Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
Kebahagian Dara Serunti


__ADS_3

Pagi hari itu hujan turun lebat sekali, sangat tidak mungkin untuk melakukan perjalanan. pangkalima terbangun dari tidurnya, melihat di sekeliling kamarnya dengan rasa bingung.


Iya pun mencoba keluar dari kamarnya saat membuka pintu, dara Serunti tiba-tiba saja sudah berada tepat didepannya.


"permisi pangkalima aku hanya ingin mengantarkan sarapan pagi mu."


"terimakasih Serunti, padahal aku bisa mengambil makanan sendiri di dapur, aku tidak ingin merepotkan siapa pun."


karena tak ingin membuat dara Serunti kecewa, iya pun mengambil makanan itu dan menaruhnya di atas meja di kamarnya.


"aku permisi ke dapur dulu untuk membasuh muka ku."


"iya silahkan, jangan lupa kau makan sarapan mu, aku membuatnya sendiri.


"pasti aku akan memakannya, mana mungkin aku menolak makanan yang diberikan seorang gadis cantik dan baik sepertimu."


walaupun dara Serunti sempat sedikit kecewa dengan pangkalima, namun pujian yang di ucapkan berhasil membuatnya tersenyum kembali.


pangkalima pun pergi ke dapur untuk membasuh mukanya, tiba-tiba saja Yusak datang mendekati dara Serunti, iya sangat terpukau dengan kecantikan dara Serunti.


"kau sangat cantik hari ini, jika aku diposisi pangkalima siwara, tak akan mungkin aku membuatmu kecewa meskipun hanya sedikit."


Yusak yang dari tadi melihat percakapan pangkalima dan dara Serunti mencoba merayu dan memanasi Serunti.


"sebaiknya kau jangan mengganggu ku,


ucap dara Serunti dengan nada kesal.


"hehehe... maaf sepertinya aku lupa kalau aku sedang berbicara kepada seorang gadis yang sedang jatuh cinta."


ucap Yusak dengan nada bercanda, hal itu membuat dara Serunti semakin kesal padanya, iya pun langsung pergi meninggalkan Yusak.


Melihat tingkah dara Serunti Yusak semakin mengoloknya dengan tertawaan.


"hahahaha...jangan sampai kau terjatuh ya gadis manis."


kata-kata itu sudah tak dihiraukan lagi oleh dara Serunti.


selesai membasuh wajahnya, pangkalima kembali ke kamarnya untuk mencicipi makanan yang dibawakan oleh dara Serunti,


Berniat hanya mencicipi tapi karena rasa nya sangat enak iya akhirnya menghabiskan makanan tersebut.


saat menoleh di pintu masuk kamar, rupanya dara Serunti dari tadi memperhatikan pangkalima saat memakan makanan yang iya berikan, alangkah senangnya iya, melihat makanan itu telah dimakan habis oleh pangkalima.


namun saat pangkalima mencoba menghampirinya dara Serunti pergi dan berlari lalu masuk ke kamarnya.


"ternyata iya menghabiskan makanan yang aku berikan, berarti masakan ku enak di lidahnya.


ucapnya didalam pikirannya,


karena terlalu senang dan bersemangat dara Serunti tersenyum sendiri. sehingga tidak iya sadari ibunya melihat hal tersebut.

__ADS_1


"mengapa hari ini kau seperti orang paling bahagia di dunia ini anak ku ?"


"eh ibu membuat ku kaget saja."


"mengapa kau tersenyum sendiri dara Serunti ?"


"tidak ada apa-apa ibu, aku hanya senang saja hari ini."


"ayolah ceritakan lah kepada ibu."


"ah ibu mau tahu saja.


karena tak mau mendengar banyak pertanyaan dari ibu nya dara Serunti langsung pergi meninggalkan ibu nya sendiri dikamar, dengan wajah bahagia iya berjalan sangat cepat seperti berlari, nampak dari langkahnya iya ingin sekali melompat, untuk melampiaskan rasa bahagianya.


karena seperti orang yang lupa diri, tiba-tiba saja iya menabrak seseorang didepannya,


seseorang itu yang tak lain adalah kasut kakaknya.


Bruk...


"dimana mata mu Serunti sehingga kau berjalan tanpa melihat aku yang sedang terluka ini dan tak cukup besar kah badan ini sehingga kau tidak melihatku


"maaf kan aku, aku tidak sengaja menabrak mu kasut." aku sedang terburu-buru."


