
Mandau tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan kabut dengan sinar berwarna putih abu-abu setelah itu Mandau tersebut berubah menjadi Mandau raksasa yang ukurannya kurang lebih 7 meter dengan lebar hampir 1 meter Mandau tersebut lantas langsung terbang dan menyerang nek baruangk menggunakan serangan jarak yang cukup jauh, dan alhasil nek baruangk pun berhasil dikalahkan, setelah berhasil mengalahkan nek baruangk, Mandau kembali berubah kebentuk semula dan nek baruangk terlihat mengalami luka parah hingga tak sadarkan diri, setelah terkena cahaya dari Mandau tebang.
setelah melihat nek baruangk yang sudah tak berdaya kasut yang telah sadar dari pingsannya perlahan mendekati nek baruangk, dan setelah tepat disisi nek baruangk asap tebal berwarna hitam mulai menutupi tubuh mereka berdua, tak lama kemudian asap tebal tersebut perlahan menghilang begitu pun nek baruangk dan kasut juga ikut hilang seperti ditelan bumi.
dan Mandau yang tadinya telah menjadi besar dan tinggi kini telah kembali kebentuk semula, siwara pun bergegas mendekati Mandau tersebut dan melihat dengan berhati-hati sebelum akhirnya iya menggenggam kepala Mandau miliknya itu dan memasukannya kedalam sarangnya.
sementara itu Komang dan Sontat serta para prajurit ksatria tanah merah terlihat bersedih akibat telah tewasnya junjungan mereka Komang dengan rasa hormatnya merangkul dan mengangkat Sonarus dan membawanya menuju istana dan diikuti oleh semua pasukan.
__ADS_1
setelah sampai di istana ritual pengembalian iblis pun dilakukan mereka memasukan Sonarus kedalam sebuah lemari besar yang merupakan tempat untuk jiwa iblis yang telah ditinggalkan oleh rohnya, lalu kemudian lemari besar tersebut disimpan disebuah goa didalam istana untuk kemudian menjadi tempat terakhir penyimpanan Sonarus, setelah itu goa tersebut ditutup rapat dan hanya bisa dibuka oleh orang yang memegang kekuatan khusus dan orang tersebut adalah adalah Komang.
karena tidak ada lagi yang mampu menjalankan kekuasaan di kerajaan selain Komang akhirnya iya diangkat menjadi raja dan memerintah kerajaan, namun sebelum hari pelantikannya menjadi raja, siwara dan Yusak serta rombongan berpamitan padanya bahwa besok mereka akan kembali ke negeri manusia.
"siwara, sebenarnya aku sangat membutuhkanmu disini, tetapi aku pun tak bisa menghalangi keputusanmu, besok lusa adalah hari pelantikan ku menjadi raja, aku ingin kita selalu berhubungan walaupun manusia dan iblis tidak mungkin bisa bersatu dengan dengan manusia sepenuhnya, tetapi aku percaya mustika yang berikan oleh sonarus padamu akan selalu membuat kita selalu terhubung, kau bisa meminta bantuan ku melalui mustika tersebut jika kau mendapatkan masalah di negerimu begitupun denganku, mustika tersebut adalah jembatan antara dunia manusia dan iblis, aku yakin suatu saat kau juga akan menjadi pemimpin besar kaummu."
Perbincangan mereka diakhiri oleh datangnya seorang prajurit yang bertugas menyajikan makanan masuk dalam ruangan dan melaporkan bahwa makanan telah siap, dan tak terasa waktu telah mengubah terang yang tersisa menjadi gelap, dan malam ini akan menjadi malam terakhir mereka disini.
__ADS_1
"Makanan telah siap junjungan, para tetua telah menunggu mu dimeja makan."
Ucap prajurit itu padanya sambil menundukkan kepalanya.
"Kembalilah...! Aku akan ke-sana, mari siwara kita telah ditunggu dimeja makan."
Sahut Komang sembari mengajak siwara menuju ruang makan bersama.
__ADS_1
Mereka pun berangkat menuju ruang makan, setelah sampai mereka disambut oleh beberapa pelayan dan mengarahkan mereka disebuah meja makan yang besar dan terdapat 20 buah kursi telah tersedia untuk mereka.