Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
pangkalima siwara menjadi pemimpin pasukan


__ADS_3

alam yang sangat bersahabat sangat membantu mereka didalam perjalan menuju sungai Unak yang kurang lebih menempuh perjalan 4 sampai 5 jam tersebut.


karena berjalan cepat dan tidak menemui kendala, akhirnya mereka bisa sampai lebih awal dari yang mereka kira.


tanpa berkata apa pun Wek rontek langsung saja pergi kesebuah ruangan yang merupakan ruangan dimana timanggung lebih sering melakukan aktivitasnya.


dugaan Wek rontek sangat tepat timanggung memang berada di ruangan itu timanggung yang mendengar suara yang tak asing ditelinga ya itu keluar ruangan dan melihat Wek rontek lebih tepat nya istri nya yang memang terlihat sangat lelah dan wajah nya yang dibalut dengan rasa cemas.


"ada apa rontek ceritakan pada ku !"


"desa Runung Pale berulah lagi, kali ini iya menculik Serunti putri ku.


"kau tenanglah rontek aku akan segera melakukan sesuatu, dimana siwara ?" karena tidak melihat pangkalima iya pun menanyakan pangkalima siwara kepada Wek rontek.


"dia ada didepan."


"cepat panggil dia kemari, dan kau cepat kau panggil kasut dan pangkalima yang lain kita akan mengadakan pertemuan saat ini juga.


timanggung yang juga merasa sangat kesal pun langsung memanggil beberapa pangkalima yang ada didesa tersebut termasuk putranya kasut.


setelah menunggu cukup lama akhirnya mereka semua kini telah berkumpul di ruangan yang tidak terlalu besar namun lebih dari cukup untuk saat ini.


didalam pertemuan itu mereka merencanakan apa yang akan mereka lakukan, karena menghadapi timanggung suliang bukanlah sesuatu yang cukup mudah, ditambah lagi sekarang iya telah dibantu oleh banyak pangkalima dari desa lain yang membuat hal ini akan menjadi sangat berat bagi mereka.


setelah melakukan pertemuan dan menyepakati banyak hal dan rencana, masing-masing dari mereka pergi untuk mengumpulkan pasukan yang ada dan pasukan dari kampung terdekat dari desa tersebut. dan beberapa orang lainnya pergi menuju kampung yang jauh dari desa.


"siwara aku ingin kau memimpin pasukan yang ada sekarang Wek rontek akan mendampingi mu."


ucap timanggung memberi arahan kepada pangkalima siwara.


"baik timanggung."


"kita akan melakukan rencana pertama, aku akan mencoba melakukan negosiasi dengan mereka."

__ADS_1


"jika rencana ini tidak berhasil aku akan memberikan tanda untuk melakukan serangan mendadak."


kata timanggung mengingatkan kembali rencananya kepada semua orang.


tidak mau menunggu lama timanggung dan putra nya kasut beserta rombongan dan beberapa orang tetua di kelompok itu mulai berjalan menuju desa Runung Pale.


kelompok itu menjadi kelompok paling utama. dengan rencana melakukan negosiasi.


sementara pangkalima dan Wek rontek berjalan di kelompok kedua dalam kelompok itu terlihat ada dua ratusan orang yang berjalan dan dipimpin oleh pangkalima siwara dan Wek rontek.


sementara dibelakang masih banyak lagi kelompok yang akan menyusul mereka kelompok itu berasal dari berbagai kampung yang telah dipersatukan oleh para pangkalima dan tetua.


"jika mereka tak mau bernegosiasi maka kita harus siap untuk berperang."


ucap Wek rontek sambil berjalan, sementara pangkalima siwara mendengarkan semua yang diucapkan Wek rontek sambil iya juga menyusun rencana nya dalam memimpin pasukan yang telah dipercayakan kepadanya itu.


setelah sampai dikampung Tuluang kelompok kedua berhenti dan menunggu aba-aba dari kelompok didepannya. sementara kelompok utama langsung melanjutkan perjalanan menuju desa Runung Pale.


yang diikuti satu orang di setiap 200 meter jalan menuju desa Runung Pale.


Yusak juga ternyata telah datang membawa pasukannya.


"hei siwara sampai kapan kita harus menunggu disini"


"entah lah kita hanya akan bergerak jika ada perintah dari timanggung saja."


"kenapa tidak langsung menyerang saja, pasukan kita sangat banyak, kalau hanya untuk menghadapi timanggung Siluang."


pangkalima yang mendengar ucapan Yusak hanya diam saja dengan sedikit senyuman.


sementara itu kelompok utama kini telah tiba didesa runung Pale dan sedang menunggu kedatangan timanggung suliang untuk turun dan berhadapan dengan timanggung juak


"apakah mereka membawa pasukan?" tanya timanggung suliang kepada salah seorang panglimanya.

__ADS_1


"sepertinya memang mereka membawa pasukan. tetapi hanya sedikit timanggung."


"apa kau yakin?"


"menurut laporan terakhir memang begitu timanggung."


setelah mendengarkan jawaban dari orang kepercayaannya iya pun turun dan bertemu dengan timanggung juak yang sudah menunggu cukup lama dari tadi.


"selamat datang didesa runung Pale timanggung juak"


"sebelumnya aku ingin bertanya ada apa ini, kau datang tiba-tiba dan membawa rombongan sebanyak ini."


"sudahlah suliang sebaiknya kau jangan banyak basa basi sekarang lepaskan saja anak ku."


"juak...juak ternyata itu alasan mu datang kemari."


"baik, aku akui aku memang telah menculik anak mu."


"dan sesuai dengan rencana ku akhirnya kau datang juga menemui ku.


setelah melakukan pembicaraan namun sepertinya rencana negosiasi telah gagal. karena melihat hal tersebut timanggung memberikan aba-aba untuk bergerak iya berbisik kepada salah seorang dari mereka dan yang lain terus saja melaporkan hal tersebut sehingga pesan itu sampai kepada pasukan yang berada dikampung Tuluang, mereka pun maju dengan kecepatan yang tidak seperti biasanya.


namun tidak pernah disangka oleh mereka, sebuah pasukan yang sangat besar dari desa Runung Pale ternyata sudah mengepung mereka.


"kita sudah terkepung, apa yang harus kita lakukan Wek"


pangkalima yang bingung bertanya kepada Wek rontek.


"tidak ada cara lain selain menyerang mereka." ucap Wek rontek.


pangkalima pun dengan cepat memerintahkan pasukannya untu menyerang pasukan musuh yang telah mengepung mereka dari segala arah.


pertempuran pun terjadi, tak ada rasa takut apa lagi berpikiran untuk mundur, masing- masing pasukan berperang sama kuat,

__ADS_1


begitupun pangkalima siwara, Yusak, Wek rontek serta pangkalima lainnya bertarung habis-habisan.


bersambung


__ADS_2