
mendengar penjelasan sontat, sekaligus menjawab pertanyaan Yusak yang diajukan kepada siwara, tak ada yang bisa mereka lakukan apa lagi membantu Komang yang sedari tadi terlihat terdesak dan seringkali iya terjatuh karena terkena serangan Kondo.
sementara disi lain masih di negeri tersebut, terlihat kasut yang telah hidup dan mulai berbaur layak nya iblis didalam istana, namun iya tidak terlihat seperti kasut yang kita kenal sebelumnya.
iya hidup seperti tak bersemangat, wajah yang layaknya iblis tak pernah menggambarkan rasa senang bahkan sedikit senyum pun tak terlintas.
ya benar sekali, iya kini masih dalam pengaruh iblis.
kemudian kasut kini sedang berjalan menuju suatu tempat dengan tatapan tajam dan langkah pelan.
sementara itu disebuah ruangan besar didalam istana, iblis yang belum pernah kita lihat sebelumnya yaitu nek baruangk itam sedang berbincang dengan beberapa pangkalima nya mereka kali ini membahas sesuatu yang sangat penting.
"apa kalian yakin dengan apa yang telah kalian lihat ?"
"kami sangat yakin sebab mereka berbeda dengan kita, oleh karena itu sangat mudah untuk mengenali siapa mereka."
ucap salah seorang dari pangkalima menjelaskan kepada nek baruangk bahwa mereka telah melihat sekelompok manusia telah datang di negeri mereka.
"jika begitu, terus kalian pantau mereka, kita harus tahu maksud dan tujuan mereka datang di negeri ini."
"ijinkanlah aku untuk melakukan tugas itu nek !"
__ADS_1
"baik, pergilah kiloy ! aku akan selalu menuggu kabar darimu."
"pasti nek, aku akan memberitahumu secepat mungkin."
kiloy yang merupakan salah seorang pangkalima muda usianya baru 25 tahun, langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
sementara pembicaraan nek baruangk dan para pangkalima nya masih terus berlanjut, tak lama kemudian kasut datang dan langsung masuk kedalam ruang tersebut.
"nah itu lihat, dia telah datang menemui mu."
"kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan ?"
"pergilah !"
saat dimana kasut mulai mendekati nek baruangk, semua pangkalima keluar meninggalkan mereka berdua saja.
"apa kabarmu hari ini, kasut ?"
"aku akan selalu siap melakukan apa yang kau perintahkan !"
"sepertinya tak ada pekerjaan yang akan kau lakukan hari ini, jadi, kau bisa bersantai menikmati harimu di negeri yang indah ini."
__ADS_1
setelah mendengar perkataan nek baruangk kasut lantas pergi begitu saja meninggalkan nek baruangk sendiri, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya, setelah mendengar ucapan yang dikatakan oleh nek baruangk.
setelah keluar dari ruangan tersebut iya berjalan lurus setelah sampai didepan istana iya bertegur sapa layaknya iblis, hanya saling menganggukkan kepala begitu saja.
disi lain Komang masih bertarung melawan kondo, nampak jelas bahwa Komang sudah dibuat berantakan dan mulai lelah akibat terkena serangan Kondo.
"apa kau masih tak ingin menyerah dan memberikan kesempatan kepada temanmu yang lain ?"
"aku belum kalah, sebaiknya kau bersiaplah menerima balasan dariku"
karena sudah lama bertarung dan belum ada yang mengakui kekalahan, siwara rasanya ingin sekali menyerang Kondo yang dengan begitu kuatnya terus menyerang Komang yang terlihat sudah tak berdaya.
"bersiaplah !"
kata Komang memperingati lawan yang berada didepannya,
ternyata dari tadi iya sengaja mengalah, karena kekuatannya berasal dari ketidakberdayaannya, tidak lama kemudian, iya merobek pakaiannya dan badannya berubah menjadi bertato dan urat-urat besar perlahan timbul di seluruh badannya menjadi bersinar sangat terang dan menyilaukan mata lawannya begitu juga dengan siapa saja yang melihatnya.
"akhirnya kau menunjukan jati dirimu juga."
"apa kau sudah siap ?"
__ADS_1