
sementara itu siwara kini telah dijadikan sebagai tawanan oleh nek baruangk, karena tindakannya yang mencoba untuk membujuk kasut alhasil iya ditangkap oleh nek baruangk.
siwara yang kini dalam posisi terikat, dan iya memutuskan untuk melarikan diri, karena harapannya untuk membawa kasut kembali sudah hilang dipikirannya, yang iya pikirkan sekarang hanyalah bagaimana caranya iya bisa mengalahkan nek baruangk.
saat ditangkap dan dijadikan tawanan Mandau milik siwara telah dipisahkan darinya, iya pun teringat bahwa iya bisa dengan kemampuannya memanggil Mandau dari jarak jauh, dan hal itu pun coba dilakukan.
terlihat iya mencoba untuk berkonsentrasi, beberapa kali iya mencoba melakukan hal itu akan tetapi tetap saja gagal, walaupun terus saja gagal tetapi siwara tak patah semangat dan terus berusaha.
tepat ditengah hari, matahari telah berada atas kepalanya, siwara akhirnya mampu dan berhasil menerbangkan Mandaunya, Mandau yang saat itu dibawa oleh seorang prajurit tiba-tiba saja tercabut dari sarangnya dan langsung memenggal kepala prajurit itu tanpa suara, lalu Mandau itu terbang menuju siwara dan memutuskan tali pengikat di seluruh tubuhnya.
kejadian itu dilihat langsung oleh beberapa prajurit penjaga, dan mereka langsung melaporkan apa yang telah mereka lihat kepada nek baruangk dan kasut yang berada dibelakang nek baruangk.
"kenapa kau tidak menceritakan tentang pedang itu pada ku ?"
__ADS_1
"maaf, sebenarnya sudah lama aku ingin menceritakan kekuatan Mandau itu padamu, namun kesibukan ku menghadapi perang ini membuat aku lupa."
"seberapa hebat pedang aneh dan terasa sangat berat untuk diayunkan itu ?"
"maaf nek, itu bukan pedang, di negeri manusia namanya adalah Mandau, dan kekuatannya lebih dahsyat dari pedang biasa, ditambah lagi Mandau itu bukanlah Mandau sembarangan dan yang memilikinya juga bukan manusia biasa, Mandau itu memiliki kekuatan yang luar biasa dan memiliki daya penghancur yang besar, selain itu Mandau peninggalan nek nanggon itu bisa berevolusi mengikuti perkembangan kemampuan sang pemiliknya."
"ya, sepertinya aku pernah mendengar apa yang kau katakan tentang Mandau itu, tetapi aku sudah lupa dan tak tahu ternyata pemiliknya pun berada disini."
mendengar apa yang dikatakan oleh kasut, nek baruangk hendak mencari siwara yang iya pun tahu bahwa Mandau itu pasti sudah melepaskan pemiliknya itu.
saat akan pergi mencari siwara dan mulai melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja Mandau terbang menghalangi langkah mereka dan disaat itu munculah siwara yang terlihat marah, amarah itu terlihat diwajahnya yang langsung menatap tajam pada nek baruangk, yang terlihat begitu tenang dihadapannya.
"kau tak usah mencari ku ?"
__ADS_1
"ternyata benar apa yang diceritakan oleh kasut padaku, kau memang bukan manusia biasa"
"sekarang juga aku ingin bertarung langsung denganmu ?"
mendengar perkataan siwara para prajurit nek baruangk maju mendekatinya dan mengacungkan pedang mereka padanya.
"mundur lah kalian semua, dia adalah milik ku.
mendengar perintah dari calon rajanya para prajurit perlahan mundur, dan nek baruangk perlahan maju mendekati siwara.
"baik, mari kita mulai !"
karena sudah tak sabar siwara langsung saja bergerak menuju Mandau yang masih dalam keadaan terbang, iya pun menggenggam Mandau yang sedang terbang dihadapannya dan langsung menyerang nek baruangk akan tetapi lawan yang yang dihadapinya bukanlah sembarang lawan, nek baruangk adalah manusia setengah iblis, kecerdasannya dan kekuatannya sangat lah hebat, sehingga serangan yang dilakukan berhasil dipatahkan oleh nek baruangk dengan mudahnya.
__ADS_1
bersambung___