Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 24 - Senyuman dari atlet basket itu lagi


__ADS_3

Kini Thompson menjemputnya, karena Jeff harus pergi lebih pagi dari biasanya, memang akhir-akhir ini ayahnya itu terlihat sibuk dalam pekerjaannya. "Padahal aku bisa menunggu bus sekolah." Kata Jill pada kekasihnya. "Menunggu bus itu sangat lama, lagi pula ini masih pagi sekali," Ujar Thompson. "Lalu mengapa kau begitu siap sepagi ini untuk berangkat ke sekolah?" Tanya gadis itu dan menaiki sepeda motor keren milik kekasihnya. "Kau ingat pertukaran latihan olahraga?" Thompson mengingatkannya. "Ya tentu." Jill menguap. "Aku tak sabar ingin melihat kemampuan mereka, hari ini di mulai dengan tim basket." Gumam Thompson sambil menghidupkan mesin motornya. "Apakah kau juga akan pergi???" Jill mulai menyadari akan hal itu. "Mr. Mike bilang kami mendapatkan hari sabtu, tapi itu belum pasti karena satu dan lain hal yang harus di pertimbangkan." "Kau akan pergi tanpaku Thom," Ucap Jill sedih sambil memeluk tubuh pemuda yang di cintainya itu. "Hanya satu hari, tenanglah." Thompson melihat Helena sedang mengamati mereka, ia pun melambaikan tangannya pada Helena. "Berhati-hatilah anak-anak!!!" Teriaknya.

__ADS_1


Anne belum tiba di sekolah, namun ia merasa tenang karena Thompson masih bersamanya. "Lihat Jill mereka datang." Ujarnya. Jill pun menoleh dan melihat tim basket dari sekolah asrama pemuda itu berjalan memasuki koridor mengenakan seragam sekolahnya. "Kenapa mereka berseragam? Bukankah..." Ucap Jill terhenti setelah melihat Tony Caine berjalan di posisi paling belakang. "Hanya formalitas saja, nanti saat di jam istirahat mereka memulai latihannya, tujuannya agar para murid disini bisa menonton mereka." Jill tersadar dan kemudian ia memegang lengan kekasihnya dengan merasa gugup. "Hey bung." Parah sekali karena Tony menghampiri mereka berdua dengan menyapa Thompson, dan itu membuat Jill gelisah. "Hey Tony, bersemangat huh?" Mereka terlihat akrab. "Tentu saja," Atlet basket itu melihat Jill yang begitu erat memegang tangan Thompson, namun ia memberi senyuman yang ketiga kalinya dan senyuman itu terasa berbeda bagi Jill. "Baiklah sampai nanti." Tony pun berlalu pergi.

__ADS_1


"Pagi kawan-kawan!" Akhirnya si gadis tomboy itu muncul. "Mereka sudah disini???" Tanya Anne. "Baru saja." Jawab Thompson. "Aku melihat Max dan anggota basket lainnya di luar, sepertinya mereka akan terlambat karena bus yang akan mengantarkan mereka bermasalah." Mendengar informasi itu Thompson pun segera menemui rekan-rekannya, "Sampai bertemu di jam istirahat." Lelaki itu mencium pipi Jill dan berlalu pergi. "Romansa di pagi hari membuatku mual Jill, ayo!" Jill tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.

__ADS_1


Semua gadis genit itu bersorak saat sekelompok pemain basket dari sekolah asrama pemuda Cyrano memasuki tempat yang ramai itu. Dengan beberapa musik yang di mainkan marching band, suara berdecitan di lantai gymnasium yang berasal dari pergerakan para atlet itu. Tubuh tinggi mereka dengan mengenakan seragam basket berwarna kuning hitam yang terlihat lebih keren jika di bandingkan dengan seragam yang dikenakan Max, anehnya wajah-wajah mereka hampir mirip satu sama lain, terkecuali dengan Tony Caine yang hanya dia seorang yang terlihat berbeda. Lelaki itu menoleh ke arah kursi tribun tepatnya di deretan kursi kedua dimana Jill bersama teman-temannya duduk, Tony memberikan tatapan yang membuat Jill berpikiran aneh lagi. "Anne apa maksudnya itu?" Untunglah Thompson berada di posisi paling depan. "Entahlah Jill, mungkin dia menyukaimu." Balas Anne yang membawa banyak makanan siangnya. Tiba-tiba ponsel Jill bergetar dan membuatnya kaget dengan melihat siapa yang menelponnya. "Simon?" Suaranya tak terdengar jelas karena tempat itu sangat berisik. "Halo???"

__ADS_1


__ADS_2