
"Dia berbahaya, kita harus tahu apa tindak kriminalnya." Kata Anne dengan matanya yang fokus tertuju pada papan tulis. "Dan kakaknya meninggal, dia benar berbohong, apa yang di rahasiakannya?" Jill sangat penasaran. "Entahlah, aku merasakan kejanggalan darinya." "Lalu apa hubungannya dengan Simon???" Bisik Jill yang masih bertanya-tanya dengan keadaan menulis kalimat yang tak di mengerti di bukunya "La battaglia ha avuto luogo, i sopravvissuti." Matanya seakan berputar membaca kalimat itu. "Kita akan mencari tahu." Balas Anne yang juga berbisik karena di dalam kelas bahasa itu tak boleh seorang pun terdengar berbicara oleh Mr. Burton. "Tapi bagaimana caranya???" Jill terus bertanya. "Nanti kita akan bicarakan ini saat jam istirahat." Walaupun suara mereka sangat pelan, "Kalian berdua! Keluar dari kelasku!"
Memalukan sekali mereka harus berdiri di luar kelasnya, "Ikuti aku, kita akan aman dan jangan khawatir." Anne bergegas menuju ruang rahasia sekolah, "Tapi..." Jill kebingungan sambil mengikuti sahabatnya itu berjalan di koridor yang kosong dari jamahan murid-murid, terkecuali Mr. Frank. Jill memberikan senyumannya walaupun Mr. Frank tak memberinya ekspresi sama sekali, "Ayolah."
__ADS_1
Jill mencoba menghubungi Simon untuk pertemuan mereka, sedangkan Anne sibuk memotret dokumen Miles dengan kamera tugasnya. "Aku tak di izinkan mengambil apapun disini, kecuali jika aku memiliki alasan tepat untuk dokumen ini, Mr. Raquel tak akan mengerti." Ucapnya nyaring yang menggema di ruangan rahasia itu. "Sudah cukup dengan memotretnya saja Anne... Dan yeah! Simon akan menemui kita malam ini." Kata Jill setelah mendapat balasan teks dari Simon. "Aku kesal dengan guru bahasa itu, mengapa kita tak boleh berisik???" Sambung Jill. "Entahlah mungkin dia adalah seorang mutan yang berkekuatan indera pendengaran, mungkin telinganya terasa sakit karena telah mendengar banyak suara di dunia ini." Mereka berdua tertawa dan membuat lelucon. "Kau tak boleh mengatakan itu, jika dia mutan berarti apa yang kita bicarakan saat ini, dia bisa mendengarnya." Tambah Jill. "Tak masalah bagiku, karena aku akan mengejeknya sekarang... Mutan latin." Mereka pun tertawa tak hentinya dengan lelucon yang mereka buat itu.
Malam yang menampakkan bulan sabit itu menemani mereka di taman bermain yang sepi. Suara mesin mobil pun terdengar dari jarak dekat, "Simon sudah datang." Ucap Jill. Anne duduk di ayunan dengan menghisap rokoknya, tak peduli akan kekasihnya yang sudah melarangnya untuk merokok, namun Silver tak sedang bersamanya.
__ADS_1
Jill mengeluarkan kamera tugas milik Anne dan mulai menunjukkan foto-foto berisi dokumen milik Miles. Sejenak Simon terdiam dengan ekspresi kagetnya membuat Jill dan Anne merasa tegang. "Apa maksunya ini?" Tanya Simon dengan marah. "Aku sangat penasaran dengan nama mu yang sama dengannya, dan apakah ada hubungan antara kalian?" Jill mengatakan yang sebenarnya. "Apa dia berbuat masalah lagi?" Simon terlihat begitu emosi dengan raut wajahnya itu. "Ah tidak, tidak, dia baik-baik saja." Sangkal Jill. "Memang masalah apa saja yang telah ia lakukan???" Anne pun memulai pertanyaannya. "Sebenarnya apa yang kalian inginkan? Ada apa ini???" Simon masih kebingungan. "Jujur saja, gerak-geriknya sangat aneh dan entah mengapa aku mencurigainya, tolong beri kita berdua penjelasan, hanya itu." "Percaya saja padaku dan Jill, rahasia akan aman bersama kita." Anne mencoba untuk bersabar menunggu jawabannya. "Sebenarnya, Miles mengagumiku Simon." Mendengar Jill menyebut namanya, Simon sangat terkejut dan emosi di wajahnya terlihat lagi. "Apa yang dia lakukan padamu?" Tanyanya cemas. "Dia tak melakukan apa-apa, hanya saja aku menyadari hal itu, terlihat dari sikapnya terhadap Jill sangat mudah ku tebak." Jelas Anne. "Aku tak tahu, aku akan pergi, selamat malam." Simon melangkah pergi dengan ketidaktenangannya. "Baiklah tak masalah Simon, hati-hati di perjalanan." Ucap Jill yang memahami penolakannya.
Namun langkahnya terhenti, karena teringat akan kejadian yang menimpa keluarganya tahun lalu. "Aku tidak mau masalah menimpa mu Jill, apalagi bermasalah dengan orang itu." Karena Jill adalah gadis yang ia kagumi walaupun Jill tak mengetahuinya, dan Simon tak mau melihatnya mendapat masalah dengan orang yang ia benci dalam hidupnya, Miles. Lelaki itu pun menceritakan segalanya kepada dua gadis itu, tanpa satu hal pun yang ia tutup-tutupi lagi.
__ADS_1