
Sambil menyantap sarapan paginya, gadis itu sudah memutuskan untuk tak mempedulikan Thompson sementara. Dengan berulang-ulang memikirkan keputusan itu dari malam tadi, dan keputusannya sudah bulat. Karena Jill memiliki kebebasan sendiri yang tak seorang pun tak berhak menghalanginya, tidak dengan keluarganya, tidak dengan sahabatnya, dan tentu tidak dengan kekasihnya yang semalam telah mengacaukan perasaannya. "Sayang, semalam Anne menunggumu di luar, tapi kau tak juga membuka kamarmu..." Kata ibunya. "Aku baik-baik saja bu, aku dan Anne tak ada masalah, hanya saja tadi malam aku sedang tak mau berbicara pada siapapun." Jawab putrinya. "Baiklah, ibu tak perlu tahu, yang penting kau sudah mengerti untuk menyelesaikan suatu masalah sendiri, belajarlah menjadi gadis dewasa." Kalimat ibunya itu memberikan dorongan untuk terus maju sendirian. "Terimakasih ibu, aku sangat menyayangimu." Jill memeluk Helena. "Ayahmu sedang sibuk akhir-akhir ini, dia berpesan padaku, ayahmu meminta maaf karena tak bisa terus mengantarkanmu ke sekolah." Helena menyampaikan pesan dari ayahnya itu. "Oh ayah... Aku juga menyayanginya."
__ADS_1
Anne berdiri di depan gerbang dengan kecemasannya terhadap Jill, "Kau bodoh, mengapa pergi tanpaku?" Anne memarahinya. "Sudahlah jangan pikirkan itu, aku sudah tak apa." Jill merangkul sahabatnya itu. "Hari ini mereka akan pergi." Anne menunjuk ke arah sekumpulan tim softball yang tengah bersiap berangkat menuju asrama pemuda cyrano. Dari kejauhan itu Thompson terlihat sedang menatapnya, "Aku tak peduli pada tim payah itu, ayolah aku ingin bertemu Miles di dalam." Ucap Jill yang membuat Anne keheranan. Thompson merasa sangat bersalah pagi itu melihat ekspresi Jill yang terlihat membencinya karena segala perkataannya saat kemarin. Lelaki itu menyadari atas kesalahannya, seharusnya ia tak perlu melakukan itu. "Hey mau kemana kau?!!" Teriak Nick yang melihatnya berlarian masuk ke dalam sekolah,
__ADS_1
"Hanya sebentar!" Thompson mengejar kekasihnya yang pagi ini terlihat bersikap dingin padanya, "Mereka itu sangat rumit." Ujar Nick. "Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya." Kata Sanchez.
__ADS_1
"Lihat saja nanti setelah aku selesai, aku akan kembali padanya."
__ADS_1
Thompson membuat bingung teman-temannya. "Hey tenanglah bung." Ujar Sanchez. "Aku benar-benar telah melakukan kesalahan lagi yang membuat hubunganku kacau." Thompson memarahi dirinya sendiri. "Aku sangat bodoh, tega sekali diriku ini membiarkannya pergi tanpaku." Pemuda yang kacau itu menendang bus berkali-kali. "Dan kenapa kalian tak menyadarkanku kemarin?!!" "Sial!!!" Teriaknya. "Hey bung!" Nick merintih kesakitan karena Thompson menginjak kakinya. "Thompson!" Semua kawannya itu pun menenangkannya dengan memegangi kedua tangan lelaki itu yang kini tak bisa bergerak.
__ADS_1