
"Sudah hampir sepekan mereka berempat belum juga kembali, apakah diantara kalian tidak ada yang mengetahui kabar mereka ?"
tanya timanggung kepada para tetua yang sedang melakukan pertemuan dirumah Radankg.
"memang belum ada kabar dari mereka, namun ada kabar baik untuk kita semua, menurut informasi terakhir katanya penyakit itu sudah hilang, dan menurut informasinya juga yang menyebabkan malapetaka itu adalah seorang iblis bernama nek mundil sudah dimusnahkan"
"terimakasih atas informasinya tetua, setahuku nek mundil adalah iblis yang sangat kuat, hanya nek nanggon yang dahulu mampu mengalahkannya. dan aku yakin merekalah yang mengalahkannya."
sahut timanggung sedikit bercerita.
"apakah perlu kita menyuruh orang untuk mencaritahu keberadaan mereka timanggung."
tanya lagi seorang tetua.
namun saat akan menjawab pertanyaan itu seorang pemuda desa datang dan langsung memanggil timanggung.
"timanggung..." mereka sudah kembali."
ucap pemuda itu berteriak dengan keras terlihat dari raut wajah pemuda itu sangat senang.
"dimana mereka sekarang?"
"mereka sudah berada dirumah timanggung.
"baiklah jika begitu pertemuan hari ini aku tutup.
ucap timanggung dan langsung bergegas menuju rumahnya.
"ah letih sekali badanku, tak pernah aku melakukan perjalanan yang sangat melelahkan seperti ini.
"ya aku juga baru kali ini melakukan perjalanan yang seperti ini apalagi bekerjasama dengan orang yang aku tak suka"
ucap kasut membenarkan apa yang dirasakan oleh Yusak juga iya rasakan, apalagi dengan keadaannya yang terluka.
tidak berselang lama timanggung pun tiba dirumahnya, iya melihat Yusak dan kasut terlihat sangat lemah begitu juga luka yang dialami oleh anaknya, iya pun langsung menanyakan pangkalima dan Wek rontek
"dimana pangkalima dan Wek rontek ?"
"tidak tahu timanggung"
"sebaiknya kalian beristirahat dulu."
"baiklah,"
timanggung pun masuk kedalam rumahnya dan pergi kebelakang, Di sana iya melihat pangkalima dan Wek rontek tengah berbincang.
"disini kalian rupanya,
"kami hanya berbincang-bincang sambil beristirahat"
melihat hal itu timanggung ikut duduk bersama mereka. pangkalima menceritakan semua hal yang telah mereka lalui selama hampir sepekan ini, mulai dari penyelidikkan sampai pada kekalahan nek mundil dan batu mustika itu. timanggung mendengar dengan seksama apa yang pangkalima dan Wek rontek ceritakan.
"bolehkah aku melihat mustika itu"
__ADS_1
"boleh silahkan timanggung"
pangkalima memperlihatkan batu mustika itu, saat itu timanggung seperti sangat terpesona melihat keindahan batu mustika yang iya pegang.
"batu ini pernah aku lihat dahulu, kau harus menjaganya sebab batu ini sangat berbahaya jika jatuh ke tangan orang jahat, namun akan sangat bermanfaat jika ditangan orang yang baik.' ucapnya dengan tatapan yang sangat fokus.
"memangnya apa manfaat batu ini?" tanya wek rontek
"batu ini bisa menjadi pelengkap ilmu yang kita miliki, selain itu batu ini juga bisa mengobati orang yang sedang terluka sangat parah sekalipun." ucap timanggung melanjutkan penjelasannya.
ditengah perbincangan itu tiba-tiba saja dara Serunti datang menghampiri mereka.
saat itu pangkalima terkejut melihatnya.
"kau kesini juga Serunti?"
"iya Wek, apak yang sudah menyuruh orang untuk menjemput ku."
"kau yang membawanya kemari timanggung ?"
tanya Wek rontek kepada timanggung, seketika pangkalima dibuat bingung dengan apa yang iya lihat dan dengar.
"iya rontek, aku yang menyuruh orang menjemput Serunti, karena kalian sangat lama jadi aku merasa kwartir dengan Serunti." ucap timanggung membenarkan pertanyaan Wek rontek.
"Apak apakah perlu aku buatkan kalian minuman?"
