
mendengar ucapan Sonarus menambah keyakinannya untuk terus ikut berperang keesokan paginya, iya baru tahu bahwa Sonarus ternyata memiliki keyakinan dan tekad yang sangat kuat, selain. memiliki kecerdasan iya juga memiliki prinsip yang luar biasa.
"sebaiknya kau lekas beristirahat karena besok akan menjadi pertempuran yang sangat berat bagi kita, karena aku kenal siapa nek baruangk, dia adalah orang yang tak bisa dikalahkan dengan mudah."
"baiklah, jika begitu aku kembali ke tempat peristirahatan, sebaiknya kau pun harus tidur walaupun hanya sebentar."
mereka berdua pun mengakhiri perbincangan yang hanya berlangsung tak lama, meski hanya beberapa saat banyak hal yang iya dapatkan saat perbincangan, baginya Sonarus adalah iblis yang sangat pantas untuk iya jadikan teladan.
saat berada ditempat peristirahatan disana iya melihat Yusak dan rombongannya tengah berdiskusi mengenai kasut yang tak ingin pulang ke negeri manusia, dan hal itu membuat mereka tak bersemangat dan ingin cepat-cepat meninggalkan negeri tersebut.
"ada apa siwara, apakah kau juga akan tinggal di negeri yang hancur ini, apakah kau ingin terus mencari orang yang sebenarnya tidak hilang ?"
__ADS_1
"kita memang hanya bisa berusaha, akan tetapi usaha juga harus didasari dengan keyakinan yang kuat, kasut saat ini tengah dipengaruhi oleh nek baruangk, seharusnya kita bisa lebih mengerti apa yang dirasakan oleh kasut saat ini."
"terserah kau saja, aku sudah terlanjur ikut didalam pencarian ini, tetapi ya sudahlah, toh saran dan perkataan ku tak akan mungkin kau dengar."
mendengar ucapan Yusak siwara hanya terdiam dalam lamunan yang iya sendiri pun tak mengerti harus berbuat apa lagi.
"begini saja, besok aku akan mencari kasut, karena aku yakin iya berada dalam pertempuran besok, aku akan berusaha membujuknya untuk pulang ke negeri manusia, dan jika tak berhasil kita akan pulang meskipun tanpa kasut. keesokan harinya."
setelah berdiskusi mereka semua tertidur, karena seharian melakukan aktifitas yang berat dan menguras tenaga serta pikiran tidaklah susah untuk mereka semua memejamkan mata lalu tertidur sangat pulas.
karena tertidur pulas mereka tak menyadari bahwa malam telah berganti pagi, siwara yang mendengar suara riuh dan berisik dari luar tempat mereka tidur pun terbangun, lantas iya mencari air untuk membasuh wajahnya, akan tetapi karena tidak menemukan air dalam ruangan tersebut, iya pun keluar dan hendak menuju sebuah sumber air yang iya ketahui didalam istana tersebut, namun ditengah perjalanan siwara bertemu dengan Sonarus yang terlihat cemas dan tergesa-gesa melajukan langkah kakinya.
__ADS_1
"kau kenapa, Sonarus, kau terlihat panik dan terlihat mencemaskan sesuatu ?"
"kita telah diserang sebelum pagi datang, nek baruangk itu sangat licik, iya telah melakukan pelanggaran perang, ini kecurangan !"
"baiklah tunggu aku didepan istana, aku akan bersiap."
"baik, segera lah, kami juga sangat berharap padamu !"
lalu kemudian mereka pun meninggalkan lorong istana, sementara siwara mencari air dan melakukan persiapan, sonarus kini mulai mengambil alih semua pasukan, saat iya naik keatas benteng terlihat prajurit ksatria merah yang berada dibarisan terdepan sudah sangat terdesak digempur oleh pasukan nek baruangk, yang telah lebih siap untuk berperang, sementara dari kubu Sonarus, hanya beberapa penjaga yang tidak terlelap tidur, dan bertahan dibarisan terdepan.
bersambung___
__ADS_1