Para Monster Di Hati Jill

Para Monster Di Hati Jill
Episode 27 - Penyelidikan


__ADS_3

"Hey Jill." Erick menghampirinya. "Aku akan menonton latihan tim sepak bola Cyrano di jam istirahat, kau mau ikut?" "Lagi-lagi aku merasa bosan di sekolah ini Erick." Kata Jill tak mempedulikan ajakannya. "Memangnya apa yang membuatmu bosan?" Erick penasaran. "Kau akan tahu jawabannya dari Anne, dan itu memang benar bagiku." Balas Jill yang memainkan ponselnya, sementara Erick masih kebingungan. Murid-murid berdatangan, Jill masih menunggu Anne yang memintanya untuk menunggu di gerbang sekolah. Jill melihat munculnya Max dengan kegagahannya, pemandangan yang tak pernah bosan untuk di lihat. "Pagi Jill..." Tak ada hujan tak ada badai, seorang Maxime Goodman menyapa gadis imut itu untuk yang pertama kalinya. Wajahnya memerah, Erick hanya terdiam merasa tak di anggap. "Apa Thompson dan yang lain sudah datang?" Max bertanya dengan sosok yang berkharismanya, Jill benar-benar tak percaya Max bertanya padanya. "Ah... Thompson? Dia sudah di dalam." Jawabnya gugup. "Baiklah," Atlet basket itupun pergi dengan langkah ksatrianya. "Omong-omong terimakasih Jill!" Teriaknya tanpa menoleh ke belakang. Gadis itu menjerit kegirangan di dalam hatinya, tak lama pun seseorang yang tak terlihat hari kemarin pun muncul di hadapan Jill, "Hey..." Miles terlihat segar. "Miles." Jill memberikan senyumannya. "Baiklah Jill, sepertinya pagi ini kau banyak tamu." Erick pergi meninggalkannya di saat Jill membutuhkannya dalam situasi sendirian menghadapi Miles. Miles terlihat penasaran dengan matanya yang memperhatikan Erick pergi, "Siapa dia?" "Anne belum datang, jadi aku menunggu bersamanya..." Jill tak memberi jawaban yang sesungguhnya. "Oh ya, kemana saja kau kemarin..." Gadis itu mengalihkan pembicaraan, Miles menjawabnya begitu cepat. "Banyak hal yang harus aku urus di rumah," Terlihat dengan senyuman terpaksa. Jill hanya menganggukkan kepalanya, tak lama dari kecanggungan pagi itu sebuah mobil berwarna hijau emerald pun muncul dan mengeluarkan Anne dari dalamnya. "Akhirnya." Ucap Jill dalam hati. "Hey kawan-kawan!" Anne pasti akan terlambat jika kakaknya tak berhasil ia bangunkan. "Anthony sangat sulit, untunglah aku punya cara untuk mengganggu tidurnya." Anne pun tersadar akan kehadiran Miles, "Miles! Hey bung." Sapanya. Lelaki itu tersenyum seperti memiliki beban yang tersirat dari wajahnya, tidak seperti biasanya yang tersenyum dengan santai. "Bagaimana bayi buaya yang kau rencanakan?" Anne membuatnya panik dengan pertanyaan itu. "Ah... Anne, ya... Bayi buaya sedang dalam proses pemesanan." Ucapannya terbata-bata membuat Jill dan Anne saling bertatapan. Kemudian bel berbunyi, "Baiklah sampai bertemu di jam istirahat!" Miles pun bergerak cepat meninggalkan gerbang sekolah itu, ia berlari masuk ke dalam sekolah. "Ada apa dengannya???" Anne keheranan. "Kau punya permen?!!" Teriak Anne.

__ADS_1


Karena Mr. Mike sedang dalam kesibukan di sekolah Simon yang mengurusi tim sepak bolanya, memberikan kebebasan bagi Jill dari kelas olahraga walaupun hanya satu hari. Di dalam kelas yang berisik dan tanpa guru itu memberi kesempatan untuk mereka berdua mendiskusikan rencananya. "Apa ini terdengar lucu? Apa yang kau tertawakan?" Anne merasa kesal dengan rekan penyelidikannya itu. "Maksudku ini seperti pekerjaan yang sulit Anne, apa kau merasa seperti seorang detektif?" Jill tertawa merasa hal yang mereka lakukan sangatlah lucu. "Oh kau jangan main-main denganku Jill, tunggu saja..." Anne mencubitnya dengan tertawa. Beberapa detik kemudian, "Anne, kau di panggil ke ruang kepala staf pengajar." Kata teman sekelasnya Pooja. "Terimakasih Poo." Anne benar-benar berani melakukan penyelidikan ini, Jill hanya terdiam dengan mulutnya yang menganga. "Kau lihat? Aku tidak main-main." Sambil mengedipkan mata pada sahabatnya itu. "Berhati-hatilah!"

__ADS_1


"Anne masuklah." Perintah Mrs. Raquel yang hari ini mengenakan pakaian berwarna cokelat. Gadis itu duduk dengan rapih, "Untuk tahun ini aku menunjukmu untuk mengurusi catatan tahunan seniormu, walaupun kau masih junior, tapi aku memberikan kepercayaan padamu." Setiap tahun ajaran sekolah, kepala staf itu akan selalu membutuhkan murid untuk mengisi catatan senior yang akan menghadapi kelulusan, kali ini Anne lah yang di tunjuk olehnya untuk melakukan tugas itu yang nantinya akan di jadikan momen saat acara malam prom para seniornya. "Mencatat, merekam, memotret, atau apapun yang harus di lakukan untuk mengumpulkan catatan tahun seniormu itu, kau membutuhkan kamera." Mendengar hal itu Anne sangatlah bersemangat, bukan karena sebuah kamera yang akan dimilikinya namun dengan kunci salah satu ruangan yang akan di berikan Mrs. Raquel padanya. "Simpan ini, ambilah segala yang kau butuhkan disana, tapi harus dengan izinku terlebih dahulu." Ucapnya tegas. "Baiklah ma'am, aku akan melakukan yang terbaik, terimakasih telah memberiku kepercayaan." Dengan hatinya yang berbahagia puas. "Baiklah lakukan yang harus di lakukan... Kau boleh kembali ke kelasmu."

__ADS_1


__ADS_2