
setelah berjalan beberapa langkah, kini mereka merasakan suasana yang berbeda, rumah panjang tersebut pun menghilang dan seketika tempat itu berubah menjadi hutan belantara.
sementara Yusak yang merasa sangat bahagia langsung berlari ke depan lalu berlutut dan mencium tanah tempatnya berpijak, bukan hanya Yusak perilaku yang sama pun dilakukan oleh rombongan yang lainnya yang juga merasa sangat bahagia karena telah keluar dari negeri yang membuat mereka selalu merasa takut dan perasaan was-was karena selama berada di negeri iblis mereka merasa keselamatan mereka selalu terancam oleh berbagai hal.
sementara siwara terlihat biasa-biasa saja dengan apa yang telah terjadi, melihat Yusak dan yang lainnya melakukan hal seperti itu lantas tidak membuatnya mengikutinya akan tetapi iya malah berjalan lurus ke arah depan rombongannya.
"kita sebaiknya bergegas, saat malam tiba akan sangat sulit untuk kita berjalan di hutan."
mendengar perkataan siwara, Yusak serta rombongannya pun bergegas bangun dan mulai mengikuti siwara dari belakang.
"kenapa kau terlihat seperti tak senang ?"
tanya Yusak kepada siwara.
"aku senang bisa kembali, tapi merasa ada sesuatu akan terjadi nanti, dan aku tidak tahu.
sebaiknya kita teruskan saja berjalan karena sekarang sudah tengah hari, sementara perjalanan menuju desa Runung Pale masih jauh dan membutuhkan kurang lebih setengah hari perjalanan dan itu artinya kita akan sampai tepat di sore hari di desa Runung Pale."
mereka pun bergegas dan perjalanan dilakukan sangat cepat tanpa berhenti sama sekali, setelah hampir gelap mereka pun tiba didesa tersebut, kedatangan mereka diketahui oleh salah seorang warga dan langsung mengabarkan berita tersebut kepada para tetua dan pemimpin desa yang saat ini desa Runung Pale telah dipercayakan kepada pemuda sekaligus seorang pangkalima yang bernama runtas.
__ADS_1
tuntas adalah putra dari seorang tetua desa yang bernama argasula dan merupakan salah satu keturunan timanggung bernama songkapale yang telah dibunuh oleh neneknya timanggung suliang yang bernama sungkat.
kedatangan siwarara dan rombongan disambut hangat oleh runtas, mereka langsung diberikan tempat untuk menginap, sementara itu beberapa orang dari rombongan yang merupakan warga desa runung Pale langsung kembali ke rumah mereka untuk bertemu keluarganya masing-masing.
"silahkan duduk pangkalima."
ucap runtas dengan tutur sapa yang santun dan ramah, disampingnya terlihat seorang gadis cantik bernama dara nanta, dia merupakan adik dari pangkalima runtas.
"terimakasih telah menerima kedatangan kami, kami sangat lapar karena telah menempuh perjalanan jauh."
sahut siwara.
mendengar perkataan kakaknya dara nanta yang duduk pun segera berdiri untuk menyajikan makanan, sementara menunggu makanan siwara dan runtas melanjutkan obrolan mereka yang terlihat sangat dekat dan hangat meskipun mereka tidak saling mengenal secara langsung.
"aku sudah mendengar tentang kau dan sahabatmu Yusak dan juga kasut, setelah perang itu terjadi dan timanggung juak berhasil mengalahkan suliang, desa ini sudah menjadi bagian dari desa sungai Unak, dan untuk sementara desa ini dipercayakan kepadaku sebagai pemimpin warga desa disini."
ucap runtas dengan sedikit bercerita kepada siwara.
"apakah dara Serunti dan ayahnya, timanggung juak dalam keadaan baik-baik saja sekarang ?"
__ADS_1
ucap siwara yang tiba-tiba menanyakan Serunti dan timanggung juak.
"mereka baik-baik saja, jika boleh tahu, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada kalian semua, setelah satu Minggu ini kalian menghilang tanpa jejak, bahkan aku sendiri pun ikut mencari dan tak menemukan jejak kalian.
"ceritanya sangat panjang, pangkalima, mungkin lain waktu aku atau siapa pun dari kami akan bercerita padamu tentang apa yang terjadi."
sahut siwara.
"baiklah jika kau belum siap untuk menceritakannya."
tidak lama kemudian dara nanta dan beberapa orang gadis desa pun datang dan membawa makanan dan minuman untuk dihidangkan, setelah menghidangkan makanan dara nanta mempersilakan mereka untuk makan.
"terimakasih dara nanta.
ucap siwara
dan mereka pun mulai menyantap makanan yang telah disajikan tersebut, siwara dan Yusak terlihat sangat menikmati makanan itu, karena memang dari tadi mereka telah menahan rasa lapar, ditambah lagi makanan yang disajikan sangat nikmat dan itu membuat mereka semakin menikmatinya.
bersambung___
__ADS_1