
siwara berhasil membuat Yusak terbangun dari tidurnya, setelah bangun dari tidurnya Yusak melihat sekelilingnya dan kemudian melihat siwara dan beberapa orang telah berada disampingnya.
"dimana kasut ?"
"kasut telah dibawa oleh sekelompok orang atau jin ah atau entah apalah itu."
"kenapa kau membiarkan iya dibawa pergi oleh orang yang tak dikenal ?"
"entahlah aku juga heran dengan kejadian semalam, tetapi sungguh aku telah memperingati kasut, hanya saja dia tak mau mendengarkan ku, bahkan iya menatapku dengan tatapan aneh dan hal itulah yang membuatku pergi meninggalkannya dirumah tersebut."
mendengar apa yang diceritakan oleh Yusak, siwara beranggapan bahwa apa yang terjadi kepada Yusak dan kasut adalah pembuatan iblis yang tak suka akan kehadiran manusia di wilayah mereka.
"apa kalian punya makanan ? dari semalam aku belum makan, perutku terasa sangat lapar haus bah kakiku terasa tak mampu melangkah lagi."
tanya Yusak kepada rombongan sambil menjelaskan apa yang iya rasakan saat ini.
beruntung, mereka membawa perbekalan yang cukup, karena masing-masing dari mereka membawa perbekalan sendiri.
mendengar permintaan Yusak Dul yang merasa sangat kasihan padanya memberikan sebagian makanan yang dibawanya serta memberikan air minumnya kepada Yusak.
melihat kasut yang begitu lahapnya menyantap makanan yang telah diberikan oleh Dul, siwara teringat bahwa dari semalam mereka semua belum makan, oleh karena itu siwara memutuskan untuk makan dalu sebelum melanjutkan mencari kasut.
karena merasa lapar akhirnya mereka semua mengeluarkan perbekalan mereka masing-masing meskipun ada beberapa orang yang makanannya sudah tak bisa dimakan lagi sebab telah berbau tak sedap bahkan ada yang sudah busuk.
dengan begitu mereka membagi makanan yang ada kepada beberapa orang yang makanannya sudah tak layak untuk dimakan.
setelah selesai makan mereka beristirahat sejenak, begitupun Yusak yang kini kakinya sedang dipijat oleh Dul agar bisa berjalan dan menunjukan arah kepada mereka.
"apa kakimu sudah terasa baikan," tanya siwara kepada Yusak yang masih menahan rasa sakit dikakinya ditambah lagi pijatan yang dilakukan oleh Dul rasanya semakin menyiksa nya.
"aku lebih baik tak dipijat, sekarang kakiku rasa nya malah semakin parah karena pijatan si Dul.
"maafkan kan aku pangkalima !" ucap Dul yang merasa bersalah kepada Yusak, dan dengan segera iya menghentikan aktivitas memijatnya.
setelah dipijat Yusak berusaha untuk bangun dan berhasil berdiri karena merasa seluruh tubuhnya sakit semua iya pun berjalan sambil meregangkan tubuhnya dan dengan menggoyangkan kepala serta tangan dan kaki.
__ADS_1
"sekarang bagaimana perasaanmu ?" tanya siwara,
"ya lumayan juga jika dibandingkan yang tadi."
"itu artinya kau siap untuk berjalan menuju tempat yang kau ceritakan tadi kepada kami.
"baiklah !"
mendengar jawaban Yusak, lalu siwara mengajak semua rombongan untuk bersiap melanjutkan pencarian.
pencarian pun mereka lanjutkan dengan mengikuti arahan yang diberikan Yusak dan mereka terus melangkahkan kaki menyusuri jalan setapak tersebut.
sementara itu 2 kelompok lainya kini telah bertemu ditempat yang telah mereka sepakati, dan mereka harus menunggu satu kelompok yang dipimpin oleh siwara agar bisa tahu harus berbuat apa.
kerena merasa bosan menunggu kedua kelompok tersebut sudah tergabung menjadi satu dan menyusul dengan berjalan kearah dimana rombongan siwara memulai melakukan pencarian.
karena sudah terbiasa berburu tidak susah bagi mereka untuk melacak kelompok siwara, meskipun belum bertemu, tapi mereka yakin siwara dan rombongan pasti melewati jalan tersebut, dan tidak ada pula jejak bahwa mereka sudah kembali dari pencarian.
