Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
penculikan dara Serunti oleh Timanggung desa Runung pale


__ADS_3

Ketika tengah malam Dara Serunti tiba-tiba terbangun dari tidurnya, hal ini bukan tanpa alasan, iya terbangun karena mendengar sesuatu di samping kamarnya.


suara itu berasal tepat di samping kamarnya, ada suara seperti orang yang sedang berjalan dan terdengar suara seperti orang yang sedang berbisik merencanakan sesuatu.


karena penasaran iya pun keluar dari kamarnya lalu membuka pintu belakang rumahnya, tak sempat berteriak dara Serunti langsung dibuat pingsan oleh beberapa orang yang entah siapa.


wek rontek ternyata juga terbangun dari tidurnya, begitu pun dengan pangkalima.


"ada apa Wek" tanya pangkalima sambil menggosok matanya yang baru saja terbangun.


"entahlah, aku mendengar suara dibelakang."


mereka langsung menuju pintu belakang dan melihat pintu tersebut sudah terbuka lebar.


penasaran dengan hal itu pangkalima keluar untuk melihat-lihat, tetapi tidak ada siapa pun yang iya temukan namun kecurigaan mulai iya rasakan karena melihat bekas telapak kaki, dan iya memperkirakan ada 5 orang telah melakukan sesuatu dirumah itu.


Wek rontek yang mendengar itu langsung saja berlari menuju kamar dara Serunti dan benar saja saat itu dara Serunti tidak berada di kamarnya.


"sepertinya mereka membawa Serunti" kata Wek rontek kepada pangkalima.


"siapa mereka Wek?" pangkalima bertanya kepada Wek rontek, namun pertanyaan itu diabaikan oleh Wek rontek, iya langsung saja kembali ke kamarnya dan kembali membawa mandaunya,


begitu pun pangkalima yang juga mengambil mandaunya.


Wek rontek bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut, begitupun pangkalima yang mengikuti dari belakang tanpa tahu kemana mereka pergi.


sementara ditempat lain terlihat Serunti yang telah terikat disebuah bangku yang terbuat dari kayu dan bambu disebuah ruangan yang terlihat sangat kumuh dan kotor.


Serunti kini mulai membuka matanya hal pertama yang iya lihat adalah seorang pria berbadan besar telah menunggunya sadar.


"siapa kau"


"hahaha... kau tidak perlu tahu siapa aku, sebaiknya kau beristirahat karena besok kau akan bertemu seseorang.


ucap seseorang itu yang membuat Serunti menjadi sangat marah dan takut, iya mencoba melepaskan ikatan ditangan dan kaki nya tetapi iya tak mampu membuka ikatan yang sangat kuat itu. akhirnya iya hanya pasrah sambil menangis.

__ADS_1


"hei diamlah gadis cantik, tak perlu menangis kau tidak akan disakiti Hahahaha...."


ucap pria itu sambil tertawa dan mengelus rambut Serunti.


setelah Serunti mulai sedikit tenang pria itu keluar dari ruangan tersebut. diluar terlihat ada 4 orang lainnya yang sedang berjaga-jaga dan sudah mengantisipasi hal yang memang sudah mereka rencanakan.


"berjaga lah kalian, ingat jangan sampai ada yang mencoba melepaskan gadis itu karena timanggung akan membunuh kita semua jika hal tersebut terjadi."


"siap pangkalima." ucap seorang dari ke empat anak buahnya itu.


selesai mengingatkan anak buahnya pria yang dipanggil pangkalima itu pergi meninggalkan tempat itu.


"gadis itu sangat cantik aku seperti ingin mencubitnya, hahaha....


ucap salah seorang dari para penculik itu


"hus jaga perkataan mu apa kau ingin mati?"


mereka terus saja berbincang sambil sesekali mengucapkan kata-kata yang kotor.


tidak lama berselang tiba- tiba saja pintu ruangan tersebut terbuka, dan dua orang dari penculik itu masuk didalam ruangan dan langsung menutup kembali pintunya.


"siapa sebenarnya kalian dan apa yang kalian inginkan dariku ?" tanya Serunti.


