Pangkalima Mandau Terbang

Pangkalima Mandau Terbang
misteri hutan larangan 27 kembali ke dunia manusia


__ADS_3

pagi itu terlihat Komang telah bersiap untuk memimpin rapat pada itu, setelah apa yang terjadi pada kerajaan tersebut ada banyak hal yang harus diatur dan Ditata ulang termasuk sistem pemerintahan yang dahulu telah terencana namun sistem tersebut harus tertunda akibat pemberontakan yang telah dilakukan oleh nek baruangk, dan setelah pemberontakan banyak para tokoh dan tetua kerajaan yang menjadi korban akibat keserakahan dan ambisi nek baruangk, sehingga perlu untuk mencari pengganti bagi mereka yang sudah tiada.


sementara diluar para tukang dan prajurit tengah sibuk membangun kembali bagian-bagian kerajaan yang telah hancur berantakan akibat perang.


di lorong kerajaan yang panjang dan tembok yang Kokoh serta tiang-besar terbuat dari kayu besi membuat siwara yang telah terbangun dan bersiap untuk meninggalkan kerajaan menjadi sedikit berat hati untuk meninggalkan tempat tersebut yang sudah terasa seperti rumahnya.


"pantas saja kasut menjadi betah tinggal di negeri ini !"


ucapnya dalam hati yang penuh dengan kebimbangan, akan tetapi iya tak memiliki pilihan lain lagi selain kembali ke dunia manusia.


"ah aku bisa saja datang ke negeri ini kapan pun aku mau, sementara di dunia manusia masih banyak yang harus aku lakukan !"


ucapnya lagi dalam dalam hati yang ditentang keras oleh pikiran di kepalanya.

__ADS_1


saat berada di depan ruang pertemuan kerajaan prajurit penjaga membukakan pintu ruangan tersebut dan Komang menunda rapat untuk sementara waktu.


"silakan masuk, siwara !"


"hari ini aku beserta rombongan akan kembali ke negeri manusia, mohon ijin serta restu dari kalian semua."


"silakan, siwara, tidak ada yang bisa menghentikan kakimu untuk keluar maupun masuk ke kerajaan ini, pergilah dan ingat pesanku.


""terimakasih, Komang, aku mohon pamit."


sebelum keluar dari gerbang, siwara kembali menoleh kebelakang untuk melihat kembali tembok bangunan tersebut sebelum akhirnya iya memutuskan untuk mulai melangkah dan meninggalkan kerajaan dan menempuh perjalanan.


kemudian setelah mereka berjalan cukup jauh dan telah melewati kawasan kerajaan, di atas bukit nampak kasut berdiri di sana matanya memandang kebawah bukit yang disana rombongan siwara dan rombongan telah pergi meninggalkan kerajaan dan juga negeri tersebut, tak berselang lama nek baruangk yang ternyata masih hidup dan terlihat masih terluka tiba-tiba muncul dari belakangnya.

__ADS_1


"apa yang kau pikirkan sekarang ?"


"tidak ada nek, aku sekarang seperti berada diantara dua pilihan yang mempunyai alasan yang sama kuat."


"apa maksudmu, apakah kau berpikir untuk pulang bersama mereka dan melupakan apa yang telah kita bangun dan rencanakan, ingatlah hanya aku yang bisa membantumu untuk meraih impianmu."


mendengar ucapan nek baruangk, kasut beranjak pergi dan meninggalkan nek baruangk sendiri, merasa iya telah berhasil menjinakkan pemikiran kasut, senyum lebar yang angkuh nampak di wajah nek baruangk,


"pergilah kalian, dan tunggu kedatanganku !"


ucapnya pelan lalu kembali tersenyum untuk yang kedua kalinya sebelum akhirnya iya pun meninggalkan tempat itu.


setelah cukup lama berjalan akhirnya Meraka sampai di pasar yang dimana pasar tersebut merupakan akses terakhir menuju dunia manusia, setelah melewati pasar mereka pun menemukan celah keluar, dan satu persatu mereka pun keluar dari tempat tersebut dan berada pada sebuah rumah panjang yang merupakan pintu gerbang masuk ke negeri iblis.

__ADS_1


bersambung___


__ADS_2