Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
Gugurnya Wek Rontek


__ADS_3

Timanggung Siluang yang sudah tak sabar langsung menerbangkan Mandaunya.


Dan saat Mandau itu sudah mendekati siwara tiba-tiba saja Wek rontek menghalangi Mandau itu dengan mengorbankan nyawanya sendiri, demi untuk menyelamatkan pangkalima siwara yang sudah sekarat.


Melihat itu Yusak langsung saja meninggalkan lawan nya dan langsung menghampiri siwara yang sudah tergeletak tak berdaya begitu pula Wek rontek.


Apa yang dilakukan Yusak juga diikuti oleh beberapa pangkalima lainnya, seketika itu perang pun terhentikan.


"Sekarang kalian tak lagi memiliki orang yang hebat untuk mengalahkan ku !"


Ucap timanggung siluang kepada Yusak dan pangkalima lainnya, bersamaan dengan itu terlihat juga timanggung juak dan beberapa tetua serta rombongan lain yang telah ditangkap terlihat sudah terikat dan dijaga dengan sangat ketat.


Setelah itu dara Serunti yang juga dalam posisi terikat juga telah diperlihatkan kepada mereka.


Yusak yang merasa sangat geram langsung menyerang timanggung siluang dengan mandaunya, hal yang sama pun dilakukan oleh pangkalima yang lain, mereka menyerang secara bersamaan dengan mandaunya masing-masing.


Tetapi mandau-mandau itu hanya diam saat bertumpu di satu Mandau yang menahan dengan sangat kuat. Dan saat satu Mandau itu mengayun keatas mereka semua terpental jauh.


timanggung juak sangat sedih melihat istrinya telah meninggal namun iya hanya bisa marah dan mengutuk suliang orang yang telah melakukan hal itu, sambil menangis iya tersungkur di tanah yang kini sudah hampir dipenuhi oleh darah selain jasad istrinya iya juga melihat mayat para prajurit nya yang mati. tangis nya seketika semakin pecah setelah melihat anak gadisnya kini juga tengah terancam keselamatannya, belum lagi putranya yang belum diketahui kabarnya.


"kau sungguh lebih kejam dari iblis suliang "!


"hahaha.... iya aku sangat kejam tetapi ini belum tuntas bagiku sebelum melihat kematian mu setelah penderitaan yang kau rasakan ini."


"dimana kau sembunyikan anak ku kasut ?"


"tenanglah juak kau mungkin tidak akan bertemu dengan putramu itu, mungkin kini iya juga telah mati makan oleh ular peliharaan ku hahaha...


"kau sudah melebihi batasan mu suliang, sebaiknya kau hentikan semua ini !"


"apa kau bilang, berhenti ?"


matanya yang besar melotot kearah timanggung juak sambil mengelap sisa-sisa darah di mandaunya dan mengoleskan darah itu di kepala timanggung juak. Timanggung juak yang marah langsung menatap balik suliang dan meludahinya tepat diwajahnya. Suliang yang merasa diremehkan langsung mendaratkan kepalan tangannya di wajah timanggung juak.

__ADS_1


"kau lihat itu juak !"


suliang memperlihatkan dara Serunti yang kini diikat dan wajahnya ditutupi kain hitam.


itu menjadikan timanggung juak semakin marah, iya mencoba berontak untuk membuka ikatan yang terbuat dari rotan yang sangat kuat itu namun tidak berhasil.


membuat air matanya jatuh ke tanah tempatnya tersungkur lebih tepatnya kini iya sedang berlutut dihadapan suliang.


"kau boleh membunuhku sekarang, tapi jangan kau sakiti putriku."


"itulah kalimat yang memang aku tunggu selama ini. hahahaha...!"


"baik aku akan melepaskan putrimu tapi jangan salahkan aku jika iya tak mau pergi dari sini."


mereka melepaskan ikatan dara Serunti dan membuka penutup diwajahnya, Serunti melihat ayahnya sudah tak berdaya. namun hal yang paling membuatnya bersedih adalah melihat jasad ibunya yang sudah tidak berdaya dengan tubuh yang penuh darah yang masih segar mengelilingi ibunya.


dara Serunti yang seakan tak percaya akan apa yang iya lihat langsung berlari mendekati jasad ibunya, iya menangis sekuat-kuatnya sambil memeluk ibunya tangisnya semakin terdengar sangat kuat.


pasukan desa sungai Unak yang tersisa hanya melihat dan tak bisa berbuat apa-apa, melihat pemimpinnya telah ditangkap dan meninggalnya Wek rontek serta pangkalima siwara yang sampai saat ini belum juga sadarkan diri.


namun suasana menjadi berubah ketika kasut yang ternyata masih hidup dan berhasil selamat dari santapan ular peliharaan timanggung suliang. iya berteriak sangat kencang dengan penuh amarah.


