Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 18 - Bersungguh-sungguh


__ADS_3

Tak terduga Alex menemuinya di kafetaria tepat saat orang-orang yang dekat dengannya tak ada. Jill mencoba menghindar dengan berpura-pura tak melihatnya namun Alex sudah berhasil mencapai lengannya. "Jill?" Panggilnya pelan. "Apa lagi ini?" Heran gadis itu dengan sedikt gelisah. Alex melepaskan lengan Jill, pandangannya tertunduk dengan ekspresi menyesal "Aku hanya ingin minta maaf padamu." Dengan nada suaranya yang terdengar sedih, di sisi lain gadis itu merasa kasihan dan berpikir bahwa perkataan Alex kali ini sepertinya memang bersungguh-sungguh. "Baiklah, aku memaafkanmu, aku hanya meminta padamu untuk tidak berbuat masalah lagi dengan Thompson." Pinta Jill dengan kemurahan hatinya. "Jill!" Terdengar seseorang memanggilnya dengan berteriak dari arah pintu masuk, Anne bersama Miles. "Baiklah aku pergi." Alex pun berlalu meninggalkan tempat itu dengan rasa kekalahannya.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan huh?" Anne bertanya dengan nada tinggi. "Dia mengakui kesalahannya, sudahlah lagi pula semuanya sudah selesai dan tak ada masalah lagi." Jelas Jill. "Memangnya siapa lelaki tadi?" Miles menyela karena tak tahu apa yang sedang di perbincangkan dua juniornya itu. "Dia Alex," Jill menjawabnya. Dan kini Jill merasa heran dengan kehadiran sahabatnya itu yang bersama dengan Miles, "Dan bagaimana kalian bisa bersama seperti ini???" Tanya gadis itu. "Dia menceritakan tentang hewan reptil peliharaannya dan itu membuatku tertarik," Jawab Anne dengan santainya berjalan memasuki antrian kafetaria, di ikuti Jill dan Miles. "Tambah lagi aku merasa lapar, jadi aku mengajaknya kesini." Sementara Miles hanya tersenyum pada Jill dengan pandangan nakalnya tanpa di sadari oleh Jill itu sendiri, tak lama Jill menoleh padanya dan Miles pun mengalihkan pandangannya. "Permen?" Miles menawarinya permen lagi. "Apakah keluargamu memiliki pabrik permen? Jika aku terus menerus memakan itu, ayahku akan membawaku ke dokter gigi." Ucap Jill dengan bercanda. "Entahlah aku hanya suka dengan permen, dan juga berbagi hal manis itu menyenangkan bukan?" Miles dengan gaya bicaranya yang seperti orang dewasa. Anne menoleh dan bertanya, "Apakah ular milikmu itu termasuk hal manis?" Mendengar pertanyaan Anne itu Miles pun tertawa, "Astaga ular katamu???" Jill merinding. "Ya Jill, dan aku sangat tak sabar ingin melihat hewan reptil lainnya juga, dia keren bisa mempelihara semua reptil itu." Anne terdengar sangat bersemangat. "Apa itu benar Miles?" Jill memastikan. Lelaki itu terlihat senang dengan Jill yang mengucapkan namanya dengan imut, "Yang di katakannya memang benar, tapi tenanglah karena mereka aman dan jinak di tanganku." Miles mengakui bahwa dirinya adalah pawang reptil yang keren.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan jam sekolah, Anne memaksanya untuk ikut pergi ke rumah Miles. Namun sayangnya Jill menolak karena Thompson sudah mengajaknya terlebih dahulu. "Maafkan aku teman-teman, aku sudah memiliki janji bersama Thompson." Katanya. Anne memakluminya, namun Miles merasa penasaran dengan siapa lelaki yang memiliki perjanjian dengan Jill hingga gadis itu tak bisa ikut bersamanya. "Siapa Thompson???" "Kekasihnya tentu saja." Jawab Anne dengan wajah bosan, Miles merasa kecewa sebenarnya. "Apakah kau benar tak bisa menunda perjanjian dengannya? Karena hari ini akan seru dengan para reptil yang ada di rumahku." Miles mencoba membujuknya. "Maafkan aku, tapi di lain hari aku pasti akan melihat hewan peliharaanmu itu," Tolaknya dengan baik. "Oh ayolah Jill ini akan menyenangkan." Lelaki itu sangat menginginkannya untuk bisa mendatangi kediamannya. "Dia tak akan bisa di bujuk, kau akan menyerah Miles." Gumam Anne. Tak lama suara klakson mobil mengejutkan mereka, "Maaf!" Teriak Thompson dari balik kemudinya. "Baiklah jemputanku sudah tiba, sampai nanti!" Jill pun masuk ke dalam mobil milik ayah dari kekasihnya itu dan membuat perasaan Miles kacau. "Sudah kubilang, kau akan menyerah karena tak bisa membujuknya." Gerutu Anne yang melambaikan tangan kepada Jill. "Aku tak akan menyerah." Ucap Miles bersungguh-sungguh di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2