Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 8 - Rasa tidak peduli sebenarnya mengartikan sesuatu


__ADS_3

Berusaha untuk bangun pagi memang sangat sulit baginya yang walaupun ia tidur di jam yang tepat, dan malam ini ia akan tidur terlambat karena pesta itu. "Mungkinkah aku akan bangun dari tidurku besok???" Pikirnya sendiri.


Lagi-lagi ia terhambat dengan segerombolan para buruh yang melakukan aksi demo dan mengganggu lalu lintas jalanan. "Ayah aku sangat terlambat!" Kesal Jill. Jeff hanya mengangkat bahunya kebingungan, "Mau bagaimana lagi?" Gadis itu merasa kesal dengan kemacetan yang menghambatnya.

__ADS_1


Keterlambatan memang sudah terbiasa bagi Jill, namun dia akan bersikap santai jika semua situasi aman. Tidak dengan hari ini, koridor kosong itu membuat jantungnya semakin berdegup kencang. Kesialannya bertepatan dengan kelas paling ia benci sekaligus di takutinya yaitu kelas olahraga yang akan menambah hari sialnya menjadi sempurna.


"Berat badanmu sangat gemuk! Teruslah berlari!" Teriakan Mr. Mike sudah terdengar dari kejauhan, Jill merasa menggigil. Gadis itu berjalan pelan ke arah pelatih olahraga yang tengah berdiri di sudut gymnasium, namun seseorang memanggilnya dari kursi tribun "Hey, ingat malam ini!" Alex. "Sial!!!" Jeritnya dalam hati dengan melihat Alex bersama para pemain softball yang duduk di tempat itu, ia berharap Thompson tak ada disana.

__ADS_1


Setelah usai materi yang di berikan Mr. Mike, mereka beristirahat namun masih di tempat itu. "Ku dengar tim softball akan bertanding, Derek bilang tiga hari yang akan datang." Ucap Anne sambil meminum air mineralnya. "Aku tak peduli," Jawab Jill ketus. "Tapi kenapa aku tak melihat Thompson disini???" Sambung Anne. Mendengar itu Jill merasa tenang karena mantan kekasihnya itu tak melihatnya saat di permalukan tadi. Namun Jill juga merasa penasaran, pikirannya sama seperti Anne, "Kenapa Thompson tak terlihat?"


Kembali ke kelas selanjutnya, Anne menghentikan langkah Jill. Di depan kelas sejarah para pemandu sorak tengah berkumpul, Carly terlihat pamer dengan kaos milik Thompson yang berangka dua puluh enam itu, wajah ceria gadis itu menatap Jill seolah ia menginginkan Jill untuk merasa kesal terhadapnya. Jill melanjutkan langkahnya, "Sudahlah Anne, biarkan saja, aku tak mau memikirkan apapun lagi."

__ADS_1


Malam pun tiba, Anne sudah sangat siap. "Apa yang kau kenakan itu???" Jill merinding melihat Anne yang sedang menancapkan benda kecil tajam ke lidahnya itu. Di sisi lain Jill begitu bingung dengan pakaiannya sendiri. "Ayolah Jill, apakah ini pesta dansa??? Gaun?" Anne tak mau membuat sahabatnya itu kesulitan dengan setumpuk pakaian yang menggunung di ranjang itu. "Aku sudah menduganya, tenanglah." Anne pun membongkar ransel nya dan tak lama ia memberikan pakaian keren miliknya yang sengaja ia bawa untuk Jill. Kaos pink, jeans hitam dengan jaket kulit berwarna hitam, tak lupa juga dengan sepatu keren yang masih bertemakan rock. "Kau bercanda???" Jill merasa heran menghadapi sahabatnya itu. "Aku tahu kau tak suka gayaku, maka dari itu aku beri sedikit warnamu, pink." Jelas Anne padanya. Jill merasa pusing kemudian ia mengumpatkan wajahnya ke bantal sambil berteriak, tak lama pun suara klakson terdengar nyaring dari luar rumahnya. "Alex sudah datang." Ujar Anne.


__ADS_2