Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
misteri hutan larangan 14


__ADS_3

setelah mendengar kisah yang diceritakan oleh nek baruangk kasut lantas pergi meninggalkan nek baruangk,


"tunggu kasut, aku dengar bahwa ada segerombolan manusia memasuki dunia iblis, mereka sekarang sudah berada diperbatasan, apa kau ingin menemui mereka ?"


"salah seorang dari mereka bernama siwara."


ucap nek baruangk setelah menghentikan langkah kasut yang hendak pergi meninggalkannya, kasut yang mendengar ucapan tersebut langsung berlari pergi untuk menuju para sahabatnya.


namun tak lama kemudian siwara dan beberapa orang lainya tiba di, karena tidak memiliki penjaga mereka bisa masuk dengan sangat mudah.


"tunggu kasut, kami sudah ada disini !"


kata siwara menghentikan kasut yang sudah kesekian kalinya saat akan pergi langkahnya selalu terhenti oleh seruan yang menghentikan langkahnya.


"kenapa kalian masuk di negeri ini, siwara ?"


"kami hanya ingin mencari mu saja, ayahmu timanggung juak memerintahkan kami untuk mencari mu."


"sebaiknya kalian tinggalkan negeri ini dengan segera, karena nyawa kalian dalam bahaya disini."


"tidak, kasut, tidak tanpamu sebaiknya kau bersiaplah kita akan meninggalkan tempat ini, hari ini juga."

__ADS_1


"pergilah kalian jangan hiraukan aku, aku akan tinggal disini untuk sementara waktu, nanti jika sudah waktunya, aku akan pulang sendiri


"


sementara di persimpangan lorong istana nek baruangk berdiri memperhatikan apa yang dilakukan dan diucapkan oleh kasut kepada para sahabatnya, mendengar semua yang diucapkan oleh kasut iya terdiam sinis bahagia.


"apa kalian tidak mengerti dengan apa yang di katakan olehnya ?"


kata nek baruangk seakan memperjelas kembali keputusan kasut bahwa iya tak akan ikut pulang ke dunia manusia hari ini.


"kau pasti nek baruangk kan ?"


"tentu saja aku mengenalmu, Sonarus telah bercerita semua tentangmu padaku."


perkataan siwara mengubah raut wajah nek baruangk menjadi fokus dan menatap kasar kepada siwara sembari berbisik pada salah seorang prajurit yang baru saja datang menghampirinya setelah mendengar ada keramaian di lorong itu.


setelah mendengar bisikan kepala prajurit itu memerintahkan anak buahnya untuk mengepung rombongan siwara sembari mengacungkan pedang panjang di leher siwara.


"kalian boleh pergi meninggalkan tempat ini tapi tidak dengan kau !"


ucap kepala prajurit tersebut kepada rombongan yang telah terkepung oleh para prajurit dan sedikit saja mereka melawan maka pedang-pedang yang sudah siap akan menebas leher mereka semua, prajurit tersebut menyuruh rombongan pergi meninggalkan negeri ini terkecuali siwara.

__ADS_1


"baik, jika aku yang kalian inginkan, maka lepaskan mereka !"


"aku lebih baik mati dari pada aku pulang dengan mengorbankan nyawa sahabatku !"


ucap kasut dan ucapan nya tersebut membuat prajurit iblis semakin agresif dan semakin menempelkan pedang mereka lebih dekat lagi pada leher siwara dan beberapa orang dari rombongan mereka yang telah diancam dengan pedang dilehernya.


"kalau memang itu yang kalian inginkan, maka kalian akan mati bersama ditempat ini dan akan dijadikan tumbal untuk dewa iblis.


"silahkan !... lakukanlah ! "


ucap yusak menyerukan agar mereka dibunuh secepatnya.


mendengar apa yang diucapkan oleh yusak nek baruangk menjadi marah besar kepada mereka.


"kalian manusia adalah munafik, kematian kalian hanya akan mengotori istana ini, kalian selalu bangga dengan keserakahan dan penghianatan begitu juga ketidak Adilan yang telah menyatu dan mendarah daging dengan kalian, tetapi hari ini aku akan mengabulkan permintaanmu anak muda.


setelah mengucapkan hal tersebut nek baruangk membalikkan tubuhnya dan membelakangi mereka semua.


"Bunuh mereka semua !"


bersambung___

__ADS_1


__ADS_2