disisi lain didesa runung Pale, timanggung dan para tetua serta para pemangku adat kini tengah melakukan pertemuan, dalam pertemuan itu mereka membahas mengenai bersatunya desa Runung Pale dengan desa sungai Unak. dan besok adalah hari yang telah ditentukan sebagai hari jadi, dimana kepemimpinan desa Runung Pale akan dipimpin oleh Timanggung juak, dalam pertemuan itu juga membahas mengenai nama wilayah, sehingga telah ada kesepakatan bahwa wilayah kepemimpinan timanggung juak telah diberi nama Binua Radankg Pale.
nama baru dan pemimpin baru menjadi kebahagian tersendiri bagi warga desa Runung Pale.untuk mengingat hari itu merek mengadakan pesta besar dan akan dilaksanakan 7 hari 7 malam lamanya.
sementara itu siwara dan rombongan kini telah memasuki hutan larangan yang bernama hutan kelawar.
"dimana rumah besar yang kau ceritakan itu berada ?" tanya siwara kepada Yusak.
"seingat ku tidak jauh lagi dan kita akan sampai dirumah itu teruslah berjalan !"
jawab Yusak dengan yakin.
tak lama kemudian, mereka telah sampai ditepi bukit, yang merupakan perbatasan antara hutan kelawar dan desa Runung Pale.
"apakah kalian melihat kota itu yang berada dibawah ?" tanya Yusak.
"ya kami melihatnya ucap siwara memandangi kota tersebut serta mendengar keramaian disana karena memang posisi mereka sekarang memang sangat dekat dengan apa yang dilihat.
__ADS_1
"sekarang mari kita ke sana !"
kata Yusak mengajak siwara dan rombongan untuk melihat lebih dekat kota tersebut.
mereka pun berjalan menuruni bukit itu dan saat sampai di kaki bukit mereka dikejutkan dengan suasana yang tiba-tiba saja berubah.
suasana yang tadinya sejuk dan terasa damai seketika menjadi panas, pikiran pun menjadi tak karuan. lebih aneh lagi tempat yang tadinya adalah sebuah kota tetapi setelah mereka berada tepat ditempat itu, yang mereka lihat hanya lah pepohonan besar dan tua, ada pula tak sedikit dari pepohonan tersebut juga telah ditutupi akar, yang membuat pemandangan menjadi sedikit mencekam dan terasa ada bahaya yang selalu mengintai di setiap kali melangkah.
"bukannya kita sekarang telah berada di kota yang tadi kita lihat, namun kenapa seperti tak ada aktivitas kehidupan disini."
karena merasa heran salah seorang dari rombongan bertanya kepada yusak.
"sebaiknya kita terus saja berjalan, dan jangan terlalu berisik, sebab kita sekarang telah berada di wilayah mereka." kata siwara menanggapi pertanyaan dari seseorang dari rombongan nya tersebut.
"maaf, pangkalima !"
"lanjutkan saja perjalanan kita, dan jangan sampai ada yang terpisah dari kelompok." ucap siwara yang memang sudah mengetahui situasi dan tempat apa yang mereka masuki sekarang, dengan kemampuan supranatural nya tidak terlalu susah baginya untuk mengetahui semua hal yang ada ditempat itu.
"Berhenti !" seru Yusak kepada mereka.
"ada apa ?" tanya siwara.
"rumah itu semalam berada disini, tepat disini, aku ingat sekali ini adalah halaman dari rumah tersebut lihatlah pohon itu, sebelum masuk kami sempat berbincang disana setelah kemudian memutuskan untuk masuk kedalam." kata Yusak menceritakan sedikit peristiwanya bersama kasut semalam.
"apa yang kalian lihat semalam ?" tanya siwara.
"rumah panggung yang besar dan tinggi dengan tiang Belian besar berbentuk bulat, begitu pula dengan tangga yang terbuat dari kayu Belian besar dan memiliki banyak anak tangga."
kasut menjelaskan tentang apa yang iya lihat mengenai tempat tersebut kepada siwara.
sementara siwara melihat tempat itu dengan pandangan yang berbeda sambil mendengarkan apa yang diceritakan oleh Yusak matanya tiba-tiba berubah menjadi merah bersinar, kemampuan itu bernama Panambus dining,
tak lama setelahnya mata itu berangsur memudar dan menjadi normal seperti biasanya.
bersambung...
__ADS_1