Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
misteri hutan larangan 23


__ADS_3

terlihat siwara yang terkena oleh serang jarak jauh yang mengakibatkan siwara harus menderita luka dalam yang sangat parah, hal itu terlihat jelas dengan kondisi yang kini diperlihatkan, siwara nampak berlutut dengan Posisi kaki kirinya tertekuk didepan nya sementara kaki kanan nya berusaha menopang dari belakang.


terlihat juga dari mulutnya memuntahkan darah yang banyak dan mengalir terus menerus sehingga membasahi tubuh bagian depan dan mulai keseimbangan nya mulai goyah, akibat dari pukulan jarak jauh milik nek baruangk.


"kau memang hebat siwara, meskipun tenaga dalam yang kau miliki belum sempurna, akan tetapi kau masih mampu bertahan."


setelah mengatakan hal tersebut, datanglah seorang pangkalima perang yang terlihat berlari dan lalu berlutut dihadapan nek baruangk.


"pasukan kita telah dikalahkan, dan aku terpaksa menarik mundur pasukan, karena musuh telah melipat gandakan kekuatan mereka secara penuh."


"Sonarus..!"


nek baruangk hitam hanya bergumam dengan perkataan yang tidak jelas lalu kemudian menyerukan nama Sonarus dengan lantang.


"Sonarus juga telah turun langsung ke Medan perang dan membentuk pasukan mereka menjadi satu kekuatan yang dahsyat, dan menyerang bersama, dan sekarang mereka telah mendekati kemah utama kita"!


"pergilah dan tahan pergerakan mereka untuk sementara."

__ADS_1


"baik nek"!


setelah menyuruh pangkalima nya pergi kemudian nek baruangk hitam memerintahkan beberapa prajurit untuk menangkap dan membawa siwara ke hadapannya lalu iya menciptakan gelombang sihir untuk mengikat siwara agar tak bisa melepaskan dirinya dari ikatan seperti sebelumnya.


sebelum pergi iya menyentuh wajah siwara dengan tatapan tenang dan berpesan kepada siwara.


"aku memberimu kesempatan untuk memulihkan tenaga mu, setelah aku selesai dengan urusanku aku akan kembali mengajak mu bermain-main."


kemudian nek baruangk pun pergi meninggalkan bukit dan menuju langsung ke Medan perang, karena mendengar Sonarus telah turun langsung dan iya merasa tertantang untuk ikut langsung berperang bersama pangkalima dan prajurit setianya.


kepergian nek baruangk hitam diikuti oleh kasut serta beberapa pangkalima yang juga akan turun langsung ke Medan pertempuran dari belakang.


"sepertinya hari ini akan menjadi hari terakhir nek baruangk hitam !"


kata sontat kepada Komang.


"kita jangan merasa senang dulu, dalam perang apa pun bisa saja terjadi !"

__ADS_1


sahut Sonarus sambil membersihkan pedang yang telah iya gunakan untuk membunuh beberapa prajurit iblis yang mencoba menyerangnya.


"dimana nek baruangk, seharusnya kini iya juga pasti sudah turun di Medan pertempuran, karena dengan kehadiran junjungan iya pasti merasa tertantang, apalagi pasukan nya sudah berhasil kita kalahkan."


sahut Komang sambil meregangkan kan tangannya.


"apa kau yakin iya akan datang, dia itu kan pengecut yang licik ."


"kali ini iya pasti datang, aku yakin dengan kesuksesannya menundukkan 11 kerajaan kecil dan memiliki banyak iblis-iblis hebat yang mendukungnya, itu akan membuatnya selalu berada di atas angin, meski dalam posisi terdesak sekalipun."


"dimana Sonarus berada, dari tadi aku tidak melihatnya ?"


Sonarus bertanya kepada Yusak yang masih terlihat masih menderita rasa sakit akibat dikeroyok oleh pasukan iblis..


"tadi, setelah kami memecah pasukan menjadi dua siwara memutuskan untuk pergi mencari kasut untuk berusaha berbicara dan membujuknya untuk pulang bersama kami ke negeri manusia."


sahut Yusak menjelaskan apa yang telah terjadi dan dilakukan siwara sebelum akhirnya mereka berpisah, mendengar penjelasan Yusak Sonarus memutuskan untuk melakukan pencarian siwara, karena iya yakin siwara pasti dalam bahaya.

__ADS_1


lalu kemudian mereka berjalan lebih cepat dari sebelumnya, obrolan mereka pun terhenti dan berpisah, Sonarus dan Yusak menuju pasukan utama dan mengambil alih pasukan dari pangkalima yang sebelumnya memimpin, sementara Komang dan Sontat berjalan melalui jalan lain menuju di dekat hutan yang cukup jauh dari Medan perang.


bersambung__


__ADS_2