
beberapa saat setelah selesai berdiskusi, siwara dan Sonarus dikejutkan oleh suara letusan meriam, bola-bola api menghantam tembok istana serta suara gajah bersautan, siwara dan Komang keluar dari dalam istana dan naik ke atas benteng untuk melihat situasi disana, disana terlihat pasukan terdepan kesatria merah mulai berjatuhan oleh serangan-serangan bola api dan meriam.
bahkan beberapa kelompok pasukan juga telah ditarik mundur oleh ketuanya masing-masing, sementara itu untuk mengurangi kematian dalam pasukannya Sonarus memutuskan untuk menarik semua pasukan terdepan untuk masuk ke dalam benteng pertahanan istana dan menutup rapat gerbang.
di atas benteng siwara melihat pasukan musuh sudah semakin dekat bahkan mereka sekarang sedang berusaha untuk menembus pertahanan dengan cara membuka pintu gerbang istana menggunakan gajah besar sebagai media untuk menghantamkan sebatang pohon besar kearah pintu gerbang yang terbuat dari kayu besi dan berukuran besar kurang lebih 3 kali 3 tersebut, terlihat juga bahwa pelontar api sudah mengarah untuk melepaskan tembakan kedalam istana.
"cepat kerah pasukan pemanah untuk naik keatas dan membantu pertahanan !"
kata Komang kepada kepala pasukan pemanah yang dari tadi sudah siap menunggu perintah, dan semua pasukan itu mulai naik ke atas benteng serta mulai membidik anak panah mereka.
"tembak !"
anak panah pun mulai dilepaskan, walaupun serangan itu skala nya sangat kecil, akan tetapi cukup untuk menahan serangan.
__ADS_1
ubah sasaran kalian menuju pasukan musuh yang menembakan pelontar api, akan tetapi belum sempat mereka menembak beberapa bola api telah berhasil dilontarkan oleh musuh dan menewaskan hampir semua pasukan pemanah yang berada di atas benteng, serta memporak porandakan sebagian tembok istana.
siwara yang juga berada di atas benteng pun terlihat terkena serangan akan tetapi iya masih selamat dan dan bersyukur bahwa bola api tadi hanya membuatnya terpental didinding benteng.
"kau tidak apa-apa, siwara ?"
tanya Komang,
"sepertinya kita telah terpojok sekarang."
"lantas sekarang apa yang harus kita lakukan ?"
"kita menunggu perintah penyerangan atau bertahan sampai mereka berhasil mendobrak pintu gerbang istana, menunggu adalah rencana terbaik untuk saat ini, sampai mereka masuk dalam jebakan kita."
__ADS_1
tak berselang berapa lama pasukan musuh telah berhasil membuka gerbang istana dan pertempuran pun terjadi, satu persatu mereka tewas, begitu juga dengan bola api yang terus saja mengobrak abrik istana.
dan di istana, pasukan pemanah terlihat sudah membentuk formasi mengelilingi tempat itu, sementara pasukan nek baruangk berada dibawah dan masuk kedalam jebakan, seperti yang telah direncanakan, bukan hanya pemanah, jaring-jaring besar yang sudah dilumuri minyak pun telah bergelantungan di atas.
semakin lama pasukan Sonarus yang berada dan bertempur dibawah mulai berkurang jumlahnya,
rencana pun iya lakukan dengan memberi isyarat, Sonarus terlihat menelungkup kan telapak tangannya pertanda pelepasan jaring yang telah dilumuri oleh minyak harus dijatuhkan.
"jatuhkan jaring !"
teriak salah seorang ketua dari pasukan pemanah kepada prajurit ksatria hitam yang sudah bersiap untuk melepaskan jaring tersebut, dan jaring pun dilepaskan.
"panah api "!
__ADS_1
seru lagi ketua itu dan anak panah yang telah diberi api pun ditembakkan pada jaring, dan membakar semua pasukan nek baruangk yang telah terjebak dalam jaring tersebut.
bersambung__