
melihat apa yang telah dilakukan oleh kasut, siwara merasa senang dan merasa bahwa usahanya untuk membujuk kasut telah berhasil, namun tak lama kemudian kasut lalu membalikan badannya.
"aku sudah kuat dengan keputusanku, bagaimana pun usahamu untuk membawa ku kembali, aku tak akan mau, sebaiknya kalian cepat pergi dari tempat ini, sebelum kami menghancurkan kekuatan Sonarus"
"baiklah jika memang itu mau mu, aku tak akan memaksamu untuk ikut bersama kami, tetapi aku harap kau akan berubah pikiran saat aku telah berhasil membunuh nek baruangk teman baru mu tu."
mendengar ucapan siwara yang telah mengancam dan merendahkan nek baruangk, orang yang telah iya anggap sebagai guru dan orang tuanya itu, kasut menjadi murka, tanpa basa-basi iya langsung melayangkan tendangan dan mengenai tepat di dada siwara dan membuat siwara menjadi lemah seketika.
iya lemah bukan karena rasa sakit yang di rasakan akibat tendangan, tetapi iya lemah melihat kasut yang telah iya anggap sebagai saudara dan juga mereka adalah sesama manusia, namun lebih memilih bersahabat dengan iblis dibanding dirinya.
sementara itu di Medan perang Yusak tengah tengah berjuang melawan musuh-musuh yang semakin lama terlihat semakin bertambah kuat, meskipun mereka telah unggul jumlah namun pelontar api dan pasukan pemanah musuh, membuat mereka harus mengakui bahwa mereka masih dalam tekanan pihak musuh.
sementara itu didalam hutan terlihat Komang dan Sontat tengah berdiskusi dan menunggu isyarat untuk menyerang, dalam pertempuran kali ini Komang dan Sontat dipercaya untuk memimpin pasukan panah tersembunyi, yang dimana pasukan ini merupakan pasukan pertahanan sekaligus menyerang terakhir yang dimiliki oleh sonarus.
__ADS_1
mereka hanya akan menyerang jika keadaan genting dan semua pasukan sudah terdesak, ketika Komang dan sontat sedang berdiskusi, seorang prajurit yang mereka utus untuk memata-matai nek baruangk datang menghadap untuk memberi laporan.
"kekuatan musuh semakin bertambah kuat, bahkan pasukan yang kita lihat sekarang, belum separuh dari kekuatan mereka, nek baruangk sudah menyusun strategi ini dengan baik, pangkalima !"
"kembali lakukan tugas mu dan laporkan jika ada informasi penting mengenai nek baruangk dan pasukannya !"
"baik !"
mendengar laporan tersebut Komang pun memutuskan untuk kembali ke istana dan bertemu dengan Sonarus,
"baik ! pangkalima...!"
Komang serta 5 orang prajurit ksatria merah pun berangkat menuju istana dan meninggalkan hutan tempat berkumpulnya pasukan pemanah terhebat mereka.
__ADS_1
setelah berjalan kurang lebih setengah jam lamanya, Komang pun Sampai di istana, kemudian iya menyampaikan bahwa mereka sekarang tengah dipermainkan oleh nek baruangk, karena kekuatan yang dilihat sekarang hanya separuh dari kekuatan yang mereka miliki, karena setelah ini mereka pasti akan mengerahkan separuh lagi kekuatan mereka.
"apa yang harus kita lakukan sekarang, junjungan ?"
"kita jangan mudah terpancing, bisa saja informasi tersebut salah, karena setahu ku, sebelas kerajaan kecil yang berhasil ditaklukan oleh nek baruangk, kekuatannya bahkan tidak lebih banyak dari prajurit kita."
"lantas apa yang harus kita lakukan sekarang agar jika memang benar pasukan yang separuh lagi memang benar adanya ?"
"untuk antisipasi aku telah mengutus 3 pangkalima kita untuk mengirimkan surat kepada raja donta, agar bersiap dan bersedia membantu kita jika kita dalam posisi terdesak, dan iya telah bersiap dan mau membantu kita."
"baiklah kalau memang begitu !"
"kembalilah kehutan dan tunggu isyarat dariku.
__ADS_1
ucap Sonarus, setelah menjelaskan rencananya iya pun menyuruh Komang untuk kembali pada pasukannya.
bersambung__