"iya silahkan buatkan kami minuman dan makanan kecil mereka akan sangat membutuhkannya berikan juga kepada kasut Abang mu dan Yusak.
karena tak mau dibuat semakin bingung iya pun bertanya secara langsung kepada mereka berdua.
"jadi Wek rontek ini istrinya timanggung?"
"maaf membuatmu sedikit bingung pangkalima, iya memang benar Serunti adalah anak ku tetapi aku dan rontek sudah lama berpisah.
"oh begitu, maafkan aku timanggung,"
"tak apa, kalau begitu aku permisi dulu ada yang harus aku kerjakan."
ucap timanggung sambil berpamitan.
"silahkan" kata pangkalima
bukan hanya pangkalima Yusak pun terkejut saat dara Serunti mengantarkan makanan dan minuman kepada mereka.
"eh kenapa kau ada disini"
"memangnya kenapa kalau dia kesini dia ini adik ku yang tinggal bersama ibunya dikampung sebelah. kata kasut langsung menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada Serunti, jawaban tersebut membuat wajah Yusak terlihat kacau sekali, iya teringat sudah mengganggu Serunti waktu itu.
"oh be...be...gitu rupanya ternyata dia adikmu.
"iya kami saudara asuk"( satu ayah namun beda ibu)
jawab kasut lagi menjelaskan tentang dia dan Serunti, dengan nada agak kasar dan sedikit kesal. setelah mengantarkan makanan dan minuman kepada Yusak dan kasut dara Serunti pergi mengantarkan makanan dan minuman kepada ibunya dan pangkalima.
__ADS_1
"silahkan pangkalima ini makanan dan minumannya,"
"terimakasih dara Serunti,"
"makanan ini sangat enak, apakah kau yang membuatnya ?"
ucap pangkalima sambil memuji makanan yang telah dimakan oleh nya
"iya aku membuatnya sendiri, ibu yang telah mengajari ku memasak."
jawab Serunti dengan nada yang lembut dan ramah, melihat hal itu pangkalima mulai tertarik kepada dara Serunti, karena selain cantik, cara bicaranya juga sangat anggun.
begitu juga sebaliknya dara Serunti juga tertarik kepada pangkalima, selain wajahnya yang tampan dia juga baik dan sangat pemberani.
tanpa disadari mereka bertatapan mata.
"Hem... aku pergi ke rumah Radankg dulu, kalau kalian ingin bertatapan terus silahkan, tapi jangan terlalu lama bertatapan nya ya."
seketika mereka pun tersadar dan wajah mereka terlihat malu-malu apalagi setelah mendengar ucapan Wek rontek yang menggoda mereka.
"oh iya, apa perlu aku ikut bersama mu Wek rontek?
"tidak perlu, kau disini saja pulihkan tenaga mu, tapi
ingat jangan kau pandangi terus anak dara ku nanti habis kecantikannya."
kata Wek rontek lanjut menggoda mereka.
"kalau begitu aku masuk kemar ku dulu, ma...ma...maaf"
"iya silahkan."
Serunti pun masuk pergi ke kamarnya, meninggalkan pangkalima seorang diri. pangkalima yang merasa mengantuk setelah menyantap makanan dan minuman pun berbaring disebuah kursi panjang dibelakang tempat duduknya, sampai iya tertidur.
dara Serunti yang keluar dari kamarnya hendak mengambil sesuatu di dapur melihat pangkalima sedang tertidur pulas, entah sengaja atau apa iya memandangi wajah pangkalima yang terlihat semakin tampan saat tertidur.
"apa yang kau lihat Serunti?"
"tidak aku hanya mengambil cawan untuk minum di kamarku."
jawab Serunti dengan wajah malu dan terlihat iya sangat terbata-bata menjawab pertanyaan dari kasut, setelah itu iya langsung pergi masuk kembali ke kamar nya.
"dasar gadis aneh, kelihatannya iya ada hati kepada pangkalima. kata kasut didalam pikirannya.
sore harinya pangkalima sudah terbangun dari tidurnya. iya melihat dara Serunti sedang mencuci piring tak jauh dari tempat iya berdiri, pangkalima mencoba mendekati Serunti namun tiba-tiba. saja seseorang datang.
"pangkalima kau sudah ditunggu diruang pertemuan."
"oh iya aku akan ke sana."
pangkalima pun memutar arah kakinya menuju kesebuah ruangan.
bersambung_
__ADS_1