
"Peter Pan pun tak ingin tumbuh dewasa!" Jerit gadis yang masih mengumpat di balik selimut hangatnya. Ibunya terus meneriaki putri bungsunya itu di pagi yang sangat membuatnya sibuk, "Ayolah sayang!" Helena menyabarkan dirinya sendiri. Meja makan sudah terlihat indah dan berhasil mengundang selera nafsu makan Jeff. "Dia hanya mendengarkan perintah kakaknya saja." Gumam Jeff seraya dengan tawa kecilnya. "Kau benar sayang, aku membutuhkan Heidi untuk ini." Helena mengakui akan kejinakkan Jill yang hanya berhasil oleh perintah Heidi putri sulungnya yang kini telah memiliki kehidupannya sendiri bersama suaminya di tempat yang memang jauh dari tempat tinggalnya yang sebelumnya ini. Heidi adalah seorang putri sulung yang baik dan sebagai kakak yang menjadi motivator bagi adik satu-satunya itu. Jill merasa kehilangan setelah pernikahan Heidi dengan Dex, menurut pendapatnya Heidi telah di culik dan di kendalikan oleh pria yang bernama Dex itu. "Baiklah biar aku saja yang menarik selimutnya, untuk hari ini saja." Ucap Jeff yang bangkit dari kursinya dan melangkah menuju kamar putri terakhirnya itu. "Aku percaya padamu sayang." Ujar Helena tersenyum pada suaminya itu. Setidaknya masalah yang sulit itu sudah teratasi, hanya tersisa adonan roti yang harus di panggangnya.
__ADS_1
Dinding tembok kamar yang berwarna cat pelangi itu di penuhi bingkai foto kebersamaan Heidi dan Jill, Jeff tersenyum melihat foto-foto itu. Bentuk tubuh Jill yang terjiplak dari selimutnya itu terlihat seperti segunduk kantong sampah yang terkumpul di mobil truk. "Baiklah semuanya perkenalkanlah Jill si gadis malas!" Suara semangat ayahnya sambil menarik selimut yang langsung terlepas dari cengkeraman Jill. "Maafkan aku maksudku, Jill si bajak laut!" Gadis itu memang sangat senang jika anggota keluarganya memanggilnya bajak laut, karena sejak kecilnya Jeff selalu menceritakan cerita dongeng itu sebelum ia tidur. Tambah lagi Jill sangat menggemari film bajak laut dan juga Peter Pan. Ia di beri nama oleh ayahnya sendiri dengan empat huruf untuk nama depannya, dan sama halnya seperti nama Jeff dengan empat huruf. Sedangkan Heidi sendiri di berikan langsung oleh Helena dengan huruf depan yang sama, mereka adalah keluarga yang unik, Jeff dan Jill, Helena dan Heidi. "Oh ayah, ayolah jangan ambil selimutku itu." Rengeknya yang merasa kedinginan. "Tak ada yang namanya selimut, ayo ayo!" Paksa Jeff agar putrinya itu bergegas untuk bersiap pergi sekolah. "Kau menyebalkan sekali Kapten Hook!" Gadis itu bangkit dan berlalu pergi ke kamar mandinya. Jeff menggelengkan kepalanya, ia akan kewalahan jika mengurusi Jill sendirian. Ayah dua anak itu pun merapikan tempat tidur Jill dengan tangan kekarnya.
__ADS_1
Ia membayangkan mengenakan kaos bertuliskan Neverland dengan paduan kemeja flanel dan sepatu sneakers favoritnya selagi ia mengenakan seragam resmi. Lalu wangi Roti yang baru di keluarkan dari mesin panggang itu langsung Jill ciumi aromanya. "Satu untukmu sarapan, dan satu untuk sahabatmu Anne!" Ujar ibunya yang menyentil tangan Jill. Gadis tujuh belas tahun itu langsung mengernyitkan wajah manisnya, "Kau tahu bu aku ingin menaikkan berat badanku." Alasannya untuk mendapatkan roti itu lebih banyak lagi. "Buah, makanlah pisang dan anggur itu." Ayahnya menyela sembari menyodorkan keranjang berisi buah-buahan. "Kurangi lemak dan karbohidrat." Ucapnya lagi yang memang menerapkan hidup sehat bagi anak istrinya. Tak berkata apapun lagi Jill langsung memakan beberapa buah anggur hijau yang ada di hadapannya itu, Helena tersenyum cantik memperhatikan putrinya itu. "Mulai sekarang kau harus bangun pagi sayang, kau harus mampu melakukan itu." Kata ibunya. "Ibumu benar, kau harus belajar untuk disiplin terhadap waktu." Tambah Jeff. Sementara dengan nasehat orangtuanya, yang ada di dalam otak Jill hanyalah apa yang sedang di lakukan kakaknya kini setelah sebulan pergi meninggalkannya. "Kapan Heidi berkunjung?" Pertanyaannya itu terucap dengan polosnya. Helena dan Jeff pun saling bertatapan, "Ayolah Jill, jangan ganggu kakakmu itu." "Waktunya sekolah!"
__ADS_1
__ADS_1
Ayah dan ibunya kini memang begitu membatasi Jill dengan Heidi karena putri sulungnya itu memang harus menjalani kehidupannya masing-masing. Tetapi Jill adalah anak yang keras kepala dan sangat sulit diberi perintah bahkan nasehat dari siapapun. Namun sebagai orangtua, Jeff dan Helena tak akan menyerah untuk kebaikan putri-putrinya itu, "Sampai jumpa Jill gadis kecilku!" Helena melambaikan tangannya ke arah mobil yang kini perlahan melaju.
__ADS_1