
tak terasa malam telah berganti menjadi siang, Wek rontek pun terbangun, saat bangun matanya langsung tertuju pada tempat pangkalima dibaringkan.
Alangkah terkejutnya iya saat melihat tempat tidur tersebut sudah kosong, Wek rontek yang kwartir bergegas untuk mencarinya, dan ketika iya mulai keluar dari tempat itu, dan iya pun melihat pangkalima yang sedang asik berbincang dengan seorang pemuda yang semalam membawa mereka ditempat itu.
karena melihat pangkalima yang ternyata berada tak jauh dan saat diperhatikan pangkalima sudah terlihat membaik dan tubuhnya seperti sangat segar dan sehat, kemudian datanglah kasut dan Yusak yang juga sudah terbangun dari tadi.
"apa yang akan kita lakukan sekarang Wek" tanya kasut sambil mengusap wajahnya.
"entahlah untuk sementara waktu kita disini saja sambil mencari rencana berikutnya."
"sebaiknya kita ke kampung itu lagi, karena katanya ada beberapa orang yang masih bersembunyi di sana."
ucap pangkalima sambil mengerak- gerakan badannya, kesamping kiri dan kanan untuk meregangkan badannya yang terasa kaku setelah bertarung semalam.
"apa untungnya kita mencari mereka, apa kau sudah pulih untuk melakukan sesuatu hari ini ?"
Tanya Yusak sambil menyantap makanan yang diberikan oleh salah seorang penduduk tadi.
"aku yakin kita akan mendapat petunjuk dari mereka" ucap pangkalima dengan yakin, karena iya telah mendengar kan sedikit penjelasan dari pemuda yang mengantar mereka semalam.
"baiklah jika begitu aku ikut saja"
Ucap kasut sedikit merasa tak senang, setelah berbincang-bincang mereka kini kembali masuk ke dalam goa tersebut atau lebih tepatnya terowongan,
di dalam mereka sudah disuguhkan makanan oleh pemuda dan warga kampung yang berada di sana.
Mereka dipersilahkan untuk menyantap makanan yang sudah disediakan tersebut, sambil makan mereka masih berbincang, tiba-tiba pak tua yang semalam mengobrol dengan Wek rontek bertanya kepada mereka.
"apa sebenarnya yang kalian lakukan ditempat ini, apa kalian tahu kalau tempat ini sudah dikutuk oleh iblis. keadaan kami sekarang sangatlah susah, seperti yang kalian lihat saat ini".
__ADS_1
Untuk makan pun kami harus berhemat. ucap lelaki tua itu sembari menceritakan keadaan mereka saat itu.
"kami tahu apa yang sedang bapak rasakan, oleh karena itulah kami ditugaskan oleh Timanggung untuk menyelidiki hal ini.mudah-mudahan kami selalu diberikan jalan dan petunjuk oleh TUHAN."
ucap pangkalima menjawab pertanyaan lelaki tua itu.
"apakah ada petunjuk terbaru mengenai mustika itu pak tua ?" tanya Wek rontek.
"untuk sekarang tidak ada petunjuk terbaru, tetapi kabar terakhir, sebelum meninggal sun kema pergi ke kampung Tuluang."
Ujar lelaki tua itu.
"kalau begitu hari ini kami akan langsung menuju ke sana" ucap pangkalima
"tapi sebelumnya kami akan mencari warga kampung ini yang masih berada di sana." lanjutnya.
"terserah kalian, aku ikuti saja" ujar kasut dengan kesal.
setelah selesai makan merekapun bergegas keluar dari terowongan itu.
"apa kau mengingat sesuatu" tanya Wek rontek kepada pangkalima,
"iya sepertinya aku merasa ada yang kurang pada diriku hari ini" jawab pangkalima.
"oh iya dimana mandau ku Wek ?" lanjutnya menanyakan mandaunya kepada Wek rontek.
"itulah yang ingin aku ceritakan kepadamu dari tadi, tapi kau terlihat begitu semangat sekali apalagi setelah mendengar kampung Tuluang." kata Wek rontek sedikit bercanda.
"aku tidak menemukan Mandau mu itu, setelah pertarungan semalam, Mandau itu langsung menghilang tidak tahu kemana." lanjut Wek rontek menuturkan kejadian tentang Mandau yang hilang.
__ADS_1
"Mandau itu memang sering sekali menghilang, tapi nanti iya akan kembali dengan sendirinya." ucap pangkalima menjelaskan tentang Mandau nya.
Tanpa menunggu lama mereka pun berpamitan kepada lelaki tua itu begitu juga penduduk kampung yang lainnya dan langsung menuju perkampungan itu lagi.
"dari mana kau tahu kalau dikampung ini masih ada orang yang masih hidup?" tanya kasut.
"pemuda yang membawa kita semalam yang menceritakan nya pada ku tadi pagi." jawab pangkalima.
Tanpa terasa mereka pun sudah memasuki perkampungan, merekapun mulai mencari dan tidak menemukan orang yang selamat, hanya terlihat beberapa mayat yang nampak dari jauh.
"sebaiknya kita pergi dari sini, kita sudah mencari dan tak menemukan orang yang masih hidup." kata Yusak kepada mereka.
"setuju, aku juga berpikir mereka pasti sudah mati. lanjut kasut menyetujui perkataan Yusak.
"mari pangkalima, benar yang diucapkan mereka berdua. ucap Wek rontek.
"kita langsung ke kampung Tuluang saja. ucap pangkalima sambil berjalan cepat.
merekapun melanjutkan perjalanan menuju Tuluang.
kali ini mereka berjalan sangat cepat,
setelah berjalan kurang lebih 2 jam lamanya, mereka pun sampai didekat perkampungan itu,
mereka mencium bau busuk yang amat kuat, lebih parah dari kampung sebelumnya.
"Kabar terakhir yang aku dengar disinilah awal mula penyakit itu mulai ada.. kata kasut kepada pangkalima.
"jika memang begitu pasti ada sesuatu yang kita harus mencari tahunya, ucap pangkalima, sambil menutup hidungnya.
__ADS_1
Bersambung...