"sudahlah jangan banyak bertanya besok juga kau akan tahu siapa kami."


"sebaiknya kalian melepaskan aku atau kalian semua akan mati, karena ibuku adalah seorang pangkalima.


kata Serunti menakut-nakuti kedua orang tersebut, tetapi bukannya takut kedua orang tersebut malah asik tertawa sambil sesekali meminum tuak yang mereka pegang.


"kau pikir kami takut pada ibumu."


"ibumu tidak akan datang menolong mu, kalau pun iya datang iya hanya mengantarkan nyawanya saja." ucap lagi salah seorang dari mereka yang membuat dara Serunti semakin kesal melihat kedua orang itu.


tetapi apalah daya keadaannya yang sekarang sedang terikat membuatnya hanya bisa berharap dan pasrah.

__ADS_1


pagi harinya pria yang dipanggil pangkalima oleh anak buahnya itu datang lagi, saat melihat semua anak buahnya yang masih tertidur iya langsung membangunkan mereka sambil memarahi bahkan menampar mereka satu persatu.


anak buahnya hanya menunduk dan diam, pria itu seperti sangat ditakuti dan disegani oleh mereka.


"apa kalian lupa dengan ucapan ku semalam, sedikit saja kalian lalai. itu akan membunuh kita semua."


"maafkan kami pangkalima, ucap keempat anak buahnya dengan serentak dan suara yang terdengar sangat kelelahan.


"sudahlah sebaik kau dan juga kau segera melapor kepada timanggung !" iya langsung memerintahkan kedua orang dari mereka untuk kembali ke desa dan melaporkan keberhasilan rencana mereka, kedua orang itu pun berangkat untuk melakukan tugas yang diberikan oleh atasannya.


disisi lain disebuah ruangan besar terlihat sedang ada pertemuan penting, dan pertemuan itu dipimpin oleh seorang timanggung.


ya benar sekali timanggung itu bernama suliang mandat yang tak tak lain adalah timanggung desa yang bernama desa Runung Pale.


desa yang dikenal tempat bersembunyi nya para penjahat yang melakukan persekutuan untuk menguasai binua di pulau tersebut.


desa itu juga dikenal dengan penduduknya yang arogan dan sering melakukan perampokan diberbagai desa disekitarnya.


saat sedang berbicara tiba-tiba saja iya berhenti karena melihat dua orang utusan yang memasuki ruangan sambil berlutut.


Timanggung suliang seketika menatap kepada dua orang tersebut diikuti oleh beberapa orang tetua yang sedang melakukan pertemuan diruang tersebut.


"laporan apa yang ingin kalian sampaikan ?" ucapnya dengan tegas dan lantang membuat suasana menjadi sangat tegang dan sunyi.


"lapor timanggung kami telah berhasil menculik putri timanggung juak.


"bagus, sekarang sebaiknya kalian jaga gadis itu dengan baik, karena hal yang baik pun akan terjadi kepada kita." ucapnya dengan tenang sambil memegang mandaunya yang konon ceritanya juga memiliki kekuatan yang besar itu.


"sebaiknya kalian kembali aku akan mempersiapkan pasukan ku, untuk menyerang Tuluang.


"baik timanggung. kedua orang tersebut berpamitan dan segera kembali ditempat penyekapan dara Serunti.


timanggung suliang terlihat sangat senang karena usahanya untuk menguasai desa sungai Unak sangat besar dan sering iya melakukan penyerangan tetapi iya selalu gagal dan kini rencana besarnya sudah dimulai, kini iya tak mau gagal lagi, dan kemungkinan berhasil sangat besar karena iya juga dibantu oleh beberapa orang pangkalima yang sangat bisa diandalkan.


sementara ditempat lain Wek rontek dan pangkalima siwara ternyata mengubah haluan mereka bukan nya menuju ke desa Runung Pale tetapi mereka malah pergi ke desa sungai Unak, karena Wek rontek sudah mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dibalik penculikan yang dilakukan pada putrinya itu.

__ADS_1


bersambung_


__ADS_2