
Sepanjang perjalanan Alex terus menerus menoleh ke arah Jill, "Hentikan itu Alex!" Jill merasa tak nyaman di perhatikan seperti itu. "Maaf, karena kau benar-benar berbeda malam ini, kau menakjubkan, cantik." Ucap Alex dengan kejujuran dari hatinya. Terpaksa dan memang tak ada pilihan lagi Jill pun mengenakan pakaian milik sahabatnya itu. "Apakah kau mulai memiliki gaya rock ataupun metal?" Tanya lelaki itu. Jill hanya terdiam dan memikirkan Anne yang kini pasti sedang menertawainya, Anne menaiki mobil bersama beberapa teman lain yang juga akan bergabung di pesta itu. Sebenarnya Anne adalah gadis yang termasuk populer di sekolah dengan kelompok keren lain yang memiliki gaya maupun kekayaan, namun ia hanya memilih satu sahabat yang sedari kecil selalu bersamanya yaitu Jill yang menjadi gadis biasa dan tak memiliki kepopuleran di sekolah. Anne hanya ingin bersama Jill, karena Jill adalah teman terjujur dan terbaik yang di milikinya, tidak dengan teman lain yang hanya berpura-pura di hadapannya. Anne merasa muak dengan itu.
__ADS_1
Suara musik yang begitu bising dan mengganggu para tetangga itu semakin keras, Alex begitu gembira dengan tangannya yang terus menggenggam tangan Jill. "Alex!" Jill sangat kesulitan. Banyak kendaraan di depan rumah yang memang besar itu, pikiran Jill terpaku pada keramaian yang ada di dalam rumah milik Philippe sebagai anak terkeren dan memiliki uang yang banyak. Alex masuk ke dalam kerumunan itu bersama Jill yang merasa sesak di tengah perkumpulan remaja itu, "Hey Phil!" Alex bergabung dengan kawanannya. Mereka terlihat menikmati suasana ramai itu, "Alex apakah itu Jill???" Tuan rumah itu pun menyadari kehadirannya. Jill merasa malu sebenarnya, "Hai Phil," Sapa Jill menahan senyumannya. Banyak orang sekali di dalam ruangan itu, belum lagi dengan yang berdatangan.
__ADS_1
Jill meneguk minuman yang di berikan Philippe untuknya, dengan meminta tanpa tambahan apapun. Gadis itu duduk di samping Alex sambil menunggu Anne yang belum tiba. Bermunculan para gadis dan atlet sekolah yang menuruni tangga dan mulai bergabung di bawah, Jill mengepalkan tangan kanannya setelah melihat kehadiran Carly disana. "Alex, aku ingin ke toilet," Untungnya Alex pun menghentikan pembicaraannya dengan Philippe, "Aku akan kembali lagi nanti," Ucap Alex pada Philippe.
__ADS_1
Anne menyadari rasa bosan dan kesal Jill di pesta itu, "Ikuti aku," Kata Anne mengajaknya keluar dari rumah yang penuh dengan kesesakan itu. Udara malam yang sejuk membuatnya lega, "Kau mau kembali pulang?" Tanya Anne baik-baik. Jill merasa beruntung memiliki sahabat seperti Anne yang walaupun sangat menyebalkan jika sudah membuatnya kesal, tapi hanya Anne satu-satunya sahabat yang ia miliki. Jill memeluknya, "Oh ayolah Jill, aku benci jika kau seperti ini." Kata Anne yang mengusap punggung Jill. "Aku bosan disini, perkiraanku pasti benar, mereka berdua ada di dalam sana." Gumamnya sedih. "Mustahil, Thompson tak pernah berpesta lagi setelah putus denganmu," Sangkalnya meyakinkan. "Aku sangat malas bersama Alex, dan kau belum juga datang menyusulku." Gerutu Jill. "Baiklah aku memang salah maafkan aku." Mereka berdua duduk di salah satu atap mobil yang terparkir di depan rumah itu. "Kau masuk saja duluan, aku akan berada disini sebentar lagi." Ucap Jill. "Tidak, aku tak akan masuk kesana tanpamu." Anne mengeluarkan sebungkus rokok miliknya. "Maaf karena diriku malam ini jadi buruk." Gadis yang patah hati itu terus memasang ekspresi sedihnya, "Coba saja ini." Anne menyodorkan sebatang rokok padanya, tak berpikir lama Jill pun mencobanya. "Nikmatilah, dan jangan pikirkan apapun, lihat saja bulan dan bintang itu." Ujar sahabat terbaiknya itu. "Tapi aku memikirkan tugas wawancara yang belum aku kerjakan Anne," Disana mereka berdua pun tertawa dan bercanda. "Santai saja, semua masalah akan beres di tanganku."
__ADS_1