"dasar gadis aneh"


ucap kasut kepada dara Serunti, mendengar ucapan kasut, dara Serunti pergi tanpa memperdulikan ucapan kakaknya tersebut


hal itu membuat kasut semakin kesal kepada saudari perempuannya itu.


ucap kasut sambil berjalan dengan keadaan pincang.


kini hujan telah reda, namun tetap saja mereka tak akan bisa melakukan perjalan kembali pulang ke kampungnya sebab jalanan setapak pasti akan sangat licin dan akan sulit untuk dilalui.


"akhirnya hujannya sudah berhenti, semoga saja jalanan segera mengering."


ucap pangkalima yang dari tadi masih sangat sabar menunggu di kamar yang terlihat tidak begitu besar dan sederhana.


disisi lain dara Serunti sedang sibuk menyiapkan makan siang bersama Wek rontek dan beberapa orang warga lainnya yang yang sengaja dipanggil oleh Timanggung untuk membantu mereka.


pangkalima yang jenuh dikamar pun keluar untuk untuk berbicara kepada Wek rontek menanyakan rencana kepulangan mereka hari ini.


"apa kita masih akan melanjutkan perjalanan hari ini ?"


"tentu saja kita akan melanjutkan perjalanan hari ini, mana mungkin aku berlama-lama ditempat ini."


"kalau begitu setelah selesai makan siang kita langsung berangkat saja, cuaca pun sudah mulai membaik, panas matahari pasti akan mengeringkan jalanan."


setelah makan siang mereka bersiap untuk melanjutkan keberangkatan ke kampung yang memang tidak terlalu jauh letaknya dari desa sungai Unak.


Jarak yang ditempuh kira-kira setengah hari lamanya, oleh sebab itu jika mereka berangkat siang, kemungkinan mereka akan sampai di sore harinya.

__ADS_1


"apa kau sudah siap" tanya Wek rontek kepada dara Serunti"


"sudah bu."


"kau tunggu disini ibu akan memangil pangkalima"


kata Wek rontek kepada dara Serunti, namun belum sempat iya melangkahkan kakinya pangkalima pun datang menghampiri mereka. setelah berpamitan kepada timanggung mereka melanjutkan perjalanan, begitu pun dengan Yusak, iya pun akan kembali ke kampungnya.


setelah sekian lama berjalan mereka pun singgah disebuah danau kecil ditengah hutan, airnya yang hitam memang membuat siapa pun takut mendekati danau tersebut ditambah lagi banyak yang bercerita bahwa danau tersebut dijaga oleh monster atau yang lebih dikenal dengan siluman.


siluman itu konon katanya adalah seekor buaya besar bertaring dan bisa menyerang dari dalam danau tersebut.


pangkalima yang penasaran mencoba mendekati danau itu, dan membasuh wajahnya, danau yang memang sangat menakutkan namun airnya yang hitam ketika disentuh berubah menjadi sangat jernih dan segar untuk membasuh wajah apalagi untuk mandi.


"danau ini tak seperti apa yang mereka ceritakan, air nya jernih dan segar."


ucap pangkalima menjelaskan tentang apa yang iya rasakan.


mendengar hal itu dara Serunti yang dari tadi memang merasa sangat gerah juga ikut membasuh wajahnya.


"ingin rasanya aku mandi di danau ini,airnya sangat jernih dan segar." kata dara Serunti


"kalau begitu aku yang akan terlebih dahulu mandi didanai ini"


tiba-tiba saja pangkalima langsung berlari lalu terjun di danau,


"wah segar sekali, apa kau tak ingin mandi Serunti ? ucap pangkalima dengan nada berteriak mengajak dara Serunti."


"kau pikir aku takut" kata Serunti yang langsung terjun didepan pangkalima.


ibunya hanya berdiam diri saja melihat kelakuan kedua orang yang memang tidak seumuran itu.


"ah mereka ternyata memang sangat cocok" kata Wek rontek dengan nada pelan seperti berbisik berkata kepada dirinya sendiri.


saat ingin naik ke tepian danau dara Serunti tiba-tiba berteriak dan secara tidak sengaja langsung memeluk pangkalima.


pangkalima pun langsung memeluk juga seorang gadis cantik itu.


tanpa sadar mereka bertatapan wajah mereka sangat dekat, jaraknya hanya sejengkal saja.


hampir saja mereka berciuman.


"ada apa Serunti?" tanya ibunya.


"tidak apa-apa ibu, kakiku hanya menginjak ranting didalam danau, dan itu membuatku terkejut.


mereka berdua sama-sama melepaskan pelukan dan naik di darat.


"maafkan aku pangkalima"


"iya tidak apa, lain kali kau harus berhati-hati.

__ADS_1


kata pangkalima menjawab permintaan maaf Serunti.


bersambung...


__ADS_2