Teriakan itu disebut Tariu, teriakan itu ternyata berhasil memberi semangat kepada pasukan sungai Unak bahkan yang terluka pun bangun untuk bersiap kembali menyerang.


Serunti yang bersedih juga ikut meredam tangisnya.


dan membalas teriakan Tariu yang dilakukan oleh kasut. teriakan itu juga diikuti oleh semua pasukannya, yang kini mengubah suasana menjadi suasana yang bersemangat.


"beraninya kau menghina ayah ku serta membunuh ibu Serunti."


"serang...!"


teriak kasut sambil memberi perintah kepada pasukan yang memang bukan dipimpin oleh nya itu.

__ADS_1


semua pasukan kini menyerang kembali semangat yang membara membuat mereka bertarung penuh semangat dan hebat.


Serunti yang menyadari sesuatu langsung meninggalkan jasad ibunya dan mendekati pangkalima siwara, iya berusaha mengobati siwara dengan menggunakan tenaga dalamnya.


seketika saja siwara pun bangun dari pingsannya dan Serunti langsung mengubah posisi siwara yang tadinya terbaring dan kini siwara sudah dalam posisi duduk pangkalima yang sudah merasa dirinya sudah tersadarkan kini mencoba untuk berdiri tetapi tidak berhasil karena iya sangat lemah, melihat itu Serunti menyuruhnya duduk kembali, Serunti pun duduk dibelakangnya dan menepuk badan bagian belakang siwara. apa yang dilakukan oleh Serunti membuat tenaganya mulai pulih walaupun tidak sepenuhnya.


sementara itu pertempuran kembali berlangsung, Yusak serta pangkalima lainnya terus berjuang,


kasut yang merasakan dendam yang membara langsung saja menyerang timanggung suliang, meskipun serangan nya sering di muntah kan oleh suliang, namun hal itu tak membuatnya putus asa, walaupun terkadang iya harus terjatuh. keadaan menjadi tak seimbang setelah serangan mandaunya berhasil ditangkis oleh Timanggung suliang dan langsung menyerangnya menggunakan tenaga dalam yang sangat kuat, serangan itu membuat kasut menjadi lemah, melihat lawannya menjadi lemah, timanggung suliang seperti biasa iya tak mau kesempatan nya untuk melumpuhkan lawannya menjadi sia-sia.


dengan cepat suliang mengeluarkan mandaunya dan hendak menebas leher kasut, sesaat sebelum Mandau itu mengenai leher kasut siwara menahan serangan itu menggunakan Mandaunya juga.


"mundur kasut, biar aku yang menghadapi orang licik ini !"


"baik berhati-hatilah jangan beri iya kesempatan.!"


kasut pun bangkit dari posisinya yang telah tumbang, dan memberi kesempatan siwara untuk bertarung.


"ternyata kau masih kuat bertarung anak muda"


"Jubata masih menginginkan aku untuk mengakhiri hidup hari ini timanggung suliang."


" jika memang begitu mau mu, silahkan keluarkan semua kemampuanmu melawanku !"


"bersiaplah...."


mereka kini bertarung, dan pertarungan itu sangatlah luar biasa, serangan dan pertahanan mereka terlihat rapi dan Sama kuat.


kesempatan itu kasut manfaatkan untuk menyelamatkan timanggung juak, iya bertarung melawan pasukan musuh yang menjaga timanggung juak dan berhasil membunuh semua penjaga dan melepaskan timanggung juak beserta rombongan lainnya.


timanggung juak yang sudah terlepas dari belenggu ikatan mengambil Mandau kepunyaan kasut dan langsung berlari mendekati timanggung suliang dan langsung menikam nya dari belakang.


bersambung_

__ADS_1


__ADS_2