Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
Berburu


__ADS_3

Setelah kembali ke penginapan serunti langsung menemui timanggung dan meminta maaf kepadanya.


Timanggung lantas melihat kearah Serunti lalu memeluknya.


Sedangkan pangkalima yang melihat hal itu merasa sangat bahagia, karena hubungan antara Serunti dan ayahnya timanggung juak yang dulunya hanya biasa saja bisa menjadi semakin dekat setelah kematian ibunya.


Ditempat lain kasut yang memang suka melakukan kegiatan berburu, sudah bersiap untuk pergi bersama beberapa orang warga Runung Pale.


Yusak yang tak mau kalah pun ikut bersama rombongan itu.


"Apa kau siap bertaruh denganku kasut ?"


"Baik aku terima tantangan mu."


"Kalau begitu siapa yang berhasil mendapat hasil buruan paling besar hari ini dialah yang menang."


"Lalu apa yang akan kau pertaruhkan Yusak."


"Aku akan membawakan mu tuak yang paling enak didesa ini untukmu jika kau yang menang, dan jika aku yang menang kau yang akan membawakan nya untukku."


"Hahaha...begitu saja taruhannya ?"


"Memang kau pikir apa lagi yang bisa aku pertaruhkan selain itu ?"


"Ya sudahlah mari kita berangkat !"


Karena tak mau berdebat lebih panjang dengan Yusak kasut pun memutuskan untuk melanjutkan rencana mereka untuk berburu.


Setelah tiba ditengah hutan tiba-tiba saja seekor rusa melintas didepan mereka.


Kasut dengan cekatan berlari tanpa mengeluarkan suara karena sudah terbiasa.

__ADS_1


Saat mendekati rusa tersebut iya mengarahkan sumpit nya dan akan meniupkan sumpitnya, tetapi hal yang tak iya duga terjadi.


Rusa yang sama sekali belum terkena sumpitnya itu tiba-tiba saja mati padahal ditempat itu hanya ada dirinya yang sudah sangat jauh terpisah dari rombongan.


Kebingungannya semakin memuncak setelah iya tak lagi melihat rusa yang sudah mati itu.


"Bukannya tadi rusa itu disini ?"


Ucapnya merasa keheranan, matanya menatap tajam kearah dimana rusa itu mati, sambil melihat di segala penjuru tempat itu akan tetapi tidak ada satu pun yang mencurigakan.


Karena merasa heran iya terkejut saat Yusak dan rombongan memanggil namanya.


"Apa yang kau lakukan disitu kasut, kami mencari mu, sambil berteriak tetapi kau tak menjawab, apa kau sengaja melakukan itu ?"


"Oh begitu kah, maaf tetapi aku sungguh tak mendengar jika kalian memanggilku."


Setelah bertemu kembali dengan kasut mereka pun melanjutkan perburuan sampai mereka sangat jauh didalam hutan.


kemudian setelah membangun pondok, kasut dan Yusak serta 2 orang lainya pergi melihat-lihat tempat tersebut, untuk melakukan perburuan.


"kita berjalan sudah sangat jauh, tetapi kita tidak mendapatkan apa pun."


Yusak yang merasa kesal dan merasa jenuh untuk melakukan perburuan, mengeluhkan keadaan mereka yang belum mendapatkan hasil buruan, tetapi Yusak yang masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi padanya, tak ingin mengakhiri perburuan itu.


"jika memang kau ingin kembali ke desa silahkan kembali sendiri, aku dan yang lainnya akan terus melanjutkan perburuan ini."


ditengah perbincangan itu seekor babi hutan yang sedang memakan sesuatu kemudian kasut mengambil inisiatif dan memberikan arahan pada ketiga orang itu untuk berpencar mengelilingi babi hutan tersebut. sementara Yusak yang memang keberadaan sangat dekat dengan babi itu seketika menyerang babi dengan pisau kecil yang dibawanya,.


karena sudah terbiasa berburu bahkan bertarung langsung dengan binatang buruannya, serangan tersebut berhasil melumpuhkan babi itu dengan menusukan pisau kecil miliknya tepat di rahang babi dan dia juga menusuknya di bagian perut babi itu.


meskipun sudah tertusuk dua kali, babi yang memang cukup besar dan bertaring yang menunjukan usianya yang sudah sangat tua tersebut masih dapat bangkit dan bermaksud melarikan diri.

__ADS_1


akan tetapi Yusak yang tak ingin tinggal diam meluncurkan anak sumpitnya yang telah dilumuri racun hutan, berhasil membuat babi itu tak bergeming lagi.


"wah apa jadinya jika aku tadi kembali ke desa ?"


ucap kasut bercanda


"huh kau pikir aku tidak mampu membunuh babi itu, di desaku aku adalah pemburu yang paling hebat bahkan tanpa senjata apa pun."


"iya aku percaya padamu kasut, jangan diambil hati aku hanya bercanda saja."


"Dul !"


"iya pangkalima" sahut Dul yang merupakan salah satu pemuda didesa runung Pale.


"sebaiknya kau kembali ke pondok dan beritahu mereka tentang tangkapan kita."


"Baik pangkalima." sahut Dul lagi.


karena tangkapan itu besar jadi mustahil bagi mereka berempat untuk membawanya, oleh karena itu kasut menyuruh Dul untuk memanggil kawan-kawan yang lainnya untuk datang membantu.


sementara menunggu, kasut dan Yusak pergi mencari kayu yang bisa digunakan untuk membawa hasil buruan mereka.


karena tidak terlalu jauh Dul pun sudah kembali lagi di tempat mereka menangkap buruan. kini Dul tidak sendirian tetapi kini iya membawa kawan-kawan yang lain untuk membantu membawa hasil buruan tersebut.


"kalian semua kembalilah ke pondok, aku akan menyusul nanti."


"baik pangkalima"


mereka semua dengan serentak mengiyakan perintah itu, kasut terus saja berjalan menapaki jalan setapak untuk menyusuri hutan, yang dari tadi membuatnya penasaran.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2