentar lagi gerbang kamu tutup" Ucap mama Veranda


"Bentar lagi Ma" Ucap Veranda dengan mata terpejam


"BANGUN SEKARANG VERANDAAA!! " Ucap Mama Lili dengan intonasi tinggi


"Hm iya Ma ni juga udah bangun" Ucap Veranda lalu melangkah menuju kamar mandi


Hanya membutuhkan 10 menit akhirnya Veranda berangkat kesekolah dengan kecepatan tinggi.


BRUMM


Kurang 3 detik lagi hampir saja gerbang sekolah ditutup dengan secepat kilat Veranda langsung masuk tanpa mempedulikan gelengan kepala Pak Manto. Saat akan melangkah menuju lorong ke kelasnya tiba-tiba

__ADS_1


BRUKK


"Aduh sorry gue gak sengaja" Ucap Veranda ia menyesal karna tak melihat kesana kesini akhirnya nabrak


Karna tak mendengar jawaban orang yang ditabraknya akhirnya Veranda mengangkat kepalanya.


"Eh Pak Dikta, maaf ya Pak saya gak sengaja" Ucap Veranda tapi Pak Dikta hanya menatapnya datar lalu melangkah pergi


"Anjir gue udah minta maaf gitu banget mukanya" Cerocos Veranda


...✨✨✨...


Setelah jam pelajaran pertama selesai para siswa-siswi bergegas menuju kantin. Termasuk Veranda cs ia sudah nangkring di bangku pojokan.


"Eh Ver, Al lo mau pesen apa biar gue yang pesen" Ucap Fiona


"Gue batagor sama jus apel aja Fi" Ucap Alya


"Nasi goreng seafood super pedas+teh es" Ucap Veranda tak butuh waktu lama akhirnya pesanan mereka datang mereka makan dengan hening.


"Iya ada apa"Jawab Veranda ke adik kelasnya itu yang ia tahu orang ini adalah adik kelas 10


"Kak Vera dipanggil Pak Dikta untuk keruangannya" Ucap Adik kelasnya itu membuat Veranda dan teman-temannya bingung


"Ada apa ya dek emangnya? " Tanya Veranda


"Gak tau kak saya cuma disuruh sama Pak Dikta" Jelas sang adik kelas


"Oh oke deh makasih ya" Ucap Veranda


"Iya kak sama-sama"Ucap adik kelasnya itu lalu pergi


Veranda pun bergegas menghabiskan makanannya ia terlalu malas untuk dimarahi oleh muka tembok.

__ADS_1


"Eh gue duluan ya Pak Dikta manggil" Ucap Veranda yang dibalas anggukan oleh mereka


Tak butuh waktu lama akhirnya Veranda sudah sampai di ruangan Pak Dikta ia pun cepat-cepat mengetuknya.


"TOK TOK TOK"


"Masuk" Ucap dari dalam


Veranda langsung masuk yang ia pertama kali liat Pak Dikta sudah menatapnya tajam


"Ada a-apa Bapak manggil saya"Ucap Veranda kikuk


"Saya cuma mau bilang kalo kamu gak minat saya kasih les bilang, jangan kamu paksakan diri kamu ujungnya nilai kamu tetep gak berubahkan? Itu akibatnya terlalu mentingkan pacar kamu"Ucap Pak Dikta tajam membuat Veranda yang awalnya menunduk langsung mendongak.


"Pacar" Ucap Veranda


"Iya kamu terlalu sibuk dengan pacar kamu sampai gak bisa masuk materi" Ucap Pak Dikta dengan intonasi tinggi


"Mohon maaf ya Pak untuk masalah materi saya memang belum paham tapi untuk masalah pacar, Bapak gak tau apa-apa tentang saya dan saya kasih tau ya Pak saya belum ada pacar jadi jangan ngasi kesimpulan sendiri" Ucap Veranda tak kalah tajam


"Saya gak heran perempuan sekarang sudah ada pacar, tapi tak diakuinya"Ucap Pak Dikta


"Eh Pak saya gak peduli ya Bapak guru saya atau bukan tapi dengan Bapak bilang hal yang sama sekali tidak saya lakukan apakah itu baik? Tau apa Bapak tentang diri dan kehidupan saya? Tau apa Bapak tentang siapa dan bagaimana saya pacaran? Bapak itu hanya seorang guru yang sama sekali tak tau menau tentang kehidupan saya" Ucap Veranda sambil menahan emosi, Pak Dikta yang awalnya sakit hati mendengar perkataan Veranda langsung tersenyum miring.


"Tidak ada kata kamu? Terus perempuan dengan laki-laki yang pelukan bukan pacaran kata kamu, jangan munafik" Ucap Pak Dikta


Veranda yang mendengar itu terdiam sebentar lalu tak lama ia tau maksud omongan Pak Dikta.


"Ooh jadi Bapak liat, saya gak nyangka selain Bapak jadi guru Bapak juga jadi penguntit ya? Asal Bapak tau saya itu pelukan dengan temen saya tidak lebih itu juga pelukan tanda persahabatan kami" Ucapan Veranda seketika membuat Pak Dikta terdiam mencerna omongan Veranda


"Jadi saya gak perlu ngejelaskan apa-apa lagi kan Pak? Oh iya masalah les saya gak masalah Bapak gak mau ngajar saya toh juga saya gak maksa Bapak sendiri yang mau ngajar saya" Ucap Veranda lalu melangkah pergi


Sebelum Veranda melangkah ke pintu cepat-cepat Pak Dikta menarik pergelangan tangannya sampai Veranda jatuh dalam dekapannya,Veranda yang diperlakukan seperti itu terkejut ia hanya diam mencerna ini semua. Pak Dikta yang sadar Veranda ada di pelukannya langsung memeluk erat Veranda.

__ADS_1


"Jangan pergi Veranda" Lirih Pak Dikta


"DEG DEG DEG" Bunyi detak jantung Veranda.


__ADS_2